Menanam Jiwa Entrepreneur Pada Anak Sedari Dini

0 10

Bukanlah hal mudah untuk memiliki mental seorang entrepreneur. Memiliki jiwa entrepreneur, berarti memunculkan adanya mental yang mandiri, inovatif, kreatif, bertanggung jawab, dan tak mudah mengenal kata menyerah. Layaknya seorang wirausaha saat memulai usahanya dari nol. Alangkah baiknya jika sifat tersebut ditanamkan pada anak sejak dini untuk membantu mereka sukses dalam menjalani seluruh kehidupannya.

“Bagi saya, entepreneur itu bukan sekadar seseorang yang berwirausaha, tetapi lebih mengarah kepada sifat dan mental seseorang yang kreatif dan mandiri,” ungkap psikolog Tika Bisono seperti dilansir Kompas.com.

Orang dewasanya saja belum tentu memiliki sifat entrepreneur ini karena berbagai macam alasan. Maka, tak ada salahnya mendidik anak-anak Anda sejak kecil untuk menerapkan sifat-sifat tersebut dalam hidup sehari-hari. Sebaiknya dilatih sejak anak usia sedari TK karena dalam tahap ini otak mereka lebih cepat berkembang dalam menyerap informasi dan hal meniru semua perbuatan orangtuanya karena rasa ingin tahunya yang sangat besar.

Anak Yang Mandiri

Memiliki jiwa entrepreneur akan membuat anak Anda akan tumbuh menjadi anak yang mandiri dan tidak bergantung pada orang lain, juga mampu berpikir kreatif dan inovatif, serta lebih menghargai uang dan barang. Ada banyak cara yang dapat digunakan untuk mendidik anak agar mempunyai jiwa entrepreneur ini. Salah satunya adalah mengenalkan uang kepada anak sejak dini.

Salah jika ada yang berpikiran untuk menunggu sampai anak bertumbuh besar, baru kemudian dikenalkan pada uang. Justru kenalkan anak nilai dan nominal uang sejak kecil agar mereka dapat mengetahui bahwa untuk mendapatkan uang butuh perjuangan. Namun, yang harusnya diperhatikan adalah cara yang digunakan haruslah sesuai dengan usia si anak.

Orangtua dapat memberi contoh kepada anak untuk budaya menabung atau mengajak anak berbelanja dan mengenalkannya dengan harga-harga. Menurut Tika, ketika anak-anak sudah mengenal uang dan perjuangan untuk mencari uang, mereka akan lebih berhati-hati ketika meminta sesuatu kepada orangtuanya.

Selain hal tersebut, biasakan juga untuk mengajarkan anak menabung uang sakunya sendiri sejak dini. Hal ini bertujuan membiasakan anak hidup untuk hemat. Sifat hidup hemat yang ditanamkan sejak kecil akan berdampak baik sampai ia beranjak dewasa.

Anda sebagai orangtua juga sebaiknya tidak terlalu untuk memanjakan anak dengan selalu menuruti berbagai keinginannya. Didik anak untuk dapat mandiri dan tidak terlalu sering merajuk. Boleh-boleh saja sesekali menuruti permintaannya, namun jangan terlalu mudah terbujuk rengekannya atau tangisan ketika meminta sebuah barang.

Ajarkan ia untuk bersabar ketika meminta sesuatu, atau perintahkan saja dia untuk menabung uang jajannya sendiri untuk membeli mainan tersebut. Berilah pengertian kepadanya bahwa untuk mendapatkan mainan butuh uang dan harus ditabung terlebih dulu. Karena, menurut penelitian, anak yang mampu meredam rasa keinginannya dan bersabar ternyata lebih pintar daripada anak yang tidak biasa untuk bersabar.

Mengajarkan anak untuk bersabar sekaligus akan melatih kemandiriannya dan rasa tanggung jawabnya untuk mampu mengendalikan diri serta rasa emosionalnya. (dhirga)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.