Melankolisme Ghina dalam Aroma Cinta | Nokhtah Kerinduan Tuhan Part – 12

Melankolisme Ghina dalam Aroma Cinta | Nokhtah Kerinduan Tuhan Part – 12
0 153

Melankolisme Ghina dalam Aroma Cinta. Ghina bukan tidak tahu kalau Luthvi sudah memiliki istri. Bahkan Luthvi yang diketahuinya begitu tampak sayang kepada istrinya meski sering bilang kepadanya kalau dia sudah tidak mencintai istrinya lagi. Ghina juga begitu bangga mendapati Lutphvi yang begitu hebat menjaga istriinya dengan peluh kasih sayang yang sangat mendalam. Meski sekali lagi, bahwa dia sudah tidak memiliki asa kepada istrinya.

Kondisi itulah yang menjadi bagian dari masalah yang dihadapi Ghina belakangan. Ia merasa sesungguhnya sama. Ia tidak lagi memiliki hasyrat akan apapun kepada suaminya. Ia menjadi teralih semua rasa dan asa yang dia punya, pada laki-laki yang mungkin salah. Inilah pertarungan bathinku … gumam Ghina dalam banyak kesempatan. Kadang aku ingin berontak, apa tidak mungkin ada fiqih yang membolehkan perempuan untuk poliyandri?

Aku ingat kata Ghina, suatu waktu, dalam suasana yang tidak dapat diduga, Luthvi berkata: “Ghin … kapan kamu menjadi janda”. Ditanya seperti itu, Ghina bengong dan ia hanya berkata: “Kapan kau menjadi duda”. Akhirnya keduanya lemas dan tak ada satu katapun yang ke luar dari mulut mereka. Mereka berdua sama-sama merasa perlu merawat cinta mereka berdua kepada mereka yang mencintainya. Bayangan mereka, juga sama, bagaimana merawat cinta dari mereka yang secara tulus mencintainya.

Kesadaran Cinta

Ghina dan Luthvi sadar kalau dirinya masing-masing telah memiliki pasangan. Khusus untukku, kata Ghina, dalam posisi sebagai istri kedua. Sekalipun menjadi istri kedua, aku tetap menjadi istri syah dari suamiku. Dan wajib hukumnya bagiku untuk menjaga dan merawat dia yang mencintaiku dengan tulus. Bagian lain dari masalah yang dirasa berat oleh Ghina adalah karena dia mencintai dua laki-laki di waktu yang bersamaan.

Masing-masing laki-laki itu, sama-sama mencintaiku dalam waktu yang bersamaan. Itulah yang menyebabkan diri Ghina kadang kacau. Kekacauannya kadang hanya mampu dia ungkapkan ke dalam laman-laman tertentu di Media Maya. Banyak orang tidak tahu, apa sesungguhnya yang dirasakan Ghina. Walau banyak yang menyukai tulisan melankolisnya, tetapi sesungguhnya, mereka tidak tahu apa yang dirasakan Ghina.

Dalam ragam dan dinamika perjuangan sebuah rasa yang dimlilki Ghina, ia hanya mampu berucap, mungkin ini yang dimaksud dengan Rindu yang terlarang. Suatu ungkapan bathin yang sesungguhnya membuat Ghina begitu dilematis menjalani hari-hari penuh cinta yang dimiliki dirinya di satu sisi, dan keharusan untuk menjaga semua rasa yang dia punya. Ia berjuang terus merawat anggunnya sebuah bunga yang terus mekar setiap waktu, meski dalam bagian lain ia merasa bahwa hal itu tetaplah salah.

Ghina terus menerus memperjuangkan suatu ungkapan bathin yang hanya diketahui dirinya sendiri. Kadang ia tersenyum atau kadang  menangis. Bayangan kebahagiaan dan sekaligus bayangan kegelapan, menghampiri dirinya setiap waktu. Luka dan suka, bahagia dan nestapa terus datang menjumpai dirinya dalam bathinnya sendiri. Ia ketakutan akan sesuatu yang sesungguhnya dia inginkan. Sial banget kata Ghina! Aku harus menjalani hidup dengan sejumlah rasa takut, tetapi pada yang kutakutkan itu, sesungguhnya betapa aku pingin menjalaninya. Dan inilah yang kurindukan.

Puisi Penuh Do’a

Suatu waktu, Ghina menulis esai cinta dalam narasi ketuhanan. Esai yang menggambarkan betapa ia melakukan pemberontakan pada takdir butanya sebagai hamba Tuhan. Ia tak berdaya dan tak memiliki kesanggupan apapun atas semua rasa yang dia punya. Salah satu esau dimaksud, dapat dibaca dalam tulisan berikut ini:

Tuhan … Jika Engkau pemilik cinta, maka, jadikanlah cintaku ini sebagai anugerah terbesarku untuk mendekati-Mu. Tuhan … andaikan Kau punya cara untuk membuat rasaku berjarak dengannya, dan itu menurutMu terbaik, maka, berilah aku jarak untuk itu. Tuhan andaikan Kau benar sebagai pemilik segala kesemestaan, maka, bagaimanakah sesungguhyna dengan semesta cinta. Tuhan … jika benar Kau dapat mengubah segala rasa yang kupunya, maka, rasanya kepunyaanku telah membuat aku menjadi demikian terbatas. Berilah aku kekuatan untuk menjaga semua rasa ini.

Cinta ini menjadi anggur semua rasa yang kupunya. Aku sejujurnya bahagia sempat dihampiri sebuah rasa, yang aku yakin hanya kali ini aku punya. Aku tak mungkin mau menggadaikan ragaku untuk sesuatu yang menurutku tidak produktif. Tetapi, sejujurnya, cinta ini malah telah membuat aku terbelenggu dan tidak memiliki hasyrat. Hari-hariku hanya dipenuhi sebuah rasa yang rasa itu sangat sulit kulampui.

Kantor Penuh Cinta

Harus diakui memang, kadang Ghina mencurhati rasa yang dia punya hanya kepada Yanti. Yanti yang dulu dibawanya bekerja di Kantornya itu, kini terasa semakin bijak. Bathin Ghina selalu berkata, “Pengalaman Yanti yang kelam dan kritis ketika bersama dengan suaminya, tampak telah membuat dirinya menjadi demikian dewasa menjalani hidup”.

Sejak rasa cinta Ghina pada Luthvi hadir, di kantor Ghina serasa penuh dengan aroma keindahan. Keindahan yang menyuguhkan sebuah lakon cinta terbadi dalam pikirannya. Ia menulis narasi cinta pada X File yang hanya diketahui dan dimiliki dirinya. Ia menyibak semua peristiwa cinta dalam nalar berikut ini:

Cinta hadir dalam semesta tak berujung. Kunikmati semua hamparan tak berujung meski tak jelas apa sesungguhnya yang aku perjuangkan. Aku sulit membayangkan bagaimana jika cinta ini berujung; menyatu atau berpisah. Aku tak mampu membayangkan. Tetapi yang pasti, aku terpecah … ya aku terpecah.

Pribadiku menjadi demikian sembilu saat satu hari tak mampu menjangkau dirimu. Dirimu mungkin bagian dari lakon hidupku yang penuh keabadian. Abadi dalam segenap perjuangan yang akan kuabadikan dalam nalar cinta dibathin terdalamku. Hanya kaulah kini menjadi harapanku, meski aku tak yakin jika harapan ini mampu kugapai dengan sempurna.

Love is Blind. Buta bukan karena objek yang aku puja, tetapi pada rasa yang kumiliki. Segalanya tentangmu, terasa selalu menjadi anugerah. Apapun itu ceritanya, yang pasti, bahwa aku memang jatuh cinta. Sejak saat ini, kupastikan bahwa ternyata aku menjadi pengikut melankolisme … By. Charly Siera –bersambung

Komentar
Memuat...