Take a fresh look at your lifestyle.

Memutus Rantai Kejahatan Seksual

0 1

Konten Sponsor

Memutus Rantai Kejahatan Seksual

Akhir akhir ini negeri kita dihebohkan dengan berita seputar kejahatan seksual. Mulai dari kebiadaban 14 orang pemuda yang memperkosa dan membunuh seorang pelajar SMP di kecamatan Padang Ulak Tanding Kabupaten Rajang Lembong, Provinsi Bengkulu hingga peristiwa teranyar di tanggerang yang tak kalah biadabnya yang terjadi di Tanggerang. Adalah Enno Apriyani yang menjadi korban kekejaman tiga orang yang dengan teganya memperkosa dan membunuh gadis cantik karyawati di salah satu perusahaan swasta di kabupaten Tanggerang. Bagaimana Memutus Rantai Kejahatan Seksual yang semakin merajalela di negeri ini? siapa yang harus bertanggung jawab? Bagaimana Cara untuk mencegah nya?

Pasca kejadian tersebut Negara melawan. Presiden jokowi pun mengeluarkan Peraturan Pemerinta Pengganti Undang-Undang (PERPPU) mengenai pemberatan hukuman bagi para pelaku kejahatan seksual. Apa yang dilakukan pemerintah memang perlu diapresiasi positif. Terlebih negeri kita Indonesia tengah disoroti dunia dengan rentetan kejahatan seksual yang mengiris hati. Seakan manusia tak pernah dididik moral dan budi pekerti di bangku sekolah. Seakan manusia mengunyah pembelajaran di sekolah yang kemudian memuntahkannya kembali di hadapan para pendidik mereka.

Kengiluan dan kengerian ini perlu menjadi perhatian di kalangan pendidik. Terutama di lingkungan sekolah sebagai salah satu tempat yang diposisikan sebagai garda terdepan dalam membangun ahlak bangsa. Terlebih presiden jokowi tengah hangat mendengungkan revolusi mental bagi seluruh warga indonesia tanpa terkecuali. Adalah pendidikan yang menjadi cara ampuh dalam menangkal kejahatan ini. Pendidikan yang inklusif dan paripurna tentunya diharapkan menjadi jawaban cerdas akan semua permasalahan ini.

Apakah Melalui Kegiatan Ekstrakurikuler bisa Memutus Rantai
Kejahatan Seksual?

Pendidikan inklusif yang secara pribadi penulis dterjemahkan sebagai pendidikan yang membuka ruang seluas luasnya bagi para pendidik dan anak didik nya untuk terus mengembangkan diri dan memperbaiki diri menuju manusia yang berguna bagi diri dan keluarge, terutama bagi agama dan bangsa kita. Kegiatan ekstrakurikuler merupakan wujud realisasi dari inklusifitas pendidikan di negeri ini. Dimana belajar dan pembelajaran tidak tersekat dalam ruangan pengap berdinding putih yang terkesan membosankan yang dinamakan kelas. Pendidikan Ekstrakurikuler diharapkan menjadi motor penggerak membangun generasi yang tangguh dalam memilih dan memilah jalan kehidupan generasi depan dengan teliti baik dan benar. Karena kecerdasan dalam menentukan sebuah pilihan tentunya didukung kedewasaan dan kecerdasan emosi seseorang.

Dalam kegiatan ekstrakurikuler diharapkan bisa memupuk pendewasaan dan pencerdasan emosi generasi harapan bangsa. Kegiatan pembelajaran di luar kelas ini haruslah menjadi ranah terdekat bagi para pelajar dalam mengembangkan kreatifitas mereka. Menyalurkan hobi dan emosional mereka ke arah yang positif. Misalnya saja beberapa remaja yang gemar menulis dan mencurahkan isi hatinya bisa diarahkan kepada aktifitas kegiatan menulis di ekstrakurikuler Karya Ilmiyah remaja (KIR). Selanjutnya remaja yang gemar berpetualang bisa diarahkan kepada kegiatan positif ekstrakurikuler Pecinta Alam di sekolah. Lalu siswa yang kegiatan seni maka bisa disalurkan dalam kegiatan ekstrakurikuler seni di sekolah. Dan kegiatan-kegiatan yang lain termasuk kegiatan kepramukaan yang tentunya mendukung tumbuh dan berkembangnya emosi remaja dalam hal ini siswa ke arah yang lebih baik dan mendewasakan mereka.

Perlu diingat bahwa para pelaku kejahatan mungkin memiliki riwayat prestasi bagus di sekolah mereka namun mereka gagal dalam mengontrol emosi dan tipis dalam nilai nilai keagamaan dan kemanusiaan di dalam hati mereka. Dan perlu dicatat bahwa keberhasilan siswa perlu didukung dari berbagai aspek yang akan membangun mereka kelak dimasa yang akan datang dengan mempersiapkan mereka dalam berbagai bidang dalam kehidupan mereka kelak dikemudian hari. Semoga kelak pendidikan kita beserta para motor penggeraknya bisa lebih siap membangun generasi bangsa yang tangguh dan berjiwa juang. **

OLEH : MOCH. IIM MUHAIMIN_GURU MAN I KUNINGAN