Inspirasi Tanpa Batas

Membaca dan Menulis adalah Cara Membunuh Jenuh dalam Penerbangan

0 38

Konten Sponsor

Naik pesawat terbang, untuk suatu perjalanan, saat ini bukan lagi perjalanan mewah. Setiap orang dalam profesi yang berbeda, kini dapat menaiki moda transfortasi udara, kemanapun tujuan yang akan ditempuh. Indonesia yang dikenal sebagai negara maritim, dibikin mudah melakukan kunjungan ke berbagai daerah di Indonesia.

Rute penerbangan, menjadi demikian banyak dengan maskapai penerbangan yang juga kompleks. Hampir tidak ada satu daerah di Indonesia, misalnya yang tidak memiliki jalur transfortasi udara. Tentu apalagi rute ke berbagai Mancanegara di dunia.

Puluhan Maskapai menyediakan pesawat; besar atau kecil dengan berbagai jenisnya. Biayanya menjadi semakin kompetitif, sehingga memberi ruang untuk dibeli siapapun tiketnya. Banyaknya jasa pelayanan pesawat terbang.di Indonesia, sekali lagi menjadi pemicu utama terjadinya penurunan harga tiket, terlebih jika kita bersabar mencari paket-paket promo penerbangan.

Masalahnya, apakah betul naik pesawat menjadi sesuatu yang mengasyikan? Ternyata tidak selamanya. Terlebih jika perjalanan melalui moda transfortasi udara ini, dilakukan dalam rentang perjalanan yang cukup jauh. Al hasil, bagi mereka yang terbiasa naik pesawat, berada dalam pesawat pada durasi waktu yang lama, adalah kegiatan yang menjenuhkan. Karena itu, butuh kreativitas tertentu untuk menjadi toleransi stres saat naik pesawat.

Tip Membunuh Jenuh dalam Pesawat

Beberapa tips yang mungkin berguna untuk anda lakukan saat berada di pesawat terbang dalam jarak tempuh yang cukup jauh. Misalnya anda melakukan perjalanan ke Negara Timur Tengah yang jarak penerbangannya antara 8 -11 jam. Ke negara-negara Eropa dan Barat, umumnya dapat menempuh perjalanan di kisaran antara 16 – 20 jam.

Naik pesawat dalam penerbangan yang panjang semacam ini, sekali lagi membutuhkan toleransi stress. Untuk itu, ada baiknya jika kita melakukan aktivitas berikut ini:

Membaca Buku Sederhana

Jika anda mau bepergian jauh, dan semua perjalanan dilakukan melalui transfortasi udara, maka, penting bagi anda untuk membawa Buku, Jurnal atau Koran.  Sulit bagi anda untuk mendapatkan sumber bacaan melalui dunia maya seperti internet, karena awak kabin pesawat pasti akan mengingatkan anda untuk mematikan HP, atau setidaknya menempatkannya dalam mode pesawat.

Buku, Jurnal dan Koran  tersebut, dapat anda beli di Bandara, atau di tempat lain yang menyajikan ragam judul. Bisa juga anda membawa buku atau sumber bacaan lain dari rumah, jika uang jajan anda cukup terbatas.

Hal ini  penting anda lakukan, mengingat perjalanan di atas dua jam atau apalagi lebih dalam pesawat, tidak termasuk ke dalam kegiatan yang menyenangkan. Karena itu, butuh pengalihan konsentrasi agar anda tetap fresh.

Mengapa anda harus membawa buku atau bahan bacaan lain? Sebab buku saku pesawat yang berisi do’a-do’a, atau jurnal yang berisi gambar wisata dan destinasi wisata mancanegara, tentu akan sangat mudah anda baca, terlebih jika anda termasuk ke dalam kategori penumpang dengan type padat perjalanan udara. Jurnal-jurnal yanh ada di kursi pesawat, cenderung sudah sering dibaca dan jarang pesawat yang secara rutin mengganti tema-tema yang terdapat dalam jurnal mereka.

Jenis buku yang anda baca, berkarakter: ringan, mudah dimengerti dan lebih banyak menginspirasi. Upayakan untuk menghindari bacaan yang terlalu padat dan mengasah otak. Ambil atau bawa buku-buku yang memotivasi, mendorong watak keagamaan atau bacaan lain yang ringan.

Menulis yang Ringan

Jika bacaan anda sudah selesai dibaca, atau tidak anda selesaikan untuk membacanya dengan alasan tertentu, misalnya jenuh, sementara perjalanan masih membutuhkan waktu yang lama, maka, penting bagi anda untuk mencari solusi lain. Solusi itu misalnya menulis. Karena itu, bekal perjalanan untuk mereka yang bepergian jauh, pasti membutuhkan Laptop atau minimal Notebook. Jangan lupa membawa barang-barang sejenis ini.

Apa yang harus anda tulis dalam pesawat? Banyak! Mulai dari peristiwa perjalanan anda ketika akan berangkat dari rumah, misalnya anda yang Muslim, biasanya melaksanakan shalat safar dan bagaimana respon keluarga anda saat akan berangkat. Atau bisa juga anda menulis perilaku dan sikap anda saat kaki pertama kali dilangkahkan.

Bisa juga anda tulis semua peristiwa di perjalanan sebelum naik pesawat, kondisi bandara, kondisi pesawat itu sendiri atau perilaku penumpang. Jika anda menuliskan semua peristiwa yang terjadi itu, maka, waktu 2 sampai tiga jam itu, pasti terasa singkat.

Tulisan lain, bisa juga anda misalnya menulis sesuatu dari apa yang anda baca sebelum anda menulis. Rangkaian kata yang tertuang dalam tulisan anda dimaksud, saya pastikan pasti akan mampu mendorong pengalihan konsentrasi anda. Anda akan seolah tidak sedang naik pesawat terbang. Setelah dua kegiatan itu anda lakukan, maka, mungkin tidur anda juga lelap. Nggak percaya coba saja!

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar