Memahami Simbol|Filsafat Ilmu Part – 12

Memahami Simbol Filsafat Ilmu Part - 12
10 517

Ketika disebut kata simbol, tentu banyak orang memahami sekaligus mamaklumi makna yang dikandung, meski bukan berarti otomatis benar. Simbol, suatu kata sederhana dan mudah diingat meski membutuhkan energy untuk memahami simbol secara utuh.

Secara Bahasa, kata symbol berakar dari symbol (Inggris), symbolicum (Latin), symbolon atau symballo (Yunani). Kata tadi, secara esensial mengandung makna menarik. Pertanyaannya untuk apa symbol dibuat dan mengapa manusia memerlukan simbol. Inilah yang akan penulis ulas.

Fungsi Simbol

Dalam analisa saya, symbol umumnya digunakan untuk dua keperluan. Pertama, symbol dibuat untuk melakukan kongkretisasi terhadap sesuatu yang abstrak dari sesuatu yang dianggap transenden. Dalam pengertian ini, symbol harus dianggap sebagai pancaran dari suatu realitas ideal yang transenden. Dalam Bahasa agama, yang transenden itu, umumnya diperkenalkan dengan nama Allah (Muslim), Alah (Kristen), Yahwe (Yahudi) atau Sanghyanwidi (Hindu-Budha). Dalam pengertian ini, symbol diperlukan mengefektivitaskan sesuatu agar yang abstrak mampu dikongkretisasi.

Kedua, symbol digunakan untuk membuat tanda akan sesuatu yang bersipat logika; baik logika matematika maupun logika statistika. Simbol dalam pengertian yang kedua ini, dipakai untuk memberi tanda akan sesuatu yang abstrak. Misalnya penyebutan angka 1, 2, 3 dan seterusnya –tidak mnggunakan kalimat satu, dua, tiga dan seterusnya– dengan maksud untuk mempermudah dan menyederhanakan. Fakta, manusia lebih mudah menghapal symbol, dibandingkan kata atau kalimat.

Peran Simbol dalam Agama

Ka’bah adalah salah satu symbol agama. Ia menjadi makna ketuhanan bagi masyarakat Muslim. Tentu dalam pengertian ini, symbol bukan berarti Tuhan bersemayam didalamnya, atau apalagi ia menjadi Tuhan. Ka’bah akan hanya menjadi manuskrip aneka ragam historis tentang bagaimana manusia mencari Tuhan yang sebenarnya Tuhan. Dengan Bahasa lain, Ka’bah secara manuskrip dapat menjadi saksi perjalanan ketuhanan manusia. Tuhannya sendiri, tentu saja tidak ada didalamnya. Tuhan tetap abstrak dan Ka’bah tetap saja menjadi batu.

Di kalangan masyarakat Nasrani juga sama. Salib atau bahkan Isa dan Maryam yang sering disebut ibu dan anak Tuhan, sejatinya bukan Tuhan. Ia merupakan simbolisasi dari artepak ketuhanan yang mampu dielaborasi berdasarkan nalar ketuhanan masyarakat Kristiani. Tuhan tidak melekat dengan salib. Jadi, jika salib itu terbuat dari kayu, maka, salib itu tetap saja menjadi kayu. Ia tidak akan berubah menjadi Tuhan.

Di kalangan masyarakat Hindu juga sama. Apa yang disebut dengan Dewa-dewa itu, sejatinya bukan Tuhan. Ia merupakan benda yang dikreasi manusia atas nalar ketuhanan yang didasarkan atas ukuran reason manusia di waktu dan di tempat di mana symbolisasi itu dilakukan. Atau kalau kita melihat bagaimana Patung Budha demikian disakralkan, bukan berarti Budha menjadi Tuhan. Tetapi, itulah upaya kongkretisasi dari apa yang disebut Tuhan dalam premis masyarakat Budha tadi. Dalam agama dan ajaran yang patut disebut agama lain juga sama.

Simbol itu multi makna

Memaknai symbol, karena itu, umumnya lebih rumit dibandingkan dengan memahami kata atau kalimat –meski kata dan kalimat itupun butuh pemaknaan– Mengapa? Sebab simbol akan menjadi tanda atau isyarat untuk mengganti suatu gagasan dan ide suatu subjek yang sebelumnya abstrak kepada sesuatu yang baru, yang bersipat kongkret. Untuk memahami hal semacam itu, tentu dibutuhkan kesepakatan dalam memahami arti yang sesungguhnya. ** |Prof. Dr. H. Cecep Sumarna| **

  1. saeful berkata

    Ka’bah memang benar bisa dikatakan sebagai simbol keagamaan, tetapi tidak bisa dikatakan sebagai simbol ketuhanan. Hanya sebagai titik tumpu dalam pengabdian mahluk pada kholik.

  2. rizkinuri berkata

    simbol…
    sebenarnya simbol itu ada dimana-mana,, namun apakah simbol yang kita lihat itu bermakna???
    simbol terkadang merupakan penunjukan jatidiri,, oleh karenanya tunjukkan simbol yang kita miliki ..dan tunjukkan seberapa bermaknanya simbol yang kita miliki..
    samakah kita dengan orang lain??

  3. HERALIAN _PPI_1 berkata

    Simbol memiliki arti sebagai identitas dan simbol jg sebagai alat komunikasi.. Seperti bentuk kabah itu merupakan alat komunikasi seluruh umat islam untuk menunjukan arah kiblat yang akan kita sembah .. Melalui simbol kabah ada pesan yang ingin disampaikan.. Yang mana kabah lambang kiblat manusia di seluruh dunia yang disebut jg Baitullah ( Rumah Alloh) . Banyak jema’ah haji mencium kabah..kabah ini merupakan simbol karena sesungguhnya yang kita sembah adalah Alloh. SWT. berarti kabah sebagai kiblat adalah lambang keberadaan Allah. SWT. dan simbol kabah jg memiliki pesan sebagai alat utuk pemersatu umat islam di seluruh dunia.

  4. Rifqoh Khasanah berkata

    Memang benar ka’bah dan patung-patung atau berhala itu sebagai simbol keagamaan, sebagai perantara beribadah kepada Tuhan. Bukan sebagai simbol ketuhanan. Namun, apakah muara mereka sama bahwa tuhan itu satu? Dan bagaimana penjelasan yang tertera dalam berbagai surat yang terdapat dalam al-qur’an tentang kisah para nabi yang berdakwah kepada kaumnya yang kafir, yang mengatakan: jangan sembah berhala (lata, uza dll) yang mereka anggap sebagai Tuhan, tetapi sembahlah Allah. Salah satu contohnya seperti yang tertera dalam surat Hud disitu diterangkan tentang kisah nabi Nuh as dan Hud as yang berdakwah kepada kaumnya untuk meninggalkan berhala dan menyembah Allah. Apakah dalam kisah tersebut berhala yang dimaksud adalah simbol? Terimakasih.

  5. Rifqoh Khasanah berkata

    Memang benar ka’bah dan patung-patung atau berhala itu sebagai simbol keagamaan, sebagai perantara beribadah kepada Tuhan. Bukan sebagai simbol ketuhanan. Namun, apakah tujuan mereka sama bahwa tuhan itu satu? Dan bagaimana penjelasan yang tertera dalam berbagai surat yang terdapat dalam al-qur’an tentang kisah para nabi yang berdakwah kepada kaumnya yang kafir, yang mengatakan: jangan sembah berhala (lata, uza dll) yang mereka anggap sebagai Tuhan, tetapi sembahlah Allah. Salah satu contohnya seperti yang tertera dalam surat Hud disitu diterangkan tentang kisah nabi Nuh as dan Hud as yang berdakwah kepada kaumnya untuk meninggalkan berhala dan menyembah Allah. Apakah dalam kisah tersebut berhala yang dimaksud adalah simbol? Terimakasih.

  6. Aldi Nurcahya / PPI / Semester 1 berkata

    Simbol menjadi sebuah yang sakral dalam perspektif agama, menjadi sebuah gerakan dalam ekonomi, sosial, budayadan politik.
    Kita memiliki banyak simbol2 dalam kehidupan ini, simbol merupakan sebuah ekspresi yang seharusnya digunakan untuk meningkatkan ukhuwah islamiah yang dilandasi dengan perbedaan.
    Angka dari 0 – 9 semuanya berbeda, tak ada yang sama., tapi mereka saling mel2ngkapi satu sama lain. *yang jomblo segera menikah *joke
    Agar mampu saling melengkapi satu sama lain dan dapat memahami adanya perbedaan..

    Namun, patut kita pahami bahwa simbol akan menjadi sia sia apabila hanya sebatas makna simbolik saja, Makna substansi itu lebih utama.

    1. lyceum
      lyceum berkata

      Ya saya kira seperti itu. Fakta hidup tidak mungkin sendiri atau dibikin sendiri.

  7. wiryanto berkata

    Dalam dunia pendidikan simbol bukan hanya diterapkan dalam pelajaran eksak saja.
    saya pernah mendesain pembelajaran tajwid dengan menggunakan simbol yg mudah di fahami dan hasilnya lebih cepat pemahaman siswa.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.