Menakar Arti Kompetisi, Hingga Lahirnya Kompetisi Gagal Fokus

Menakar Arti Kompetisi, Hingga Lahirnya Kompetisi Gagal Fokus
0 45

Menakar Arti Kompetisi. Dalam sebuah ruangan berisi beberapa meja dengan kursinya. Meja kursi tersebut berjajar rapih dengan beberapa tumpukan buku di atas meja. Ruang tersebut adalah ruang guru di sebuah sekolah. Dinginnya suasana di lingkungan ruangan tersebut membuatnya tak membutuhkan AC ataupun kipas angin sebagai pendingin ruangan. Tapi dinginnya lingkungan di ruang tersebut tak membuat dingin hati dan perasaan fulan dan temannya dalam bergaul dan berinteraksi sosial dengan sesamanya.

Yang membuat hati fulan dan temannya tidak sedingin ruangan tersebut ternyata mereka tengah berkompetisi. Selintas, mungkin kata kompetisi dikonotasikan sebagai hal yang positif. Diambil dari kamus Merriam Webster istilah kompetisi (competition) diartikan sebagai actions that are done by people, companies etc. that are competing against each other (aktifitas yang dilakukan oleh seseorang, perusahaan atau yang lainnya yang saling berlomba melebihi satu dengan yang lain).

Kompetisi yang dilakukan fulan dan rekannya mungkin membuat mereka terasa gerah walaupun tinggal diarea yang cukup dingin. Memang kompetisi tidak dilarang dan bahkan dianjurkan dalam agama untuk berkompetisi terhadap kebaikan. Namun karna manusia memiliki nafsu maka kompetisi sesamanya diterapkan di dalam berbagai aspek kehidupan. Salah satunya adalah harta dan kekayaan. Ketika manusia sudah terjebak dalam kompetisi tersebut maka pemenangnya adalah sang penghasut manusia yaitu syaitan.

Manusia yang terjebak dalam kompetisi tersebut tidak akan fair dan sehat dalam berkompetisi. Kegilaan manusia terhadap harta akan menuntun mereka dan pada kondisi dahaga yang teramat sangat untuk terus menerus mengungguli kompetitornya dalam kekayaan. Ekses yang terjadi adalah nuansa ‘tackling down’ atau saling menjatuhkan antar sesamanya dalam kehidupan seseorang yang terjebak dalam kompetisi tersebut. Sehingga kata-kata yang diproduksi oleh mulut si fulan dan kompetitornya akan disesaki dengan ghibah (membicarakan kejelakan) dan namimah (saling mengadu domba) antar sesamanya.

Kompetisi Gagal Fokus

Kompetisi yang dilakukan si fulan dan rekannya sebenarnya disebabkan oleh kesalahan mereka dalam menginterpretasi makna kompetisi yang sebenarnya. Mereka seyogyanya menyadari bahwa mereka tengan memperebutkan pepesan kosong. Layaknya dua kucing yang memperebutkan ikan di atas meja makan majikannya dan tak ubahnya dengan tikus yang memperebutkan mainan anak berbentuk menyerupai telur dadar. Inilah kompetisi yang salah kaprah. Kompetisi gagal fokus jika meminjam istilah tren anak muda sekarang.

Si fulan dan rekannya seharusnya menyadari bahwa berkompetisi seharusnya berpijak pada dua prinsip dan dua pendekatan sederhana. Dua prinsip tersebut adalah berkompetisi harus berdasar pada semua hal yang baik dan berkompetisi dengan cara yang sehat. Sedangkan dua pendekatan yang dimaksud adalah berkompetisi dalam memperbaiki profesi dan berkompetisi dalam kepribadian.

Jika berpijak pada dua pendekatan di atas, manusia yang berkompetisi bukan pada pijakannya menyebabkan mereka berlari membabi buta tanpa dasar dan pegangan yang tepat. Dengan dasar dua prinsip dan pendekatan dalam berkompetisi seharusnya fulan dan rekannya menyadari gambaran sebagai berikut.

Sebagai seorang guru maka berkompetisilah dalam meningkatkan kemampuan dan kapabilitas keilmuan profesionalisme dan pedagogiknya dengan terus menerus meningkatkan kepribadian muulia layaknya seorang guru. Bukan malah berkompetisi kekayaan karna sebenarnya mereka memiliki penghasilan yang relatif tidak jauh berbeda. Maka wajar jika dianalogikan seperti di atas. Karna sejatinya harta kekayaan bukanlah hal yang perlu di kompetisikan. [Moch. Iim Muhaimin]

Komentar
Memuat...