Inspirasi Tanpa Batas

Memahami Makna Guyub dan Peran Paguyuban dalam Refleksi 21 Tahun Milad PMPT

0 84

Konten Sponsor

Paguyuban Mahasiswa Priangan Timur (PMPT) sebentar lagi menginjak usia 21 tahun, jika dilihat dari sudut pandang psikologi perkembangan, paguyuban sudah termasuk kedalam istilah Adult yang berarti “ tumbuh menjadi kuat dan sempurna” atau “telah dewasa”.

Apabila kita Tarik pada masa dua puluh tahun yang lalu saat mahasiswa rantau Kang Raden Waspada, Kang Dedi Jamaluddin dan kawan lainnya merumuskan, memperjuangkan sampai berikrar membuat suatu rumah yang kita kenal sekarang dengan organisai Paguyuban, maka akan kita rasakan gelora  semangat kepedulian dan suasana mental yang tumbuh dalam diri mereka pada saat itu.

Bukan saja sebuah cerita usang dalam catatan sejarah. Saat sentiment kedaerahan dan tendensi kepentingan berubah menjadi sebuah kesadaran untuk menyatu, menghimpun segenap semangat muda yang berceceran dalam sebuah impian besar yaitu Paguyuban Mahasiswa Priangan Timur.

Namun lebih dari kesadaran untuk berkumpul, disana terdapat suatu komitmen kekeluargaan yang kuat berikrar atas nama Tuhan untuk saling menjaga, mengakui, mengembangkan potensi bersama dalam bingkai “silih asah, silih asih,silih asuh” dan penulis menganggap ini merupakan suatu kemenangan besar memerdekakan suatu mental inlender, kemenangan besar atas terbebasnya dari rasa keterasingan di tengah-tengah perantauan.

Dalam trajekori visioner dari gagasan yang ditorehkan Antonio Gramsci (1991) dalam magnum opusnya Prison Notebooks, ada tiga tahapan  yang harus dikawal untuk mendapatkan suatu kemenangan politik sebuah gerakan kerakyatan.

  • Pertama, mereka yang minor atau yang tertindas menyadari akan kondisi dan mengorganisir diri mereka untuk mencapai tahapan selanjutnya.
  • Kedua yaitu menyadari akan kepentingan partikular dan berani memperjuankan kepentingan particular melalui arena politik structural maupun kultural.
  • Tahap ketiga adalah momen blok sejarah dimana segenap kepentingan particular. Mereka memperjuangkan diri dalam arena politik mampu melampaui segenap kepentingan particular mereka. Dan mereka membangun sebuah blok perlawanan bersama atas nama perjuangan kepentingan kolektif.

Apabila tahap ini tercapai maka sebuah pergerakan berbasis kerakyatan telah sampai pada tahap yang disebut dengan momen hegemonic.

Jika mengikuti gagasan Antonio Gramsci tadi, pembentukan paguyuban di tahun 1997 merupakan kebangkitan awal bagi mahasiswa asal priangan, dimana mereka mulai menyadari bahwa mereka harus bangkit dan mengorganisir diri untuk menunjukan identitasnya, meskipun fase ini hadir dalam sentiment berbasis kedaerahan.

PMPT: “Karena Kaum Pendatang Bukan Dalam Posisi Inlender”

Dalam sejarah selanjutnya, masuknya anggota Paguyuban dalam kancah politik kemahasiswaan baik intra maupun ekstra kampus menjadi cikal bakal pentingnya pengakuan. Dalam arena ini, mereka memperjuangkan kepentingannya dalam arena politik.

Sebuah mitos telah dihancurkan bahwa kaum pendatang selalu berada dalam posisi inlender (sabecaeun). Seperti Pendahulu kaum Bumi Poetra menghancurkan mitos bahwa pribumi lebih rendah ketimbang penjajah.

Pada kondisi seperti ini kesadaran akan kemempuan mahasiswa perantau untuk memperjuangkan harga diri primordialnya di masa depan . Kemudian pembentukan sebuah komunitas politik mulai diperkenalkan, saat itu mulai lah lahir orang orang besar seperti Prof. Cecep Sumarna, sampai Aang Munawar. Dan tak lama dari itu momen historical blok mulai tercipta.  Mahasiswa asal priangan mulai berani tampil kepermukaan dan memerdekaan diri serta mental mereka di tengah tengah panasnya kondisi kemahasiswaan.

Semoga di umur ke 21 Paguyuban semakin dewasa dan matang. Baik dalam segi keorganisasian, matang pikiran dan pandangan serta matang dalam unsur moral-spiritualnya. dan harapan penulis bagi para pengurus Paguyuban semoga tambah dewasa bersamaan dengan usia organisasinya dan mampu menambah kadar sense of responsibility nya, berprilaku sesuai norma, berwawasan global serta mempertahankan kearifan lokal. Penulis: Fajar Rahmawan

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar