Memahami Huruf Ba dalam Basmallah | Refleksi Eknomi dalam Tafsir Qur’ani – Part 1

23 137

Memahami Huruf Ba dalam Basmallah. Ketika masih duduk di kelas IV SD, secara non program, saya suka mengikuti pengajian tafsir. Tafsir yang suka di sorog santri-santri di Pesantren Miftahul Jannah, Tasikmalaya Selatan. Tempat di mana saya dilahirkan dan dibesarkan. Tasir dimaksud bernama Jalalain.

Keikutsertaan saya dalam kajian dimaksud, tentu dilakukan dengan segenap ketidakmengertian. Maklum hanya sekelas anak ingusan yang tidak dituntut memahami apapun, kecuali mendengarkannya dengan tekun. Untuk dan karena itu, kadang saya hanya mampu mengenal dan mengingat apa yang disampaikan kyai. Tidak mampu memikirkan apa sesungguhnya yang sedang dipelajari. Apalagi jika harus dikorelasikan dengan nilai-nilai kehidupan sehari-hari. Itulah masa lalu yang telah tersimpan di kortex otak kanan saya.

Salah satu yang masih teringat akan pengajian tafsir itu adalah, ketika Kyai Haji Kholid menerangkan tentang intisari al Qur’an. Intisari yang mampu difahami para mufassir al Qur’an atas berbagai kandungan ayat yang terdapat didalam-Nya. Salah satu pernyataannya itu adalah bahwa al Qur’an secara substantif terdapat dalam surat al Fatihah. Karena itu, al fatihah sering disebut dengan um al Qur’an.

Lebih dari, Sang kyai melanjutkan lagi. Ia menyatakan bahwa Al Fatihah sendiri secara sublimatif masih dapat disimplikasi dalam basmalah. Karena itu, menurutnya, di masa lalu banyak orang sakti hanya dengan membaca basmallah. Substansi al Qur’an terdapat pada ayat atau surat Basamalah. Ternyata tidak hanya sampai di situ. Lebih lanjut ia menyatakan bahwa basmallah masih dipersempit lagi, yakni bahwa simplikasi ayat atau surat dimaksud terdapat pada huruf ba. Ba dari kata bismillahirrahmanirrahiim ….

Bagaimana memahami al Qur’an yang memuat 30 juz, 114 surat dan 6666 ayat itu, hanya terdapat pada huruf ba di dalam surat sekaligus ayat bismillahirrahmanirrahiim. Sekali lagi sangat sulit difahami anak usia kecil. Pernyataan itu sering diulang kyai ketika saya sendiri dewasa dan mengenyam pendidikan pesantren di tempat lain.

Saya mungkin baru dapat menyadari makna huruf ba dalam ayat dimaksud, ketika umur sudah menginjak lebih dari 40 tahun. Itupun belum tentu benar karena saya tidak memiliki otoritas ilmiah dalam kajian tafsir. Namun secara redaksional, saya mencoba menafsirkannya dengan mengartikan kata bismillah dimaksud bukan dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Tetapi, saya lebih memilih untuk menerjemahkannya dengan: Atas nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.

Apa beda makna dari kata dengan menyebut dan atas nama Allah. Jika mengartikan Dengan Nama Allah, maka, konsekwensinya kita hanya menjadi penyerta dalam segenap tindakan yang dilakukan. Sementara jika diterjemahkan dengan menyebut atas nama Allah, maka, kita bukanlah penyerta, tetapi, semua tindakan kita akan dan harus mewakili Tuhan. Karena mewakili Tuhan, maka, semua harus mencerminkan karakter Tuhan.

Makna Kehidupan

Jika diterjemahkan dengan atas nama Allah, maka,  semua tindakan yang membaca al Qur’an adalah harus dapat dipertanggungjawabkan.  Sementara, kalau diterjemahkan dengan menyebut dengan nama Allah, maka, tindakan yang dilakukan manusia adalah bersipat antara dan tidak mencakup makna pertanggungjawaban personal. Mari kita perhatikan ayat al Qur’an berikut dalam al Qur’an surat al Naml [27]: 27-31 berikut ini:

“Akan kami lihat, apa kamu benar, ataukah kamu termasuk orang-orang yang berdusta. Pergilah dengan (membawa) suratku ini, lalu jatuhkan kepada mereka, kemudian berpalinglah dari mereka, lalu perhatikanlah apa yang mereka bicarakan”. Berkata ia (Balqis): “Hai pembesar-pembesar, sesungguhnya telah dijatuhkan kepadaku sebuah surat yang mulia. Sesungguhnya surat itu, dari SuIaiman dan sesungguhnya (isi)nya: “Atas nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Bahwa janganlah kamu sekalian berlaku sombong terhadapku dan datanglah kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri .

Dari situ dapat dimaknai, bahwa apa yang dilakukan Sulaiman itu, mewakili Allah. Seluruh tindakan yang dilakukan Sulaiman ketika mengajak Ratu Balqis untuk memeluk ajaran Allah sekalipun, merupakan ejawantah dari keharusan dirinya sebagai wakil Allah. Konsekwensi dari posisinya sebagai wakil Allah itu, maka, tindakannya harus mencerminkan sipat Allah itu sendiri. Inilah mengapa bismillahirrahmanirrahiim,  menjadi magma penting dalam membangun hidup manusia yang mengimani-Nya. By. Prof. Cecep Sumarna

  1. Irfan Sahroni berkata

    Dalam penafsiran diatas makna kata dari bismillahirrahmanirrahim ada perbedaan makna. Bila mengartikan dengan nama Allah maka konsekwensinya kita hanya menjadi pernyerta dalam segenap tindakan yang dilakukan, jika kalau mengartikan dengan menyebut atas nama Allah maka kita bukanlah penyerta, tetapi semua tindakan kita akan dan harus mewakili tuhan

  2. Cecep Sumarna
    Cecep Sumarna berkata

    Jika kita menerjemahkan huruf ba dengan pengertian “dengan” maka, konsekwensinya, kita menjadi penyerta. Kita adalah objek seluruh mental ketuhanan. Tetapi, jika kita menerjemahkannya dengan pengertian atas nama Allah, maka, konsekwensi yang akan kita terima adalah, bahwa semua yang kita lakukan merupakan manifestasi ketunggalan Tuhan. Kita bukan saja menjadi duta besar Tuhan, tetapi, kita menjadi mandataris Allah, Karena itu, berharti-hatilah dalam bertindak. Mengapa? Karena sesungguhnya kita mewakili Allah yang segala sesuatunya Maha.
    Apapun itu ceritanya, aku bangga, kalian mulai terlatih sebagai kaum literasi yang bakal menghabiskan waktunya dalam kajian2 keilmuan. Selamat dan sukses selalu menyertai kita semua.

  3. Zainal Ma'arif berkata

    Dari paparan diatas yang saya ambil ialah mengetahui perbedaan penafsiran arti jika ba’ diartikan dengan “dengan” dan ba’ diartikan dengan “atas” dalam basmalah. Jika dimaknai dengan “dengan” ialah seolah² kita hanya sebagai penyerta sedangkan jika dimaknai dengan “atas” ialah soalah² kita mewakili, mksudnya ialah segala tindakan yang membaca al-qur’an harus dapat dipertanggungjawabkan. Subhanallah sungguh besar kalamullah.

    1. Dede hidayatulloh berkata

      Ya itulah bila kita tidak mengetahui ilmunya untuk penafsiran al quran berbuatan kita saat penafsiran itu akan dipertanggung jawabkan di hadapan Allahsubhanahu wata ala

  4. Arul Ikhbarul Haqi berkata

    Memahami al Qur’an dari huruf ba’. Huruf ini persempitan dari dalil basmalah, bismillahirrahmanirrahiim yang merupakan implikasi dari surat Al Fatihah, surat ini mengandung makna global yang rinciannya ada di dalam al Qur’an.
    Huruf ba’ dalam kata basmalah ada yang mengartikan DENGAN tapi didalam artikel ini dimaknai ATAS. Perbedaannya jika dimaknai “DENGAN” maka dengan nama Allah, kita yang membacanya itu sebagai penyerta. Jadi didalam segala sesuatu yang kita lakukan diawali dengan membaca basmalah, tidak disertai pertanggung jawaban karena kita sebagai penyerta hanya menyertakan nama-NYA saja. Sedangan jika makna “ATAS” maka perbuatan yang kita lakukan akan dilakukan dengan penuh tanggung jawab tidak hanya menyertakan nama-NYA tapi menjiwai karena disini sebagai wakil-NYA yang menjadikan semua perbuatan yang dilakukan harus mencerminkan sifat Allah.
    Jadi semua yang dilakukan dengan basmalah yang dimaknai “atas”, akan menunju ke arah kebaikan

    1. MUNIRUDIN berkata

      Intinya jika hendak berbuat baik maka bacalah basmalah ,dan perbuatan baik itu pasti beanfaat.

    2. Dede hidayatulloh berkata

      Ya pembahasan hurup ba sendiri itu memberi tahukan kepada kita bahwa kita harus selalu merendah dir karena di dalam ilmu nahwu pun hurup ba itu termasuk kedalam hurup jar yang mengkasrohkan

  5. MUNIRUDIN berkata

    Jika kita mengerjakan sesuta karena Allah maka pekerjaan kita terasa ringan dan hendaknya kita membaca basmalah.seperti pada artikel di atas basmalah jika diartikan menurut keyakinan kita yaitu ”atas nama allah yang maha pengasih lagi maha penyayang disitulah kita berniat hanya umtuk Allah.

  6. Muhammad Ghowtsul Alam berkata

    pembahasan mengenai kalimat basmallah banyak ditinjau dari berbagai segi, baik dari segi Nahwu dan sharaf ataupun segi bahasa. karena kalimah basmallah begitu banyak mafaat dan rahasianya. huruf-huruf yang ada dalam basmallah yaitu huruf Baa’, ternyata terdapat banyak manfaat dan rahasianya.

  7. Mukhammad Hasanudin(T.Ips A)Semester 1 berkata

    Menurut pendapat saya dari Artikel tersebut seseorang mulai belajar tafsir untuk mengetahui lebih dalam tentang Al Qur’an salah satunya makna tentang Ba dalam Basmallah.Kata Bismillah yang umumnya diartikan “Dengan nama Allah” selalu kita ucapkan di kala kita melakukan sholat atau sebelum kita melakukan suatu pekerjaan
    Ini merupakan sebuah peringatan bagi ummat manusia, bahwa jika huruf ‘ba’ dengan harakat kasroh memiliki makna ketidak berdayaan manusia dalam menghadapi cobaan Allah SWT. Maka dari itu sebelum memulai berbagai pekerjaan diawali dengan membaca bismillah yang merupakan tanda ketidak berdayaan manusia tanpa kekuatan dari sang Maha Pencipta, dan Pembahasan rahasia titik di bawah huruf ba mengingatkan kita pada penciptaan kita sebagai manusia.dalam Al Qur’an ketika beda harakat maka artinya pun akan berbeda ,begitu pun dengan kata Ba dalam basmallah yang mempunyai makna yang luar biasa yang menyangkut sang maha pencipta
    Terimakasih.

    1. Fathurrakhman aji T.IPS-A/1 berkata

      Setelah saya membaca, saya memahami bahwa terdapat perbedaan makna dari kata “dengan menyebut nama Allah” dan “atas nama Allah” apabila diartikan “dengan nama Allah” kita hanya menjadi penyerta dalam tindakan tindakan yang kita lakukan, namun jika diartikan “atas nama Allah” maka kita bukan penyerta tetapi semua tindakan kita akan dan harus mewakili tuhan bahwa jika memulai pekerjaan atas nama Allah atau dapat diartikan sebagai perintah dari Allah, walau kalimat tersebut tidak berbentuk perintah yang menyatakan mulailah pekerjaanmu. Maka membaca basmalah dengan diartikan atas nama Allah sebelum melakukan kegiatan apapun jenis pekerjaan itu harus didasari bahawa titik tolaknya adalah Allah SWT. Terimakasih, wassalammualaikum.

  8. Acep Lutvi
    Acep Lutvi berkata

    Analisa pendidikan dan filsafatnya. Ini penting sebab di sinilah titik berangkat semua perilaku umat Islam

  9. Dede hidayatulloh berkata

    Al quran bersubtansi pada surat al fatihah atau juga lazim disebut dengan umul quran dan surat al fatihah pun masih dapat dihimpun dalam kalimat bismilahirahmanirrahim dan kalimat ini pun masih dapat di persempit lagi dengan hurup ba. Adapun pemaknaan arti bismilahi menurut Prof. cecep sumarna yaitu dengan nama allah itu konsekwensinganhaya jadi penyerta dalam segenap tindakan.
    Adapu jikalau menggunakan makna atas nama allah itu bukan penyerta tetapi semua tindakan kita akan dan harus mewakili tuhan.
    Adapun makna dalam kehidupan apabila kita mengartikan bismillah dengan atas nama tuhan saat kita membaca alquran maka kita harus dapat mempertanggungjawabkan bacaan kita dan apa bial kita mengartikan bismillah dengan,dengan menyebut nama tuhan maka kita tidak perlu mempertanggung jawabkan bacaan kita.
    Maka perhatikan lah ayat alquran yang terdapat pada surat an naml ayat 27 – 31

    1. Acep Lutvi
      Acep Lutvi berkata

      Analisa filsafat dan pendidikannya ya … coba dilengkapi lagi

      1. Dede hidayatulloh berkata

        Ya jadi pendidikan yang saya daptka ialah bahwa keagungan allah bisa kita lihat dalam kalimat bismillah.
        Orang uang awam jangan lah mentafsirkan alquran dengan semena mena.
        Awalilah segala sesuatu dengan bacaan bismillah supaya segala sesuatu yang kita perbuat menjadi berkah

    2. MUNIRUDIN berkata

      Jika kita mengerjakan sesuta karena Allah maka pekerjaan kita terasa ringan dan hendaknya kita membaca basmalah.seperti pada artikel di atas basmalah jika diartikan menurut keyakinan kita yaitu ”atas nama allah yang maha pengasih lagi maha penyayang disitulah kita berniat hanya umtuk Allah.

  10. Aida Nur Aisyah berkata

    Assalamu’alaikum wr. wb
    Jika kita mengartikan bacaan basmalah dengan menggunakan “Dengan nama Allah” mempunyai arti bahwa kita hanya menyampaikan secara verbal tanpa menerapkan dalam kehidupan kita. Sementara jika kita mengartikannya dengan menggunakan “Atas nama Allah” mempunyai arti bahwa kita menyampaikan secara verbal dan menerapkan sifat Allah dalam kehidupan kita. Karena kata “Atas nama Allah” sama dengan mewakili Allah. Selain itu, dalam ajaran agama Islam kita tidak hanya dituntut untuk membaca dan mempelajari saja tetapi juga menerapkan. Menerapkan sifat Allah dan apa yang di perintahkan Allah dalam kehidupan kita.
    Sekian
    Wassalamu’alaikum wr. wb

    1. Acep Lutvi
      Acep Lutvi berkata

      Analisa pendidikan dan filsafatnya. Ini penting sebab di sinilah titik berangkat semua perilaku umat Islam

  11. Muhamad Udin T.IPS-A/1 berkata

    Assalamualaikum wr. wb
    Aku baru tahu sekarang bahwa Basmallah di terjemahkan dengan Atas Nama Allah bukan dengan Nama Allah, disebutkan bahwa di novel ini pada zaman dahulu banyak orang yang sakti bisa terbang dengan membaca Basmallah. di novel ini juga ada kisah tentang Nabi Sulaiman yang mengirim surat ke ratu bilqis, dalam surat al Naml ayat 27-31.

    1. Acep Lutvi
      Acep Lutvi berkata

      Tolong diperhatikan analisa filsafat pendidikannya ….

    2. Ega sopana IPS A/1 berkata

      Subhanallah pengingatan bapak sangat luar biasa. Padahal itu waktu kelas IV SD tapi masih ingat.masa-masa kecilnya subhanallah itu suatu kebesaran allah. Novel nya sangat memotivasi terutama dalam hal mencari ilmu. Saya sangat kagum dengan novel ini. Seorang anak kelas 4 SD belajar tafsir. Ya walaupun cuma bisa mendengarkan. Saya tidak mengerti apa yang di pelajari seorang guru. Nah disinilah menuntut ilmu itu tidak mengenal usia.

  12. Iqbal ismail berkata

    menurut pandangan saya tentang novel tersebut adalah betapa kauatnya efek dan dampak dari pengucapan kata basmallah dalam setiap menjalankan pekerjaan.dengan mengucap kata basmallah maka Allah akan senantiasa dalam naungan pekerjaan seseorang yang akan di lakukan.allah juga akan mempermudah dalam menyelesaikan perkara perkara dalam pekerjaan tersebut dan kita juga meminta ridho Allah awt

    1. Acep Lutvi
      Acep Lutvi berkata

      Hemmmmm coba bayangkan betapa hebatnya umat Islam jika mengamalkan ajaran al Qur’an secara baik dan benar

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.