Melihat Perkembangan Stasiun Ruang Angkasa Dunia

0 51

Stasiun ruang angkasa, kata kata ini memberikan suatu gambaran sebuah struktur berbentuk roda besar yang sering kita lihat apda sampul-sampul depan majalah cerita rekaan ilmiah. Sebuah struktur semacam itu yang dengan menarik sekali digambarkan sebagai “Stasiun Ruang Angkasa 5” dalam film 2001: A Space Odyssey.

Kenyataanya, stasiun ruang angkasa itu tidak hanya ada dalam khayalan penulis-penulis cerita rekaan ilmiah itu saja. Keberhasilan program Skylab Amerika Serikat dan program-program Salyut Rusia merupakan langkah-langkah berarti menuju sasaran pembuatan stasiun ruang angkasa. Awak pesawat terakhir yang mendiami Skylab bertahan selama 84 hari dalam orbit sehingga memecahkan rekor daya tahan manusia di ruang angkasa dan membuktikan bahwa manusia dapat hidup dan bekerja untuk jangka waktu yang lebih lama lagi di sana.

Pada bulan Juli 1975 keberhasilan Proyek Percobaan Apollo-Soyuz merupakan suatu langkah maju yang penting. Proyek kerja sama Amerika – Rusian ini, kerjasama Internasional pertama, merupakan hasil 3 tahun perencanaan, pertemuan, pembahasan praktik, dan modifikasi peralatan. Karya pertama – dengan hasilnya yang sangat berguna – membuka saluran komunikasi antara para ilmuwan dan insinyur ruang angkasa yang memungkinkan mereka mengenal peralatan yang dihasilkan negara lain. Langkah-langkah semacam itu membawa perkembangan pembuatan sebuah stasiun di ruang angkasa yang praktis. Serta kemampuan memelihara dan mengembangkan satu langkah lebih dekat kepada kenyataan.

Apakah Stasiun Ruang Angkasa itu ?

Ilustrasi Stasiun Luar Angkasa by Kaioshen DeviantArt
Ilustrasi Stasiun Luar Angkasa by Kaioshen DeviantArt

Yang pertama dan terpenting dari sebuah stasiun di ruang angkasa adalah sebuah pesawat ruang angkasa yang mengorbit. Pesawat ini harus berada pada orbit dan mengitari bumi atau benda angkasa lainnya. Hal ini membuat stasiun ruang angkasa itu menjadi sejenis satelit buatan.

Kedua, stasiun ruang angkasa itu di rancang, dibangun, dan dipelihara untuk dapat menampung astronot dan penumpang-penumpang bukan astronot , seperti para ilmuwan, insinyur, ahli telekomunikasi dan lainya. Daya tamping semacam ini akan membuat stasiun ruang angkasa ini menjadi sebuah satelit besar berawak.

Sebuah stasiun di ruang angkasa sebenarnya lebih dari itu. Stasiun di ruang angkasa itu lebih luas daripada satelit buatan yang kita kenal sekarang. Stasiun ini dapat tinggal di orbit lebih lama dan dapat membawa lebih banyak pemumpang serta lebih rumit peralatannya.

Cikal Bakal Stasiun Ruang Angkasa

Biasanya kita menggambarkan sebuah stasiun di ruang angkasa itu dapat menampung paling sedikit 5 atau 10 orang dan memperlengkapinya agar penghuninya dapat hidup dan bekerja berbulan-bulan. Kemudian sebuah pesawat penganggkut dari bumi pada saat-saat tertentu akan terbang untuk memberi perlengkapan lagi kepada stasiun ruang angkasa. Perbedaan-perbedaan ini jelas memperlihatkan bahwa sebuah stasiun ruang angkasa itu lebih besar daripada pesawat ruang angkasa Mercuri, Gemini, dan Apollo yang kita kenal mengorbit bumi dan juga lebih besar daripada Skylab, “laboratorium angkasa”, yang kebetulan saja disebut sebagai cikal-bakal stasiun ruang angkasa karena beberapa hal.

Dalam membahas stasiun-stasiun angkasa yang semi permanen digunakan semua istilah. Seperti laboratorium ruang angkasa, podium ruang angkasa, pangkalan ruang angkasa, dan stasiun di ruang angkasa. Laboratorium ruang angkasa adalah yang paling kecil, sedangkan stasiun ruang angkasa paling besar.

Kekompleksan sebuah stasiun di ruang angkasa bergantung pada jumlah orang yang akan tinggal di dalamnya. Sebuah stasiun ruang angkasa yang sangat rumit diharapkan dapat melakukan berbagai jenis penyelidikan astronomi dan astrofisika. Stasiun juga diharapkan dapat berperan sebagai alat kemudahan yang memungkinkan riset kedokteran, khususnya riset terhadap akibat yang timbul pada manusia setelah perjalanan ke bulan. Stasiun dapat juga digunakan sebagai rumah sakit ruang angkasa tempat para angkasawan dirawat.

Pada waktunya stasiun ini diharapkan dapat merakit, mengisi bahan bakar, dan memperbaiki pesawat-pesawat yang akan mengadakan perjalanan antarplanet. Memang benar, kemampuan stasiun ruang angkasa hampir-hampir tidak terbatas.

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.