Memahami Ilmu Pengetahuan| Filsafat Ilmu Part – 9

Memahami Ilmu Pengetahuan
17 2.049

Kata Ilmu (B. Ind) berasal dari bahasa Arab, a’lama, artinya pengetahuan. Kata ini sering disejajarkan dengan kata science dalam bahasa Inggris yang merupakan serapan dari Bahasa Latin, scio, scire yang arti dasarnya, menurut Sidi Ghazalba (1973) berarti  pengetahuan.

Ada juga yang menyebut bahwa science berasal dari Bahasa Latin sciere dan scientin yang artinya pengetahuan dan aktivitas mengetahui. M. Quraish Shihab (1992) berpendapat bahwa ilmu berasal dari bahasa Arab, Ilm. Arti dasarnya adalah kejelasan atau sesuatu yang sudah jelas.

Karena itu, segala bentuk kata yang terambil dari akar kata ‘ilm seperti kata ‘ulmat (bibir sumbing), ‘alam (gunung-gunung) dan ‘alamat selalu mengandung objek pengetahuan. Ilmu dengan demikian dapat diartikan sebagai pengetahuan yang jelas tentang sesuatu. Memahami Ilmu dan Pengetahuan Perspektif Filsafat.

Persamaan dan Perbedaan Ilmu dan Pengetahuan

Pengetahuan sendiri, semakna dengan kata knowledge (B. Inggris) yang sering diartikan dengan sejumlah informasi yang diperoleh manusia melalui pengamatan, pengalaman (empiri) dan penalaran (rasio). Pengetahuan tentu berbeda dengan ilmu, terutama dalam pemakaiannya.

Ilmu lebih menitikberatkan pada aspek teoretis —yang pasti mensyaratkan proses teoretisasi— dari sejumlah pengetahuan yang diperoleh dan dimiliki manusia. Itu pula yang menyebabkan saya, harus mengatakan bahwa Ilmu sama dengan teori. Sedangkan pengetahuan tidak mensyaratkan adanya teoretisasi dan pengujian.

Kebenaran ilmu menuntut generalisasi. Ia didiperoleh melalui sejumlah penelitian dan pembuktian dari hanya sekedar pembenaran rasio. Sedangkan pengetahuan belum dapat digunakan untuk proses generalisasi. la tidak menuntut penelitian dan pengkajian lebih lanjut.

Setiap jenis pengetahuan, pada prinsipnya selalu berguna untuk memberikan jawaban terhadap berbagai pertanyaan yang muncul dalam diri seseorang. Pengetahuan selalu memberi rasa puas dengan menangkap tanpa ragu terhadap sesuatu. Pengertian pengetahuan seperti itu telah membedakannya dengan ilmu yang selalu menghendaki penjelasan lebih lanjut dari hanya sekedar dituntut pengetahuan (Mundiri, 2000). Kesan yang muncul atas definisi di atas adalah pengetahuan berbeda dengan ilmu. Pengetahuan adalah sejumlah informasi yang menjadi landasan awal bagi lahirnya ilmu. Tanpa didahului oleh pengetahuan, ilmu tidak akan pernah ada dan mungkin tidak akan pernah lahir.

Al-Ghazali (tt: 7-12) mengartikan pengetahuan sebagai hasil aktivitas mengetahui, yakni: tersingkapnya suatu kenyataan ke dalam jiwa sehingga tidak ada keraguan terhadapnya. Menurut al-Ghazali, jiwa yang tidak ragu terhadap apa yangdiketahui menjadi syarat mutlak diterimanya pengetahuan.

Misalnya, seseorang mengetahui dan meyakini bahwa ada sepuluh Malaikat yang wajib diketahui. Pengetahan tentang sejumlah Malaikat yang sepuluh dan wajib diketahui itu, tetap dipertahankannya meskipun ada guru atau kaum cerdik cendikiawan lain menyatakan bahwa bukan sepuluh, jumlah Malaikat yang wajib diketahui, melainkan hanya ada lima. Pengetahuan yang dibarengi dengan keyakinan seperti itu, disebut al-Ghazali sebagai pengetahuan.

Ahmad Tafsir (1992) berpendapat bahwa pengetahuan berlangsung dalam dua bentuk dasar dan fungsi yang berbeda. Pertama, pengetahuan berfungsi untuk dinikmati dan memberikan kepuasan kepada hati manusia seperti terdapat dalam kajian mistik dan filsafat, dan; Kedua, pengetahuan yang patut digunakan atau diterapkan dalam menjawab kebutuhan praktis kebutuhan manusia seperti yang terdapat dalam sains. Masing-masing jenis dan fungsi pengetahuan kemudian memiliki objek, pradigma, metode dan ukurannya sendiri-sendiri, yang satu sama lain sangat berbeda.

Kajian terhadap pengetahuan, ilmu dan dasar-dasar yang mengitarinya, akan coba dijawab di bab ini. Bab ini menjelaskan dasar-dasar pengetahuan yang meliputi penalaran logika dan kriteria kebenaran. Kemampuan seseorang dalam meletakkan dasar-dasar ini, akan menyebabkan dirinya berkemampuan untuk mengembangkan pengetahuan yang menjadi rahasia kekuasaan Tuhan, dan sekaligus dalam perspektif teologi keislaman dapat menjadi semacam penguat akan fungsinya sebagai khalifat fi al-ard (penguasa di bumi, penjaga di bumi dan pengganti “Tuhan” di bumi) untuk mengurusi alam sesuai dengan kepentingan manusia. Tentu perjalanan manusia yang demikian itu didasarkan atas apa yang “dikehendaki” Tuhan. Dalam bahasa yang agak filsofis, rantaian pemahaman ini akan mendorong orang untuk berkemampuan membaca qudrat, iradat dan rnasy’at Tuhan.

Ilmu Beda dengan Pengetahuan

Athur Thomson mendefinisikan ilmu sebagai pelukisan fakta-fakta, pengalaman secara lengkap dan konsisten meski dalam perwujudan istilah yang sederhana. S. Hornby (1996: 307) mengartikan ilmu, “Science is organized knowledge obtained by observation and testing of fact” (ilmu adalah susunan atau kumpulan pengetahuan yang diperoleh melalui penelitian dan percobaan dari fakta-fakta). Kamus Bahasa Indonesia, menerjemahkan ilmu sebagai pengetahuan tentang suatu bidang yang disusun secara bersistem menu-rut metode-metode tertentu, sarana dan alat tertentu pula.

Jika perangkat pengetahuan itu mampu dikonstruk dan digunakan, maka sekaligus ia dapat menerangkan gejala-gejala tertentu pula. Kamus ini juga menerangkan bahwa ilmu dapat diartikan sebagai pengetahuan atau kepandaian tentang soal duniawi, akhirat, lahir batin.

Poincare (1975: 272) menyebutkan bahwa ilmu berisi kaidah-kaidah dalam arti definisi yang bersembunyi (science consist entirely of convention in the sence of disguised definitions). Pengertian dan kandungan ilmu yang dicoba ditawarkan Poincare ini, harus pula diakui memperoleh penolakan dari sebagian ahli. Bahkan ada anggapan yang menyatakan bahwa pikiran Poincare ini merupakan kesalahan besar.

M Le Ray seolah menjadi antitesis dari pemikiran Poincare. Le Ray misalnya menyatakan bahwa “Science it consis only of conventions and it is solely to this circumstance that it owes its apparent certaintly”. Le Ray juga menyatakan bahwa science can’t teach us the truth, it’s can serve us only as a rule of action (ilmu tidak mengerjakan tentang kebenaran, ia dapat menyajikan sejumlah kaidah dalam berbuat). Dari beberapa definisi ilmu di atas, maka, kandungan ilmu berisi tentang; hipotesa, teori, dalil dan hukum.

Hakikat ilmu bersifat koherensi sistematik. Artinya, ilmu harus terbuka kepada siapa saja yang mencarinya. Ilmu berbeda dengan pengetahuan. Ilmu tidak pernah mengartikan kepingan-kepingan pengetahuan berdasarkan satu putusan tersendiri. Ilmu justru menandakan adanya satu keseluruhan ide yang mengacu kepada objek atau alam objek yang sama dan saling berkaitan secara objektif. Setiap ilmu bersumber di dalam kesatuan objeknya.

Ilmu tidak memerlukan kepastian lengkap berkenaan dengan penalaran masing-masing orang. Ilmu akan memuat sendiri hipotesis-hipotesis dan teori-teori yang sepenuhnya belum dimanfaatkan. Ilmu membutuhkan metodologi, sebab dan kaitan logis. Ilmu menuntut pengamatan dan kerangka berfikir metodik. Alat Bantu metodologis yang penting dalam konteks ilmu adalah termionologi ilmiah.

Kategorisasi Ilmu

Dilihat dari kategorinya, ilmu dibagi menjadi beberapa bagian. Syed M. Naquib al-Attas (2003), menyebut bahwa ilmu dapat dibagi menjadi dua kategori. Iluminasi atau ilmu rnn’rint dan ilmu sains. Ilmu ma’rifat menurut al-Attas adalah ilmu yang langsung diberikan Allah kepada manusia berupa wahyu, ilham dan irhas. Ilmu ini diberikan Allah kepada mereka yang taat menjalankan ibadah dengan tulus namun dibarengi pengetahuan yang luas melalui berbagai pendekatan,

Ilmu ma’rifat dapat disebut sebagai makanan jiwa manusia. Sedangkan sains dianggap al-Attas sebagai ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan fisik dan objek-objek yang berhubungan dengan aspek-aspek fisik tadi. Ilmu kedua ini dianggap al-Attas dapat dicapai oleh manusia melalui penggunaan daya intelektual dan jasmaniah. Ilmu pengetahuan ini bersifat acak dan pencapaiannya menempuh jalan yang bertingkat-tingkat. S. Nasution, mengkategorikan ilmu menjadi dua bagian. Kedua bagian ilmu itu adalah: ilmu murni (teoritis) dan ilmu terapan (praksis). Ilmu murni menghasilkan prinsip umurn yang dapat digunakan untuk memecahkan berbagai masalah praktis yang dihadapi umat manusia. Sedangkan ilmu terapan mengungkapkan fakta-fakta baru yang mendukung teori atau yang menguji kemampuan teori.

Sidi Ghazalba (1973) mengkategorikan ilmu dalam kategori yang agak luas dibandingkan dengan tokoh-tokoh tadi. la mengkategorikan ilmu menjadi enam  Keenam kategori ilmu yang digagas Sidi Ghazalba itu adalah:

  1. Ilmu Praktis. Ilmu dengan kategori ini hanya sampai pada hukum umum atau abstrak. Namun demikian, kategori ilmu ini tidak hanya berhenti pada teori, tetapi ia berjalan menuju dunia nyata, kategori ilmu ini mempelajari hubungan sebab akibat untuk ditetapkan dalam alam nyata. Rumusan kategori ilmu yang demikian berpijak pada siklus alam yang berubah secara dinamik dan teratur.
  2. Ilmu praktis Nonuatif Kategori ini sudah memberi ukuran (krikteria) dan norma-norma.
  3. Ilmu Praktis Positif. Ilmu ini diberikan ukuran atau norma- norma yang lebih khusus daripada ilmu praktis normatif. Norma yang dikaji adalah bagaimana membuat suatu tindakan yang harus dilakukan seseorang untuk mencapai sesuatu.
  4. Ilmu Spekulasi-Ideografis. Kategori ilmu ini tujuannya untuk menguji kebenaran objek dalam wujud nyata dalam ruang dan waktu tertentu.
  5. Ilmu Spekulasi-Nometetis. Kategori ilmu ini tujuannya untuk mendapatkan hukum umum atau generalisasi substantive.
  6. Ilmu Spekulasi-Teoritis. Kategori ilmu ini bertujuan memahami kualitas kejadian untuk memperoleh kebenaran dari suatu keadaan atau peristiwa tertentu. Prof. Dr. H. Cecep Sumarna

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

  1. juniari tri trisno berkata

    Assalamualaikum wr wb
    Nama: Juniari Tri Trisno
    Jurusan/kelas: Tadris Ips/B
    Semester: 1
    Hasil diskusi menurut pendapat saya kata ilmu berasal dari bahasa Arab ‘alama artinya pengetahuan arti dasarnya kejelasan atau sesuatu yg sudah jelas. Dengan demikian ilmu dapat diartikan sebagai pengetahuan jelas tentang sesuatu. Imut sama dengan teori.
    Kalau pengetahuan sering diartikan dengan sejumlah informasi melalui pengamatan, pengalaman (empiri) dan penalaran (rasio).fungsi pengetahuan menurut ahmad tafsir fungsi pengetahuan ada 2 bentuk dasar dan fungsi yang berbeda. 1 pengetahuan berfungsi untuk dinikmati dan memberikan kepuasan 2 pengetahuan yang patut digunakan dan diterapkan dalam menjawab kebutuhan praktis,kebutuhan manusia.

  2. Salman Alfarizi berkata

    Assalamualaikum wr.wb
    Nama: Salman Alfarizi
    Jurusan/kelas: Tadris Ips/B
    Semester: 1
    Yang saya faham dalam diskusi ini adalah
    adalah ilmu berasal dari bahasa arab ‘alama yang artinya pengetahuan, sedangkan menurut bahasa inggris ilmu itu since yang berasal dari kata scio dan scire yang artinya pengetahuan, menurut pendapat sidi ghazali 1973. jadi ilmu adalah kejelasan atau sesuatu yang sudah jelas.
    #Persamaan dan perbedaan ilmu dan pengetahuan: pengetahuan menurut knowledge adalah sejumlah informasi yang diperoleh manusia melalui pengamatan, pengalaman (empiri) dan penalaran (rasio). Ilmu dengan pengetahuan jelas berbeda, terutama dalam pemakaiannya. Ilmu sama dengan teori. Kebenaran ilmu menurut generalisasi, ia diperoleh melalui sejumlah penelitian dan pembuktian. Pengetahuan tidak menuntut penelitian atau pengkajian lebih lanjut (belum dapat menggunakan proses generalisasi). #Menurut Syed M Naquib Al-attas ilmu dibagi 2, yaitu:
    1. Iluminasi/ilmu ma’rifat atau sama dengan makanan jiwa manusia. Ilmu ma’rifat adalah ilmu yang langsung diberikan allah kepada manusia berupa Wahyu, Ilham dan irhas. Ilmu ini diberikan kepada mereka yang taat menjalankan ibadah dengan tulus namun dibarengi pengetahuan yang luas melalui berbagai pendekatan.
    2. Ilmu sains menurut al-attas sebagai ilmu pengetahuan daya intelektual dan jasmaniah yang bersifat acak dan pencapaiannya menempuhnya jalan bertingkat-tingkat.
    #Kategori ilmu menurut sidi ghazalba:
    1. Ilmu praktis
    2. Ilmu praktis nonuatif
    3. Ilmu praktis positif
    4. Ilmu spekulasi-nometetis
    5. Ilmu spekulasi teoretis
    sekian, terimakasih
    Wassalamualaikum wr.wb

  3. Nurul Siti Khotimah berkata

    Assalmu’alaikum Wr.Wb
    Saya Nurul Siti Khotimah,IPS B,
    Kata Ilmu (B. Ind) berasal dari bahasa Arab, a’lama, artinya pengetahuan. Kata ini sering disejajarkan dengan kata science dalam bahasa Inggris yang merupakan serapan dari Bahasa Latin, scio, scire yang arti dasarnya, menurut Sidi Ghazalba (1973) berarti pengetahuan. Ada juga yang menyebut bahwa science berasal dari Bahasa Latin sciere dan scientin yang artinya pengetahuan dan aktivitas mengetahui. kata knowledge (B. Inggris) yang sering diartikan dengan sejumlah informasi yang diperoleh manusia melalui pengamatan, pengalaman (empiri) dan penalaran (rasio). Pengetahuan tentu berbeda dengan ilmu, terutama dalam pemakaiannya. Ilmu lebih menitikberatkan pada aspek teoretis yang pasti mensyaratkan proses teoretisasi dari sejumlah pengetahuan yang diperoleh dan dimiliki manusia. Itu pula yang menyebabkan saya, harus mengatakan bahwa Ilmu sama dengan teori. Sedangkan pengetahuan tidak mensyaratkan adanya teoretisasi dan pengujian.
    Kamus Bahasa Indonesia, menerjemahkan ilmu sebagai pengetahuan tentang suatu bidang yang disusun secara bersistem menu-rut metode-metode tertentu, sarana dan alat tertentu pula. Jika perangkat pengetahuan itu mampu dikonstruk dan digunakan, maka sekaligus ia dapat menerangkan gejala-gejala tertentu pula.

    Kategori ilmu menurut sidi ghazalba:

    1. Ilmu praktis
    2. Ilmu praktis nonuatif
    3. Ilmu praktis positif
    4. Ilmu spekulasi-nometetis
    5. Ilmu spekulasi teoretis
    6. Ilmu edeolografis

  4. mila milawati berkata

    Assalamualaikum wr.wb
    kesimpulan dari diskusi kemarin
    bahwasannya ilmu itu berbeda dengan pengetahuan
    ilmu berasal dari b.arab (a’lama) yang artinya pengetahuan.
    ilmu itu sesuatu yang sudah jelas dan sudah di buktikan kebenran nya. sedangkan
    pengetahuan suatu informasi yang masih harus di teliti melalui penalaran dan pengalaman.
    ilmu sama degan teori sedangkan pengetahuan tidak mengarahkan teoritisasi
    S. Nasution, mengkategorikan ilmu menjadi dua bagian. Kedua bagian ilmu itu adalah: ilmu murni (teoritis) dan ilmu terapan (praksis). Ilmu murni menghasilkan prinsip umurn yang dapat digunakan untuk memecahkan berbagai masalah praktis yang dihadapi umat manusia. Sedangkan ilmu terapan mengungkapkan fakta-fakta baru yang mendukung teori atau yang menguji kemampuan teori.
    kategorisasi menurut sidi ghazalba:
    1. Ilmu praktis
    2. Ilmu praktis nonuatif
    3. Ilmu praktis positif
    4. Ilmu spekulasi-nometetis
    5. Ilmu spekulasi ideografis
    6. Ilmu sekulasi teoritis

  5. Mutmainnah berkata

     Hasil diskusi tentang ilmu pengetahuan.
    ilmu berasal dari bahasa arab ‘alama yang artinya pengetahuan, sedangkan menurut bahasa inggris ilmu itu since yang berasal dari kata scio dan scire yang artinya pengetahuan, menurut pendapat sidi ghazali 1973. jadi ilmu adalah kejelasan atau sesuatu yang sudah jelas.
    Persamaan dan perbedaan ilmu dan pengetahuan: pengetahuan menurut knowledge adalah sejumlah informasi yang diperoleh  manusia melalui pengamatan, pengalaman (empiri) dan penalaran (rasio). Ilmu dengan pengetahuan jelas berbeda, terutama dalam pemakaiannya. Ilmu sama dengan teori. Kebenaran ilmu menurut generalisasi, ia diperoleh melalui sejumlah penelitian dan pembuktian. Pengetahuan tidak menuntut penelitian atau pengkajian lebih lanjut (belum dapat menggunakan proses generalisasi). Menurut Syed M Naquib Al-attas ilmu dibagi 2, yaitu:
    1. Iluminasi/ilmu ma’rifat atau sama dengan makanan jiwa manusia. Ilmu ma’rifat adalah ilmu yang langsung diberikan allah kepada manusia berupa Wahyu, Ilham dan irhas. Ilmu ini diberikan kepada mereka yang taat menjalankan ibadah dengan tulus namun dibarengi pengetahuan yang luas melalui berbagai pendekatan.
    2. Ilmu sains menurut al-attas sebagai ilmu pengetahuan daya intelektual dan jasmaniah yang bersifat acak dan pencapaiannya menempuhnya jalan bertingkat-tingkat.
    Kategori ilmu menurut sidi ghazalba:
    1. Ilmu praktis
    2. Ilmu praktis nonuatif
    3. Ilmu praktis positif
    4. Ilmu spekulasi-nometetis
    5. Ilmu spekulasi teoretis
    6. Ilmu edeolografis

  6. Khoerunnisa berkata

    Menurut pendapat saya tentang diskusi materi ilmu dan pengetahuan adalah kata ilmu berasal dari b.arab a’lama artinya pengetahuan serapan dari bahasa latin scio scire yang arti dasarnya . Ilmu lebih menitik beratkan pada aspek teoritis yang pasti mensyaratkan proses teorisasi yang diperoleh manusia melalui sejumlah penelitian dan pembuktian dan kandungan ilmu berisi tentang hipotesa teori , dalil dan hukum . Sedangkan pengetahuan merupakan sejumlah informasi yang di peroleh manusia melalui pengamatan , pengalaman (empiri ) dan penalaran (rasio) sehingga pengetahuan dapat menjadi landasab awal bagi lahirnya ilmu selain itu pengetahuan diartikan sebagai aktifitas mengetahui yakni tersingkapnya suatu kenyataan kedalam jiwa sehingga tidak ada keraguan.

  7. Rizki Amalia Hidayat berkata

    assalamualaikum wr.wb
    saya Rizki Amalia Hidayat dari kelas IPS B semester 1..
    yang tadi saya diskusi tentang teori pengetahuan, kata ilmu itu berasal dari bahasa arab yaitu a’lama yang artinya ilmu atau kejelasan sesuatu yang sudah jelas.
    perbedaan ilmu dengan pengetahuan, kalau ilmu berasal dari teori-teori sedangkan pengetahuan berasal dari hasil pengamatan manusia.
    kategori ilmu itu dibagi menjadi 6, yaitu ilmu praktis, ilmu nonuatif, ilmu praktis positif, ilmu spekulasi- nometetis, ilmu spekulasi- ideografis, dan ilmu spekulasi teoritis.
    menurut Ahmad Tafsir berpendapat bahwa fungsi pengetahuan yaitu memberikan kepuasan pada hati manusia, kedua pengetahuan patut diterapkan dalam kebutuhan manusia.
    terimakasih..
    wassalamualikum wr.wb

  8. Lala Islahiyatul Fitriyah berkata

    Mengenai materi yang telah d paparkan, bahwasannya pengetahuan adalah sejumlah informasi yang menjadi landasan awal bagi lahirnya ilmu. Menurut pendapat saya pada intinya ilmu dan pengetahuan saling keterkaitan, apabila kita telah menemukan landasan awalnya maka akan lahir lah sebuah ilmu apabila kita tekun dalam mempelajarinya. Karena telah dijelaskan bahwa tanpa di dahului oleh pengetahuan ilmu tidak akan pernah ada dan mungkin tidak akan pernah lahir

  9. HANI FATMAWATI berkata

    asalamualaikum.wr.wb
    mungkin banyak orang yang berpersepsi bahwa mengenai ilmu dan pengetahuan itu sama,begitupun dengan saya, tapi jelas bahwa ilmu dan pengetahuan itu berbeda . Pengetahuan itu merupakan milik atau isi pikiran manusia yang merupakan hasil dari proses usaha manusia untuk tahu. sedangkan Ilmu lebih menitikberatkan pada aspek teoretis.

  10. Aslamah Miftahul Jannah berkata

    Assalamu’alaikum?
    Aslamah Miftahul Jannah (Tadris IPS A/1/1608104018)
    Jadi, semengerti saya bahwa ilmu dengan pengetahuan itu berbeda. Jika ilmu itu sesuatu yang sudah dibuktikan kebenaran atau keberadaannya, tetapi pengetahuan hanya berdasarkan pengalaman.
    Maaf pa, saya masih belum mengerti tentang filsafat ilmu lebih mendalam atau tentang perbedaan ilmu dengan pengetahun. Terima Kasih, wassalamu’alaikum..

  11. Liris Wian berkata

    Menurut saya, memahami ilmu dan pengetahuan perspektif filsafat sangat penting karena dengan filsafat kita dapat mencari rumusan yang sebaik-baiknya dan menyelidiki objek selengkap-lengkapnya. Memahami ilmu dan pengetahuan perspektif filsafat dapat memberikan pengertian mengenai hubungan yang ada antara kejadian-kejadian yang kita alami dan mencoba menunjukkan sebab-sebabnya.

  12. Andri kohar berkata

    Salam sejahtera melimpah pada bapak.
    Sebelumnya saya mohon maaf terlebih dahulu.
    Pejelasan di atas sangatlah menarik utk saya simpulkan, bahwa dengan membaca kita pasti mendapatkan ilmu dan pengetahuan trsbt. Karna membaca adalah sebagian cara atau akses menuju ilmu dan pengetahuan. “Membaca” bahwa secara bahasa arab, yaitu قراء، يقراء ,اقراء. Dalam alqur’an surat pertama yang diturunkan adalah surat al-alaq, yang didahului dgn kalimat (اقراء) yang berarti “Bacalah”–dengan membentuk kalimat perintah atau fi’il amar. Ketika kita kaitkan pada ilmu ushul al fiqh atau kaidahnya, dalam salah satu kitab karya syekh Abdul hamid (Al Bayaan), bahwa “الاصل في الامر للوجوب”, yg artinya Asal sesuatu perintah itu dihukumi wajib. Oleh karna itu, membaca adalah sebuah keseyogyaan/kewajiban bagi setiap makhluk–baik yg ingin mendapatkan ilmu, bahkan yang mungkin tdk ingin. Dan dalam ilmu tafsir, bahwasanya surat al alaq yg berbunyi اقراء tersebut, bukan hanya diartikan Membaca/bacalah saja. Tetapi, malah lebih dari itu. sebagian ulama muhaddist mengartikan, bahwa اقراء adalah Membaca,menelaah,menghayati,menilai, meneliti, mengetahui, menanggapi dan memahami.
    Intinya, membaca adalah akses mutlak yang harus di lakukan oleh mereka yang ingin mendapatkan sesuatu ; baik ilmu atau pengetahuan.
    Terimakasih

  13. Aceng khoer ependi berkata

    Aceng khoer ependi
    1415104004
    Tadris IPS A/3
    Mengenai pembahasan ilmu diatas, kita harus senantiasa mencari ilmu,ilmu dan ilmu, sebab ada hadits yang mengatakan yg artinya ” carilah ilmu walaupun ke negeri china ” , jdi kita mencari ilmu jgn hanya d sekitaran kita ja,, banyak ilmu di luaran sana ..

  14. Anan Abdul Hanan berkata

    Hal yang terpenting dari semua penjelasan di atas yaitu kita sebagai manusia yaitu teruslah mencari ilmu dan menggali pengetahuan untuk terus berada dan berdiri di jalur pendidikan .makasih. #1415104012

  15. Anan Abdul Hanan berkata

    Anan Abdul Hanan
    Kelas :Tadris Ips A /3
    Pengertian di atas mengenai arti dari ilmu telah memikat manusia untuk terus mencari dan menggali ilmu,tidak terkecuali bagi orang yang beragama islam,karena di islam Nabi Muhammad SAW sebagai nabi panutan bagi seluruh umat islam menyerukan umatnya untuk terus mencari dan menggali ilmu untuk kebahagiaan di dunia dan akhirat nya .

  16. KIKY BAROKATUN NISSA berkata

    Assalamu’alaikum wr.wb
    saya KIKY BAROKATUN NISSA
    NIM 1608104039
    dari kelas IPS A semester 1 ..
    Sebenarnya saya masih bingung antara filsafat dan ilmu pak.. keduanya mempunyai arti yang mirip..
    apakah orang yang ingin mencari ilmu harus mempelajari filsafat terlebih dahulu Pak?
    terimakasih..
    wassalamu’alaikum wr.wb

  17. KIKY BAROKATUN NISSA berkata

    Assalamu’alaikum wr.wb
    saya KIKY BAROKATUN NISSA dari kelas IPS A semester 1 ..
    Sebenarnya saya masih bingung antara filsafat dan ilmu pak.. keduanya mempunyai arti yang mirip..
    apakah orang yang ingin mencari ilmu harus mempelajari filsafat terlebih dahulu Pak?
    terimakasih..
    wassalamu’alaikum wr.wb

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.