Inspirasi Tanpa Batas

Menakar Makna Terampil dalam Pendidikan

0 502

Menakar Makna Terampil dalam Pendidikan. Terampil, menjadi kata kunci lain dari tujuan pendidikan nasional. Kata ini, menjadi key word  selain delapan keyword lain dalam tujuan pendidikan nasional. Lalu apa itu terampil dan mengapa pendidikan nasional salah satunya, bertujuan membentuk peserta didik agar menjadi terampil.

Secara filosofi, keterampilan seseorang, ternyata merupakan rangkaian dari proses berpikir, proses pembelajaran dan proses pemahaman. Disebut demikian, karena untuk menuju  ke  keterampilan, perlu diikuti dengan belajar, berpikir dan memahami. Proses-proses seperti itu, hanya akan berjalan di dunia pendidikan.

Keterampilan  dengan bahasa lain, akan menjadi suatu proses dari cara memahami sesuatu. Manusia yang tidak pernah memahami sesuatu, dalam arti lain, berarti ia tidak akan pernah bisa terampil.

Dalam Kamus Bahasa Indonesia [1980], keterampilan yang mempunyai kata dasar terampil, mengandung makna cekatan. Dapat juga disebut cakap dalam mengerjakan sesuatu. Sedangkan keterampilan sendiri dalam kamus tersebut diartikan dengan kecakapan atau kemampuan untuk melakukan sesuatu dengan baik dan cermat.

Pendapat Para Ahli tentang Makna Keterampilan

Ngalim Poerwanto [1987: 62], menyebut keterampilan sebagai suatu tingkatan kemampuan seseorang dalam menerapkan arti atau konsep yang diketahuinya. Keterampilan akan mendorong seseorang untuk tidak hanya hapal secara verbal akan sesuatu, tetapi memahami konsep dari masalah atau fakta yang ditanyakan. Indikator manusia terampil, dengan nalar Ngalim Poerwanto, dicirikan dengan kemampuan membedakan, mengubah, mempersiapkan, menyajikan, mengatur, menginterpretasikan, menjelaskan, mendemonstrasikan, memberi contoh, memperkirakan, menentukan dan memberikan keputusan.

Anas Sudijono [1996] menyebut keterampilan sebagai kemampuan seseorang untuk mengerti, memahami dan menerapkan sesuatu setelah sesuatu itu diketahui dan diingat. Dengan kata lain, keterampilan adalah mengetahui tentang sesuatu dan dapat menerapkan atau mengimplementasikannya. Keterampilan merupakan jenjang kemampuan  dari pemahaman dan berpikir yang setingkat lebih tinggi dari ingatan dan hafalan.

Dari berbagai pendapat di atas, indikator keterampilan pada dasarnya sama, yaitu dengan memahami sesuatu berarti seseorang dapatmempertahankan, membedakan, menduga, menerangkan, menafsirkan, memperkirakan, menentukan, memperluas, menyimpulkan, menganalisis, memberi contoh, menuliskan kembali, mengklasifikasikan, dan mengikhtisarkan. Indikator tersebut menunjukkan bahwa keterampilan mengandung makna lebih luas atau lebih dalam dari pengetahuan.

Dengan pengetahuan, seseorang belum tentu mampu mennerapkan sesuatu yang dimaksud secara terampil, hanya sekedar mengetahui tanpa bisa mengaplikasikan makna dan arti dari sesuatu yang dipelajari. Sedangkan dengan keterampilan, seseorang tidak hanya bisa menghapal sesuatu yang  dipelajari, tetapi juga mempunyai kemampuan untuk menangkap makna dari sesuatu yang dipelajari juga mampu memahami konsep dari pelajaran tersebut.

Masalahnya, sudahkah pendidikan Indonesia mendorong peserta didik untuk menjadi terampil? Inilah saya kira yang menjadi persoalan serius terkait dengan pendidikan kita hari ini. By. Dr. Hj. Ety. Tismayati

Komentar
Memuat...