Memahami Al Rahim dalam Basmallah |Refleksi Eknomi Dalam Tafsir Qur’ani-3

0 22

Memahami Al Rahim dalam Basmallah | Al-Rahim menjadi kata penting lain setelah al rahman sebagaimana telah dijelaskan dalam tulisan sebelumnya. Dua kata ini, pertama kali tertuang dalam bismillahirrahmanirrahim yang menjadi pembuka semua surat dalam al Qur’an, kecuali dalam surat al Baro’ah atau surat taubat.

Jika al rahman diterjemahkan sebagai rasa belas kasih sayang Allah kepada seluruh hamba-Nya di dunia, maka, al rahim oleh mufasir sering diterjemahkan dengan rasa kasih sayang Allah terhadap kaum mukmin yang akan diberikan khusus di akhirat kelak.

Al Rahiem adalah bentuk kasih sayang Allah yang sangat spesifik. Yang spesifik itu hanya diberikan kepada manusia yang mempercayai keberadaan-Nya dan melaksanakan seluruh perintah dan menjauhi seluruh laranganNya. Kasih sayang ini diwujudkan dalam bentuk pahala syurga yang memang pasti dijauhkan dari mereka yang inkar kepada-Nya.

Aya-ayat al Qur’an tentang Al Rahim

Landasan pemaknaan ini, setidaknya terdapat dalam al Qur’an surat al Ahzab [21]: 43 yang artinya: Dan adalah Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman. Surat at Taubah [9]: 117 yang artinya: “Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada mereka (yaitu Nabi dan para shahabatnya). “Dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu. Surat Al-A’raf [7]: 156 yang artinya. “Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada manusia.” Surat Al-Hajj [22]: 65 yang artinya: “Maka perhatikanlah bekas-bekas rahmat Allah, bagaimana Allah menghidupkan bumi yang sudah mati. Sesungguhnya (Dzat yang berkuasa seperti) demikian benar-benar (berkuasa) menghidupkan orang-orang yang telah mati. Dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.”

Di ayat lain, misalnya surat Al-Rum [30]: 50 yang artinya: “Tidakkah kamu perhatikan sesungguhnya Allah telah menundukkan untuk (kepentingan)mu apa yang di langit dan apa yang di bumi dan menyempurnakan untukmu nikmat-Nya lahir dan batin.”  Surat Luqman [31]: 20 yang artinya: “Dan apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka dari Allah-lah (datangnya), dan bila kamu ditimpa oleh kemudharatan, maka hanya kepada-Nya-lah kamu meminta pertolongan. Surat Al-Nahl [16]: 18 dan 53 yang artinya: ““Adapun orang-orang yang putih berseri mukanya, maka mereka berada dalam rahmat Allah (surga); mereka kekal di dalamnya. Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Dalam ayat lain, misalnya surat Ali ‘Imran [3]: 107 yang artinya: “Demikianlah Allah menyempurnakan nikmat-Nya atasmu agar kamu berserah diri (kepada-Nya. Dalam surat Al-Nahl [16]: 81 yang artinya. “Engkau adalah rahmat-Ku yang denganmu Aku merahmati siapa yang Kukehendaki dari hamba-Ku.” Di lain ayat, misalnya surat Yusuf [12]: 64 yang artinya: “Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.

Makna Al Rahim dalam Kehidupan

Ketika kata al rahim diberikan Allah setelah al Rahman, maka, konsekwensiya, kehidupan kita di dunia ini harus diawali oleh kasih sayang yang sangat luas. Berlaku untuk semua makhluk Tuhan; manusia dan alam, bahkan termasuk kepada makhluk lain yang patut kita duga sebagai musuh kita. Jika kita tidak mampu menumbuhkan semangat kasih sayang untuk seluruh makhluk Tuhan, maka, kita tidak mungkin memperoleh kasih sayang spesial yang Tuhan miliki. Prof. H. Cecep Sumarna

 

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.