Home » Filsafat » Membuat Gelisah Itu Menjadi Legenda

Share This Post

Filsafat / Inspirasi

Membuat Gelisah Itu Menjadi Legenda

Membuat Gelisah menjadi Legenda

Faktor Penyebab Gelisah. Gelisah adalah suatu peristiwa. Ia bukan gejala. Peristiwa yang lahir karena imaginasi kreatif, atau karena peristiwa nyata, jika tidak arif menghadapinya bisa melahirkan kegelisahan. Rentetan peristiwa itu, sebagian besarnya, memang kadang dapat diterima secara lapang dan kadang tidak. Yang tidak dapat diterima secara lapang itulah, yang membuat manusia menjadi gelisah.

Secara osikologis, jika kita mampu menerima secara lapang setiap peristiwa yang menghampiri, ia akan selalu tampil menjadi prolog hidup. Secara teoritik, setiap prolog pasti bergerak menuju titik tertentu untuk menjadi sebuah epilog kehidupan. Peristiwa yang dikhidmati seperti ini, entah kapan waktunya, pasti juga menjadi suatu legenda.

Legenda kehidupan yang bakal mengisahkan kesetian versus kejujuran. Kalimat ini telah memporak porandakan pikiran banyak orang, karena bagaimana mungkin kejujuran harus diperlawankan dengan kesetiaan atau sebaliknya. Kesetiaan diversuskan dengan kejujuran. Tapi itulah hidup yang sebenarnya. Semua peristiwa kalau dirangkai pasti akan menjadi kalimat yang bakal merangsang banyak orang untuk berpikir keras. Karena berpikir keras itulah, cerita rakyat atau legenda bakal hadir.

Berhasyrat Menjadi Legenda

Apa yang harus dilakukan agar suatu hari, kita dapat tampil menjadi suatu legenda. Legenda kemanusiaan yang akan selalu asyik mempertemukan tawa dan duka dalam waktu yang sama. Legenda yang membunuh waktu sehingga ia dapat bahagia dalam setiap penantian kebahagiaan yang sulit kunjung tiba.

Rekomendasi untuk anda !!   Membaca Masa Depan

Kebahagiaan, yang mungkin hadir dalam mimpi kalau bukan ilusi yang menjebak siapapun yang bercita-cita mendapatkannya. Kesulitan karena setiap datangnya kebahagiaan selalu beriringan dengan duka. Meski dalam lakon kedukaan orang berhimpitan dengan rasa suka. Pelegenda adalah makhluk penuh orkestra. Sebuah pagelaran yang mampu memainkan sejumlah irama dalam waktu yang sama meski iringan musik sangat berbeda.

Mereka yang melegenda, memandang hidup hanya sebuah putaran. Kita sadar bahwa tidak mungkin kita berada dalam ruang dan waktu yang sama dalam posisi yang saling bertentangan. Bahagia tidak dapat dipersatukan dengan duka. Tawa tidak dapat dipersatukan dengan tangisan. Berkuasa tidak dapat dipersatukan dengan jiwa rakyat jelata.

Cinta juga sama! Ia tidak mungkin hadir bersama benci. Harum agak rumit jika harus disandingkan dengan aroma bau yang menyengat. Berjiwa hemat tidak mungkin bersatu dengan boros. Watak kaya dengan miskin bahkan cantik dan ganteng dengan jelek tidak mungkin datang secara bersama dalam sosok yang juga sama.

Pelegenda akan memandang hidup persis seperti siang dan malam. Tidak mungkin dalam waktu yang sama, malam datang bersama siang. Atau sebaliknya. Siang datang bersama malam. Seonggok manusia hanya mungkin merasakan, malam seolah siang atau siang terasa malam. Manusiaa yang merasa seperti itu. itulah yang bakal galau. Harusnya malam tetap malam. Sama seperti siang tetaplah siang.

Rekomendasi untuk anda !!   Kekerasan Atas Nama Agama

Persoalannya, bagaimana agar hidup tidak dalam kegalauan. Galau entah karena apapun. Yakinlah bahwa dalam setiap kegalauan bathin itu, akan selalu ada orang yang setia menghibur kita. Kita pasti dapat melihat dengan  telanjang mata, bahwa di bumi yang kita cintai, ada suatu versus yang seharusnya tidak diversuskan.

Selalu ada sesuatu yang seharusnya dicintai, bukan malah dibenci. Jika kita mampu hidup seperti itu, maka sesungguhnya tidak mungkin kita bisa galau. Sekalipun hanya sedikit dalam menghadapi masalah yang terjadi. Betapapun rumitnya masalah yang datang menerjang kita. [Ali Alamsyah]


Dikutip dari Buku “Mencari Tuhan Di Altar Keabadian Cinta”

Share This Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>