Mempertanyakan Penggunaan Semen Dan Beton Pada Lingkungan

0 193

Mempertanyakan Penggunaan Semen Dan Beton Pada Lingkungan – Material semen dan juga beton pada dasarnya merupakan bahan baku ramah lingkungan. Material ini terbuat dari bebatuan alami dan juga tanah yang dibuat menjadi bubuk halus, dan dicampur dengan air. Semen dalam bentuk aslinya tentu memang ramah lingkungan, karena dibuat dari material yang alami.

Di toko bahan bangunan, semen tersedia dalam berbagai bentuk serta ukuran. Sak kecil untuk konsumen rumahan, atau dalam sak kemasan besar guna pembangunan gedung, jembatan, atau memenuhi kebutuhan para insinyur konstruksi. Semen merupakan material yang paling banyak digunakan, misalnya untuk membuat jalan, jalan setapak, dinding, rumah, jembatan, dan yang lain-lain. Semen juga memiliki fleksibilitas yang luar biasa, ia dapat dicampur dengan bahan bangunan lain seperti misalnya aspal atau juga batu untuk menghasilkan campuran yang lebih kuat untuk membangun struktur serta permukaan.

Namun itu hanya berlaku pada semen mentah. Dalam proses industri pembuatan material bahan bangunan, semen tak selalu ramah lingkungan. Semen produksi pabrikan umumnya telah bercampur bahan perekat kimia. Ketika dicampur dengan air, semen akan melunak dan harus digunakan dengan segera. Jika tidak, bahan kimianya akan bereaksi dan ia akan cepat mengeras lagi. Jika sudah begini, semen jadi tidak dapat digunakan. Berbeda dengan sifat asli si semen, dalam pengerjaannya ternyata pemanfaatan semen juga tidaklah terlalu ramah terhadap lingkungan.

Banyaknya Limbah Industri Yang Dihasilkan

Dalam mengerjakan proyek bangunan, semen dalam jumlah besar diolah pada mesin pemutar dan langsung diaplikasikan pada bata dan area lain. Dalam proses ini, sebenarnya ada banyak limbah industri yang akan dihasilkan, misalnya sisa semen yang tak segera digunakan dan lantas mengeras. Selain itu air juga perlu banyak sekali digunakan untuk melunakkan material semen. Sering kali air terbuang selama proses tersebut, yang mana itu sama saja tak ramah lingkungan. Demikian pula polusi. Dalam proses pengolahan semen ini, mesin yang bekerja juga menghasilkan polusi, dan juga sisa bahan kimia pada semen akan mencemari air, terutama jika air tersebut mengalir kembali ke sumbernya di dalam tanah atau ke sungai. Jika dipikir-pikir, penggunaan semen ternyata dapat membuat lingkungan jadi tercemar dan juga terdegradasi.

Sebenarnya ada cara lain yang lebih ramah lingkungan yang dapat dilakukan untuk menghasilkan bangunan dan konstruksi. Misalnya dengan cara menerapkan sesedikit mungkin bahan semen atau menggunakan lebih banyak material lain. Anda dapat menggunakan kayu ataupun bambu. Secara umum, kita perlu secara perlahan-lahan menggunakan material pondasi yang tak merusak lingkungan. Perlu ada penelitian lebih lanjut dalam menciptakan semen yang bebas bahan perekat kimia. Para ilmuwan juga perlu bereksperimen mencari bahan bangunan alternatif yang alami dan masih banyak tersedia di alam ini.

Komentar
Memuat...