Connect with us

Novel Rindu Tuhan

Melankolisme Ghina dalam Aroma Cinta | Nokhtah Kerinduan Tuhan Part – 12

Cecep Sumarna

Published

on

Melankolisme Ghina dalam Aroma Cinta | Nokhtah Kerinduan Tuhan Part – 12

Melankolisme Ghina dalam Aroma Cinta. Ghina bukan tidak tahu kalau Luthvi sudah memiliki istri. Bahkan Luthvi yang diketahuinya begitu tampak sayang kepada istrinya meski sering bilang kepadanya kalau dia sudah tidak mencintai istrinya lagi. Ghina juga begitu bangga mendapati Lutphvi yang begitu hebat menjaga istriinya dengan peluh kasih sayang yang sangat mendalam. Meski sekali lagi, bahwa dia sudah tidak memiliki asa kepada istrinya.

Kondisi itulah yang menjadi bagian dari masalah yang dihadapi Ghina belakangan. Ia merasa sesungguhnya sama. Ia tidak lagi memiliki hasyrat akan apapun kepada suaminya. Ia menjadi teralih semua rasa dan asa yang dia punya, pada laki-laki yang mungkin salah. Inilah pertarungan bathinku … gumam Ghina dalam banyak kesempatan. Kadang aku ingin berontak, apa tidak mungkin ada fiqih yang membolehkan perempuan untuk poliyandri?

Aku ingat kata Ghina, suatu waktu, dalam suasana yang tidak dapat diduga, Luthvi berkata: “Ghin … kapan kamu menjadi janda”. Ditanya seperti itu, Ghina bengong dan ia hanya berkata: “Kapan kau menjadi duda”. Akhirnya keduanya lemas dan tak ada satu katapun yang ke luar dari mulut mereka. Mereka berdua sama-sama merasa perlu merawat cinta mereka berdua kepada mereka yang mencintainya. Bayangan mereka, juga sama, bagaimana merawat cinta dari mereka yang secara tulus mencintainya.

Kesadaran Cinta

Ghina dan Luthvi sadar kalau dirinya masing-masing telah memiliki pasangan. Khusus untukku, kata Ghina, dalam posisi sebagai istri kedua. Sekalipun menjadi istri kedua, aku tetap menjadi istri syah dari suamiku. Dan wajib hukumnya bagiku untuk menjaga dan merawat dia yang mencintaiku dengan tulus. Bagian lain dari masalah yang dirasa berat oleh Ghina adalah karena dia mencintai dua laki-laki di waktu yang bersamaan.

Masing-masing laki-laki itu, sama-sama mencintaiku dalam waktu yang bersamaan. Itulah yang menyebabkan diri Ghina kadang kacau. Kekacauannya kadang hanya mampu dia ungkapkan ke dalam laman-laman tertentu di Media Maya. Banyak orang tidak tahu, apa sesungguhnya yang dirasakan Ghina. Walau banyak yang menyukai tulisan melankolisnya, tetapi sesungguhnya, mereka tidak tahu apa yang dirasakan Ghina.

Dalam ragam dan dinamika perjuangan sebuah rasa yang dimlilki Ghina, ia hanya mampu berucap, mungkin ini yang dimaksud dengan Rindu yang terlarang. Suatu ungkapan bathin yang sesungguhnya membuat Ghina begitu dilematis menjalani hari-hari penuh cinta yang dimiliki dirinya di satu sisi, dan keharusan untuk menjaga semua rasa yang dia punya. Ia berjuang terus merawat anggunnya sebuah bunga yang terus mekar setiap waktu, meski dalam bagian lain ia merasa bahwa hal itu tetaplah salah.

Ghina terus menerus memperjuangkan suatu ungkapan bathin yang hanya diketahui dirinya sendiri. Kadang ia tersenyum atau kadang  menangis. Bayangan kebahagiaan dan sekaligus bayangan kegelapan, menghampiri dirinya setiap waktu. Luka dan suka, bahagia dan nestapa terus datang menjumpai dirinya dalam bathinnya sendiri. Ia ketakutan akan sesuatu yang sesungguhnya dia inginkan. Sial banget kata Ghina! Aku harus menjalani hidup dengan sejumlah rasa takut, tetapi pada yang kutakutkan itu, sesungguhnya betapa aku pingin menjalaninya. Dan inilah yang kurindukan.

Puisi Penuh Do’a

Suatu waktu, Ghina menulis esai cinta dalam narasi ketuhanan. Esai yang menggambarkan betapa ia melakukan pemberontakan pada takdir butanya sebagai hamba Tuhan. Ia tak berdaya dan tak memiliki kesanggupan apapun atas semua rasa yang dia punya. Salah satu esau dimaksud, dapat dibaca dalam tulisan berikut ini:

Tuhan … Jika Engkau pemilik cinta, maka, jadikanlah cintaku ini sebagai anugerah terbesarku untuk mendekati-Mu. Tuhan … andaikan Kau punya cara untuk membuat rasaku berjarak dengannya, dan itu menurutMu terbaik, maka, berilah aku jarak untuk itu. Tuhan andaikan Kau benar sebagai pemilik segala kesemestaan, maka, bagaimanakah sesungguhyna dengan semesta cinta. Tuhan … jika benar Kau dapat mengubah segala rasa yang kupunya, maka, rasanya kepunyaanku telah membuat aku menjadi demikian terbatas. Berilah aku kekuatan untuk menjaga semua rasa ini.

Cinta ini menjadi anggur semua rasa yang kupunya. Aku sejujurnya bahagia sempat dihampiri sebuah rasa, yang aku yakin hanya kali ini aku punya. Aku tak mungkin mau menggadaikan ragaku untuk sesuatu yang menurutku tidak produktif. Tetapi, sejujurnya, cinta ini malah telah membuat aku terbelenggu dan tidak memiliki hasyrat. Hari-hariku hanya dipenuhi sebuah rasa yang rasa itu sangat sulit kulampui.

Kantor Penuh Cinta

Harus diakui memang, kadang Ghina mencurhati rasa yang dia punya hanya kepada Yanti. Yanti yang dulu dibawanya bekerja di Kantornya itu, kini terasa semakin bijak. Bathin Ghina selalu berkata, “Pengalaman Yanti yang kelam dan kritis ketika bersama dengan suaminya, tampak telah membuat dirinya menjadi demikian dewasa menjalani hidup”.

Sejak rasa cinta Ghina pada Luthvi hadir, di kantor Ghina serasa penuh dengan aroma keindahan. Keindahan yang menyuguhkan sebuah lakon cinta terbadi dalam pikirannya. Ia menulis narasi cinta pada X File yang hanya diketahui dan dimiliki dirinya. Ia menyibak semua peristiwa cinta dalam nalar berikut ini:

Cinta hadir dalam semesta tak berujung. Kunikmati semua hamparan tak berujung meski tak jelas apa sesungguhnya yang aku perjuangkan. Aku sulit membayangkan bagaimana jika cinta ini berujung; menyatu atau berpisah. Aku tak mampu membayangkan. Tetapi yang pasti, aku terpecah … ya aku terpecah.

Pribadiku menjadi demikian sembilu saat satu hari tak mampu menjangkau dirimu. Dirimu mungkin bagian dari lakon hidupku yang penuh keabadian. Abadi dalam segenap perjuangan yang akan kuabadikan dalam nalar cinta dibathin terdalamku. Hanya kaulah kini menjadi harapanku, meski aku tak yakin jika harapan ini mampu kugapai dengan sempurna.

Love is Blind. Buta bukan karena objek yang aku puja, tetapi pada rasa yang kumiliki. Segalanya tentangmu, terasa selalu menjadi anugerah. Apapun itu ceritanya, yang pasti, bahwa aku memang jatuh cinta. Sejak saat ini, kupastikan bahwa ternyata aku menjadi pengikut melankolisme … By. Charly Siera –bersambung

Continue Reading
21 Comments

21 Comments

  1. Avatar

    ifa nurfaizah

    26-12-2017 at 08:06

    Sungguh entah ada apa dibalik kata cinta. Seseorang memiliki rasa cinta pada diri sendiri itu manusiawi tetapi kita harus mampu menempatkan rasa cinta itu, siapakah dia yang pantas untuk dicintai atau tidaknya.. lantas bagaimana dengan pernyataan “cinta itu tidak memandang suatu apapun”.
    Itu kembali lagi pada diri kita masing-masing , terdapat rintangan-rintangan yang harus dilalui oleh para pelabuh cinta .

  2. Avatar

    Muflikha

    14-12-2017 at 00:30

    Cinta itu tidak selamanya indah. Sama seperti apa yang ghina alami, dia rela memendam perasaannya jauh-jauh karena dia sadar bahwa apa yang kita inginkan tidak selamanya bisa kita miliki, termasuk cinta.

  3. Avatar

    trianistiningsih

    11-12-2017 at 16:30

    Apabila kita dihadapkan pada kebimbangqn kita harus tetap berserah diri kepada Allah. Janganlah mengambil keputusan secara terburu buru

  4. Avatar

    Uun Unesih

    08-12-2017 at 22:49

    Sungguh sangat berat kisah percintaan dalam kehidupan ghina. Tapi saya salut dengan ghina dan lutvi, karena memang cinta tak harus memiliki, dan secara tidak langsung, kisah mereka bisa menjadi contoh untuk pemuda pemudi di dunia ini, kalau cinta tak harus memiliki.

  5. Avatar

    Ririn Fitriani 3MPIB

    07-12-2017 at 06:15

    Bersyukur dengan rasa-rasa yang selalu hadir,cinta,rindu bahkan rasa benci sekalipun. Tanpa itu hidup tidak akan terasa sempurna,karena semua itu telah menjadi takdir yang telah dituliskan oleh sang maha pencipta Skenario kehidupan.

  6. Avatar

    birnawati

    05-12-2017 at 19:14

    Allah yang maha pembolakbalikan hati. mana yang menurut kita baik belum tentu baik sesuai persepsi Allah. ketika kita mencintai seseorang, dekatkanlah diri kita kepada pemilikNya bukan kepada ciptaanNya. Allah lebih tahu mana yang baik untuk kita. meskipun hal tersebut tidak bisa kita terjemahkan dengan bahasa kita tapi yakinlah… setiap skenarioNya, rencanaNya akan indah😊

  7. Avatar

    Siti MH

    05-12-2017 at 16:58

    Ghina lebih baik memendam rasa dan di tuangkan dalam tulisan

  8. Avatar

    Peggi Agisna IPS 1/A

    04-12-2017 at 23:48

    walaupun kita sudah tidak memiliki hasyrat terhadap suami/istri kita tetapi kita wajib menjaganya. karena jika tidak mungkin akan berpikiran untuk meninggalkanya dengan cara perceraian. dalam agama perceraian itu tidak boleh
    jadi, kita harus mencintainya kembali dengan penuh kasih sayang caranya mungkin dengan cara di biasakan selalu perhatian atau sering sering di rumah agar istri/suami kita menjadi terpesona lagi

  9. Avatar

    Neila nur zuhrufillah

    04-12-2017 at 21:32

    Ghina dan lutvi sunggu sangat memberi pelajaran ke pada para pemuda bahwa cinta tak harus seling memiliki walau kita memang sama2 saling mencintai namun alangkah lebih baiknua kita menunggu waktu yg tepat

  10. Avatar

    KORIATUNISA

    04-12-2017 at 15:20

    Saling mencintai dalam islam tidaklah di larang oleh agama tetapi kita harus tau kepada siapa kita berikan rasa cinta itu karena jika kita salah dalam memberikan cinta maka akibatnya akan merugikan orang lain dan di dalam agama pun tidak di perbolehkan.

  11. Avatar

    siti alifah

    04-12-2017 at 14:43

    luarbiasa apa yang dialami oleh ghina walaupun dia ada masalah namun dia ingat dengan Allah Swt, jika memang jodoh allah akan mempertemukannya kembali. ingat cintailah dan sayangilah atu lakukanlah sesuatu karena allah.

  12. Avatar

    Zainal Ma'arif

    04-12-2017 at 13:01

    jangan memikirkan bagaimana kedepannya nanti akantetapi kita ikuti saja dulu arusnya selagi itu benar arahnya

  13. Avatar

    Qorry Yafatihana

    03-12-2017 at 13:46

    hidup ini adalah pilihan. jalan hidup yang dialami oleh ghina memang sangat rumit. namun sebagai manusia kita harus pandai memilih. kita sendiri mengetahui apa yang terbaik untuk hidup kita.

  14. Avatar

    Lia Herliana

    01-12-2017 at 21:49

    Hakikatnya cinta berasala dari diri kita sendiri .Cinta yang bisa membuat seseorang sangat bahagia tetapi ia bisa juga bisa membuat seseorang sangat terluka. ia bisa membuat seseorang sangat bahagia sekaligus bisa mmebuat seseorang sangat kecewa . Dan juga Bisa membuat seseorang tertawa dan bisa membuat seseorang menangis dan terluka. Ia bisa membuat seseorang menderita, yang dulunya selalu bersemangat tiba-tiba patah semangat karena cinta .itulah cinta

  15. Avatar

    Luinah

    01-12-2017 at 19:08

    Dalam cinta itu bukan hal yang indah saja, ada banyak cobaan nya. Tergantung pada diri kita nya sendiri yang menentukan, karena dalam mencintai seseorang tidak boleh berlebihan, yang biasa-biasa saja. Dan jika kita sedih karena cinta maka janganlah berlarut-larut dalam kesedihan, karena Allah tidak suka orang yang bersedih. Masih ada fase yang harus dijalani kedepan nya dengan lebih baik lagi.

  16. Avatar

    Fariz Aldi Dwi R TIps A/1

    30-11-2017 at 22:34

    Melankolisme Ghina Dalam Aroma Cinta | Nokhtah Kerinduan Tuhan Part – 12
    Cinta pasti merasakan kepedihan namun Cinta juga berarti cinta membuat kebahagiaaan namun kita harus menerima apapun resiko dalam cinta jika tidak ingin menerima tidak usah bercinta .

  17. Avatar

    Iqbal ismail

    30-11-2017 at 08:30

    Mengahadapi masalah seperti itu pasti sedih, tetapi bahagia itu adalah pilihan, kita tidak boleh berlarut larut dalam kepedihan, bagaimana pun kita harus berubah menjadi lebih baik lagi.
    jika seseorang menjalankannya dengan senang maka akan berjalan dengan senang pula.

  18. Avatar

    Mariyo Tadris IPS/A Semester 1

    30-11-2017 at 06:47

    Melankolisme Ghina Dalam Aroma Cinta | Nokhtah Kerinduan Tuhan Part – 12
    cinta adalah rasa yang dianugrahkan tuhan kepada manusia. dimana cinta mampu membuat hidup lebih berwarna dan terkadang cinta datang pada saat yang tidak tepat separti contoh ghina diatas, kembali lagi kepada pribadi individu masing-masing dalam mengenal cinta dan mengendalikannya. sebab cinta kadang juga membawah problem sendiri

  19. Avatar

    Adelia Pramesetia

    29-11-2017 at 13:07

    Masalah yang dihadapi ghina begitu memotivasi, karena masalah seberat yang harus dihadapi ghina pun tidak membuatnya lupa untuk berserah diri kepada Allah. Mengahadapi masalah seperti itu pasti sedih, tetapi bahagia itu adalah pilihan, kita tidak boleh berlarut larut dalam kepedihan, bagaimana pun kita harus berubah menjadi lebih baik lagi

  20. Avatar

    Aninda fidiya sari

    29-11-2017 at 08:09

    Assalamualaikum.
    Jangan terlalu tenggelam dalam kesedihan karena dapat membuat kita sakit. Ingatlah jika memang dia jodohmu pasti akan didekatkan kembali . Dan janganlah mencintai seseorang secara berlebihan. Seperti di terangkan di HR tirmidzi “Cintailah kekasihmu (secara) sedang-sedang saja, siapa tahu disuatu hari nanti dia akan menjadi musuhmu dan bencilah orang yang engkau benci (secara) biasa-biasa saja, siapa tahu pada suatu hari nanti dia akan menjadi kecintaanmu” (Riwayat Turmidzi)

  21. Avatar

    MUNIRUDIN

    28-11-2017 at 19:47

    Didalam cinta memanglah mengandung berbagai rasa, tergantung pada sesorang yang menjalankannya, jika seseorang menjalankannya dengan senang maka akan berjalan dengan senang pula.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.