Membebaskan Diri dari Intaian Penyakit Jantung

0 3

DUNIA hiburan tanah air baru saja kehilangan seorang musisi muda berbakat pemilik suara merdu yang mengawali kariernya dari ajang pencarian bakat Indonesan Idol, Mike Mohede. Pemuda berusia 32 tahun asal Tangerang tersebut “divonis” meninggal dunia secara mendadak akibat serangan jantung pada hari Minggu (31/7).

Kabar kepergian pelantun hits “Terlalu Lama Sendiri” itu tidak hanya menghentakkan masyarakat pecinta lagu-lagu mellow tapi juga bagi mantan orang nomor satu Tanah Air dan isterinya, Susilo Bambang Yudhoyono – Ani Yudhoyono. Betapa tidak, saat acara syukuran ulang tahun pernikahan Susilo Bambang Yudhoyono, Mike tampil melantunkan empat lagu pertama berjudul “Juwita Malam, To Love Somebody, satu lagu hasil karya SBY yang berjudul ‘Ku Yakin Sampai di Sana’ dan terakhir lagu berjudul ‘Dont Forget to Remember Me’ yang dibawakan apik bersama Vina Panduwinata serta Lala Karmela.

Terlepas dari kabar berdukanya semua penikmat lagu-lagu mellow atas perginya Mike Mohede, ada hal yang perlu dicermati kita semua bahwa ternyata penyakit jantung dapat menyerang siapa saja termasuk mereka yang usianya muda. Melihat kondisi demikian, lantas apa yang harus dilakukan untuk mencegah dan membebaskan diri dari intaian kematian akibat serangan jantung?

Serangan jantung secara mendadak atau sudden cardiac death (SCD) tersebut memang dapat disebabkan berbagai hal, seperti karena kelainan jantung. Berdasarkan salahsatu hasil penelitian yang dilakukan terhadap 760 kematian orang berusia muda, para peneliti menemukan adanya sumbatan pada arteri koroner yang disebabkan oleh penumpukan koleterol.

Masalah tersebut tentunya menunjukkan bahwa upaya pencegahan terhadap  penyakit jantung saat ini dan  di masa depan sudah harus dilakukan sejak usia anak-anak. Hal itu juga seperti halnya yang diungkap para penelitian yang telah diterbitkan dalam jurnaL Circulation belum lama ini. “Pada intinya upaya pencegahan jangka panjang penyakit arteri koroner sudah harus dimulai pada masa anak-anak atau setidaknya di usia remaja,”. Jelas salahseorang peneliti senior, Dr Henry McGill, seorang ilmuwan senior dari Southwest Foundation for Biomedical Research di San Antonio, Texas.

Yang menjadi faktor risiko terbesar terjadinya sumbatan arteri pada diri seseorang yakni disebabkan obesitas dan tingginya kadar low density lipoprotein (LDL) atau yang dikenal dengan kolesterol jahat dimana hal ini yang akan menempel di dinding-dinding arteri. Sedangkan faktor risiko lain seperti merokok, tekanan darah tinggi, dan kadar high density lipoprotein (HDL) atau kolesterol baik yang rendah juga akan meningkatkan risiko seseorang mengalami penyumbatan arteri.

Hal – Hal yang di Lakukan Untuk Pencegahan

Beberapa hal yang perlu dilakukan untuk mencegah serangan jantung bagi mereka yang berusia muda antara lain :

Pertama; kurangilah mengkonsumsi gula.

Menurut salahsatu hasil studi yang dilakukan di Amerika Serikat. Yang telah diterbitkan dalam beberapa jurnal menyebutkan bahwa gula dapat menjadi pemasok terbesar terhadap tekanan darah. Seorang ilmuwan peneliti kardiovaskular di St Luke Mid America Heart Institute, Dr James DiNicolantonio yang menjadi pemimpin dalam sebuah penelitian mengatakan bahwa “Mendorong konsumen untuk mengatakan tidak kepada gula, bukan garam, mungkin strategi diet yang lebih baik untuk mencapai control tekanan darah.”

Kedua ; jangan menunda buang air kecil.

Berdasakan hasil sebuah studi terhadap orang yang memiliki penyakit jantung yang dilakukan di Taiwan. Hasilnya menunjukkan bahwa kandung kemih yang terlalu penuh dapat menyebabkan jantung berdetak lebih cepat. Ini menempatlkan tekanan yang tidak perlu pada arteri koroner Sehingga memicu untuk berkontraksi.

Ketiga ; jangan terlalu lama duduk.

Terlalu lama duduk ternyata sangat tidak baik untuk kesehatan. Menurut hasil penelitian bahwa duduk selama 8 jam sehari dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, kanker dan diabetes sebesar 40 persen. “Usahakan jangan duduk lebih dari 4 jam, cobalah sekali-kali berdiri. Maksimal duduk dua jam, kemudian selingi dengan berdiri 30 menit,” ujar John Buckley, professor ilmu olahraga terapan di Chester University. [ Team Lyceum ]

 

Komentar
Memuat...