Inspirasi Tanpa Batas

Memahami Makna Seks dan Gender

0 43

Konten Sponsor

Kajian tentang seks dan gender, saat ini sering muncul ke permukaan. Banyak di antara pembaca dan pegiat kajian ini, yang sulit membedakan makna seks dan makna gender. Seolah keduanya adalah sama. Masih banyak di antara masyarakat kita [Indonesia] yang kesulitan membedakan seks dan gender.

Tulisan ini akan menjelaskan tentang makna seks dan makna gender. Kajian ini, juga secara langsung akan membedakan di mana posisi seks dan di mana posisi gender dalam ruang lingkup kajian psikologi.

Makna Seks dan Gender

Secara etimologi, kata gender dalam istilah Indonesia sebenarnya diambil dari bahasa Inggris, yakni gender yang berarti jenis kelamin.[1] Kata jenis kelamin, secara langsung sering dianggap sama dengan istilah seks. Padahal keduanya berbeda. Karena itu, tidak heran jika banyak di antara warga masyarakat yang salah dan cenderung tidak faham dalam mengidentifikasikan makna di antara keduanya.

Seringkali Istilah gender tumpang tindih dengan makna seks (jenis kelamin). Padahal dua kata itu merujuk pada bentuk yang berbeda. Untuk memahami konsep tersebut kita harus membedakan terlebih dahulu mengenai arti kata seks dan gender itu sendiri.

Seks adalah bentuk sifat atau dari pembagian dua jenis yaitu laki-laki dan perempuan. Seks lebih banyak berkonsentrasi kepada aspek biologi seseorang. Hal ini, meliputi perbedaan komposisi kimia dan hormon dalam tubuh antara apa yang disebut dengan laki-laki dan perempuan. Anatomi fisik, reproduksi dan karakteristik biologis lainnya, inilah yang membedakan antara laki-laki dan perempuan.[2]

Contoh, laki-laki memiliki penis, scrotum, memproduksi sperma. Sedangkan perempuan memiliki vagina, rahim, memproduksi sel telur [ovum]. Alat-alat biologis tersebut tidak dapat dipertukarkan sehingga sering dikatakan sebagai kodrat atau ketentuan dari Tuhan yang hadir secara nature.[3]

Sedangkan gender lebih banyak berkonsentrasi kepada aspek sosial, budaya, psikologis, dan aspek-aspek non biologis lainnya. Gender merujuk pada konsep laki-laki dan perempuan berdasarkan dimensi sosial budaya dan psikologi. Karena itu sangat mungkin perempuan [seks], tetapi memiliki karakter yang berlawanan dari dimensi fisiknya.

Studi gender lebih menekankan pada aspek maskulinitas (masculinity) atau feminitas (femininity) seseorang. Proses perkembangan manusia menjadi seorang laki-laki (being a man) atau menjadi seorang perempuan (being a woman), lebih banyak digunakan istilah gender dari pada istilah seks.

Dari beberapa definisi tentang gender yang telah diungkapkan di atas dapat dikatakan bahwa gender merupakan jenis kelamin social. Hal ini tentu berbeda dengan jenis kelamin biologis. Dikatakan sebagai jenis kelamin sosial karena merupakan tuntutan masyarakat yang sudah menjadi budaya dan norma sosial masyarakat yang melekat pada kaum laki-laki dan perempuan dan membedakan antara peran jenis kelamin laki–laki dan perempuan. Humaya Aisma

Bahan Bacaan

[1] Jhon M. Echols dan Hassan Shadily, Kamus Inggris – Indonesia, (Jakarta: Gramedia, 2010), hal. 265.
[2] Nasaruddin Umar, Argumen Kesetaraan Gender Perspektif Al-Quran, (Jakarta: Dian Rakyat, 2010), hal. 32.
[3]Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia, Pengertian dan Perbedaan Antara Gender dan Seks, http://pkbi-diy.info/?page_id=3498 diakses pada Minggu, 05 Nopember 2017 Pukul 20.15 Wib

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar