Mell dan Santi Menari Indah | Misteri Sang Ksatria Cinta Part – 19

0 78

Mell dan Santi Menari Indah: Cerita Mell berbeda dengan Allent. Jika Allent datang dengan siulan dan nyanyian dalam waktu yang tidak terlalu malam, Mell datang kerumahnya dengan lamunan yang cukup panjang dan dalam waktu yang larut malam. Tol Cipali yang dilewatinya relatif padat sehingga membuat perjalanan relatif merayap dan menyebabkan lambatnya Mell datang ke rumah.

Di malam yang sangat larut itulah, Mell berimaginasi akan sesuatu yang dirasanya cukup aneh dan membawanya ke alam mimpi yang dirasa akan segera menepi. Ia merasa sedang terbang ke angkasa dalam segenap lamunan yang dirasa akan membawa ke masa depan yang nyaman. Santi dan suaminya, sudah tidur dan tidak memperdulikan kedatangan Mell. Mell sendiri tidak berani mengganggu waktu istirahat orang tuanya, karena ia sadar, bahwa bapakya dalam dua tahun terakhir, sering terkena sakit yang relatif menyulitkan mereka.

Mell masuk secara pelan ke dalam kamarnya yang sangat luas. Air Condition yang tampaknya dipersiapkan Santi, ibunya itu, membuat suasana ruangan kamar terasa sangat nyaman. Aroma minyak wangi yang menyembur dari lorong AC-pun terasa begitu menyengat. Mell merebahkan tubuhnya di atas kasur empuk dan membayangkan bagaimana jika Allent tidur bersamanya, disampingnya. Inikah yang dinamakan cinta? Kata Mell membathin.

Mell tidak tahu bagaimana awalnya rasa cintanya ini muncul dalam waktu yang tidak terduga. Tokyo dan bandara itu, membuat aku membutakan dan melumatkan seluruh cinta yang dimiliki. Betapa aku sangat tersiksa akan cinta sejenis ini. Mell terus berimaginasi. Ya Tuhan … betapa hebatnya Engkau merencanakan sesuatu yang terbaik untukku. Jika Engkau ya Tuhan tidak memanggil suamiku dengan cepat, yang dengannya ia mencintaiku dengan tulus, betapa tersiksanya aku. Lirih Mell membathin

Heeeeem …. akhirnya aku harus bangga kepada ibuku. Aku yakin ibuku mencintai laki-laki yang bukan type seperti suaminya. Suaminya bukanlah pilihan ideal yang diharapnya. Aku kasian kepadamu Dad kata Mell membathin. Tetapi, aku lebih kasian lagi sama ibuku. Ibuku begitu hangatnya menjaga cinta suaminya. Ia begitu hebat menjaga setiap tarikan cinta yang dimilikinya pada sosok laki-laki yang tidak pernah menjadi pendampingnya.

Mell ingat, bagaimana ibunya, menulis sesuatu dalam akunt privat yang mengatakan bahwa: Jika malam ini datang tanpa suaramu, maka, betapa malangnya diriku. Meski demikian, aku akan tetap memakai selimut ini dengan baik dan akan kurasakan bahwa selimut ini adalah dirimu. Tak kan pernah kulewatkan dalam setiap malam yang kujalani, kecuali bersamanya, namamu. Namamu tak pernah kutuliskan dalam pahatan batu atau kayu, tetapi menusuk dan menempel di bathinku sebagai karikatur indah yang akan tetap kujaga.

Ibu …. indahnya kau mengekspresikan perasaan yang tak mungkin kau ungkapkan. Kini setelah aku dewasa, tak ada kata kecuali aku bangga padamu. Kau menjadi idola yang betul-betul dapat dicontoh sipapaun yang pernah merasakan hal yang sama. Aku sendiri yang dididik dalam kultur yang sangat moderen dan rasional seperti ini, rasanya tak mungkin sanggup melewati hari-hari seperti ibu.

Saat Mell melamun dan membayangkan gagahnya Allent dan kuatnya bathin ibunya, matanya terpejam. Ia tidak sadar, ternyata Santi sedang mendekapnya dengan hangat. Ia membisikkan sebuah kalimah sakti pada Mell, terima kasih anaku, kau telah menyatukan dua hati yang retak. Kau balutkan suatu assa yang menyusun rangkaian tari indah dua sejoli dalam dua generasi yang terbadikan oleh saktinya kata Cinta. Terima kasih dan aku tak butuh penjelasan bagaimana kamu bertemu dengan Allent dan memadu kasih berdua bersamanya.

Aku merasa kamu sedang menari bersamaku dalam altar-altar cinta yang suci. Terima kasih kau Mell dan terima kasih Tuhan yang menyatukan dua hasyrat di mahligai cinta kasih. Meneteslah air mata Santi dan menetes pula air mata Mell. Mereka tahu, inilah cinta yang diharap terbalutkan asma Tuhan. Charly Siera —

Edisi Sebelumnya:

  1. Misteri Sang Ksatria Cinta. Part 1
  2. Dalam Sebuah Mihrab 
  3. Hiburan di Tengah Segenap Rasa Pilu 
  4. Membunuh Rindu 
  5. My Endless Love
  6. Bertemu di Forum Budaya
  7. Kematian Tak Mengakhiri Cinta 
  8. Cinta dalam Dua Keluarga
  9. Selalu Misteri
  10. Love in the Sky 
  11. Diam Seribu Bahasa 
  12. Sosok Mellisa Claudhya
  13. Duka Allent ditinggal Mati Istri 
  14. Atrium Mengawal Cinta
  15. Memadu Kasih di Atrium
  16. Cerita Cinta dua Generasi
  17. Allent dan Mell Saling Menyatakan Cinta
  18. Lagu Kerinduan Abadi
Komentar
Memuat...