Inspirasi Tanpa Batas

Kucari Air Mataku di Ka’bah | Mencari Tuhan Di Kaki Ka’bah Part- 17

43 82

Konten Sponsor

Kucari Air Mataku di Ka’bah. Pukul 07.00 pagi, jama’ah kembali ke Maktab. Ya sebuah tempat yang layak disebut maktab. Bukan Hotel. Bagaimana tidak. Satu kamar diisi 8 jama’ah. Tinggal dalam satu kamar bersama. Terdiri dari minimal dua atau tiga keluarga. Kami menunggu waktu untuk pelaksanaan haji yang diperkirakan sekitar satu minggu ke depan dalam tempat yang sedikit sumpek. Sangat berbeda dengan siatuasi di Madinah.

Di maktab di mana kami tinggal, di situ terdapat jama’ah haji asal India, Fakistan, Bangladesh, Afrika Selatan dan Ghana. Di Maktab inilah, kami bercengkrama satu sama lain. Kami kata Crhonos tentu bersama jama’ah lain sudah melaksanakan umrah. Meski seharusnya haji dulu, baru umrah. Tetapi, kami mengambil haji tamattu, yang mengakibatkan harus membayar dam (denda) senilai satu ekor kambing. Pembimbing hajipun mengumpulkan dana yang kalau dirupiahkan senilai dengan 1.500 000 (Satu juta lima ratus ribu rupiah) per jemaah.

Sesampainya di maktab, jama’ah tidak ada yang tidur. Selain mereka sibuk menyetorkan uang untuk pembayaran dam, mayoritas mereka bercerita kesedihan saat pertama kali melihat Ka’bah. Tidak ada satupun jama’ah yang bertemu dengan Crhonos yang tidak menceritakan indahnya tangisan saat melihat Masjid pertama yang dibangun Ibrahim bersama dengan Isma’il. Crhonos bingung. Ia malah mendeskripsi perjalanan pertemuan pertamanya dengan Ka’bah dalam ruang-ruang filosofi yang tidak cengeng.  Ia ingat betul saat satu putaran dengan putaran lain ketika melakukan thawaf.  Ia malah menunjukk Ka’bah dalam kalimat berikut ini:

“Wahai Ka’bah … Tidak ada yang mengalahkan kemuliaan dan keagunganmu. Itu kuakui! Di sinilah Adam melingkarimu, ketika ia bertaubat atas kesalahannya kepada Tuhan. Ia dikawal setidaknya oleh 700 ribu Malaikat, saat thawafnya dilangsungkan. Tujuannya, agar Adam tetap konsisten menjaga ketunggalan Tuhan. Aku tidak ingin menyandingkanmu dengan Tuhanku. Kau bukanlah Tuhanku. Meski aku tidak tahu dikawal atau tidak oleh Malaikat, tetapi aku berharap, Dia dapat menjaganya. Kemuliaan dan keagunganmu, akan tetap terpelihara jika aku dan seluruh jama’ah yang datang menjumpaimu, tetap menjagamu sebagai makhluk. Jadi maaf, aku tak menyembahmu wahai Ka’bah.

Ketika ia ingat akan kata-katanya yang disampaikan saat thawaf pertama itu, ia melihat dengan nyinyir apa yang dilakukan jama’ah lain. Ia menyesalkan mengapa jama’ah justru meletakkan Ka’bah sebagai ritus. Ia takut malah Ka’bah menjadi petanding Tuhan. Ya Allah jagalah kami dari segenap prasangka buruk bathinku kepada-Mu. Lirih Crhonos membathin.

Minta Kembali Thawaf

Pergantian jam di hari itu, tidak membuat Crhonos puas atas situasi spiritual yang dihadapinya. Terlebih hampir semua, ya hampir semua jama’ah menyatakan keindahan dalam menangisi keadaan spiritual mereka. Tetapi, Crhonos tetap ajeg dalam pendiriannya. Ia kadang melakukan diskusi dengan jama’ah bagaimana situasi spiritual mereka. Dan mengapa mereka demikian mistis dalam anggapan Crhonos atas sikap bathinnya ketika melihat Ka’bah.

Berbagai gambaran dan penjelasan yang disampaikan jama’ah yang ditemui Crhonos, telah menyebabkan dirinya untuk kembali datang ke Ka’bah. Ia meminta Vetra untuk menemaninya berkunjung kembali ke Ka’bah. Ia tahu kalau datang ke Ka’bah bukan tahiyat al Masjid, tetapi lebih baik melaksanakan thawaf. Ia bingung akan nalar yang dibangunnya yang secara faktual sangat ekstrem berbeda dengan apa yang dialami jama’ah lain.

Iapun kembali mengunjungi Ka’bah di hari itu juga. Ia datang menjelang waktu maghrib. Thawaflah dia sebagai pengganti tahiyat al Masjid. Tetapi begitu ia sampai di Kab’ah dan memulai thawaf, pikirannya kembali filosofi. Ia mengatakan kalimat-kalimat yang tidak lazim diungkapkan jama’ah yang sedang melaksanakan ibadah haji. Ia mengatakan:

“Ya Allah yang rabbi yang ghafar … jagalah aku dari segenap kemusyrikan. Aku kagum atas kehebatan Ka’bah. Aku juga mengerti bagaimana Ka’bah ini dibuat. Adamlah yang meletakkan batu pertamanya. Inilah manusia berperadaban pertama di muka bumi. Batu ini disebut dengan hajar aswad. Aku memulai melaksanakan thawaf di tempat di mana Adam meletakkan batu putih sebagai simbol ketuhanan. Karena itu, aku mohon maaf, aku hanya akan membaca kalimat-kalimat yang disampaikan Adam, saat dia seperti aku hari ini, yang sedang mengelilingi Ka’bah. Aku sedang memohon maaf kepada-Mu atas segenap dosa kami.

Rabbana ya rabbana … dhalamna an fusana. Wa inlam taghfir lana, wa tarhamna lana kunanna, min al khsiriiin .. [Ya Allah yang Tuhanku … telah kami dhalim terhadap diri kami sendiri. Jika Engkau tak berkenan menerima tawbat kami, niscaya kami akan menjadi manusia yang rugi].

Di Thawaf yang ke dua ini, Crhonos kembali tidak menangis. Ia hanya menyaksikan istrinya, Vetra yang terus menerus menangis. Entah apa yang dia tangisi.

Shalat Maghrib di Ka’bah

Jutaan jama’ah telah memadati Ka’bah. Crhonos sendiri juga sama. Ia berada di Ka’bah. Saat itu, ia bersama istrinya sedang merencanakan untuk melaksanakan shalat maghrib pertama di Ka’bah. Dengan khusu’ ia mengambil air zam-zam untuk berwudlu. Ia berbicara dalam lughat Arab yawmiyah bersama dengan beberapa tamu Allah asal Iran dan Irak. Setelah itu ia bertemu dengan Menteri Kesehatan asal Brunai Darussalam. Ia shalat satu shaf dengan Menteri Kesehatan itu.

Mereka shalat dengan khusu’. Imam Masjid mengalunkan bacaan ayat-ayat suci al Qur’an yang menegaskan tentang pentingnya mentauhidkan Allah. Crhonos seolah memperoleh spirit untuk tetap menjaga marwahnya sebagai hamba Allah yang bertawhid. Sedikitpun ia tetap kering tidak mengucurkan air mata.

Setelah selesai shalat berjama’ah Maghrib, seluruh jama’ah terbagi dua. Ada yang bubar, ada yang tetap meneruskan thawaf. Kebetulan Crhonos dan istrinya Vetra sudah selesai melaksanakan thawaf. Ia akhirnya mengambil tempat duduk ke pelataran kedua Ka’bah. Ia bertjalan bersama Vetra dan Menteri kesehatan asal Brunai itu.

Kedua orang itu akhirnya membaca al Qur’an bersama. Setelah selesai membaca al Qur’an sambil menunggu waktu isya yang tinggal beberapa menit lagi, sang Menteri asal Brunai mengatakan: “Indonesia adalah negeri syurga. Tidak ada negeri seindah Indonesia. Tidak juga ada negara yang makmur semakmur Indonesia. Tidak memiliki alasan jika masyarakat Indonesia, terpaksa berdesak-desakkan mencari rezeki di negeri orang. Termasuk di negerinya dan di Mekkah ini.

Crhonos mengatakan, ya memang. Indonesia adalah the biggest imposible country. Bukan Indonesia jika tidak demikian. Terlalu banyak manusia yang mencampuri persoalan Indonesia. Inilah hasilnya. Tetapi juga anda harus ingat. Indonesia adalah negeri besar. Jika kita mengutif  Aristoteles, jika negara terlalu besar, maka, biaya pembangunan selalu habis dipakai menjaga negaranya. Sang menteri mangut-mangut. Dengan sedikit melucu, Crhonos mengatakan: Brunai Darussalam kan hanya seluas Kota di Indonesia. Diapun tersenyum simpul. Bagaimana mereka tidak mudah mengurusnya.

Itulah Crhonos. Ia tetap tidak bisa menangis. Ia malah hendak menangis, mengapa ia tidak bisa menangis. Tetapi, sekalipun judulnya menangis karena tidak bisa menangis, tetap saja tidak bisa menangis. Sampai ia kembali berkumpul di Maktab bersama ratusan jama’ah yang tetap mengatakan keindahan menangis. By. Charly Siera –bersambung.

  1. Lenny Erdiani Choerun Nissa berkata

    Masya Allah, saya kagum dengan ketehuhan iman yang dimiliki oleh shofi, disaat para jemaah haji bnyk yang melebih-lebihkan ka’bah ia teguh terhadap pendirian nya. Bahwasannya Allah lah yang maha besar, dan yang patut untuk di sembah.

  2. Intan Sulistiani MPI-B/SMT III berkata

    Shofi dan chornos lebih mendalami apa hakikat dari mereka memenuhi panggilannya, bukan memandang apa yg telah Allah ciptakan apalagi menangisi nya…mungkin jama’ah haji takjub melihat kebesaran dan keagungan yang telah Allah ciptakan dengan begitu banyaknya.
    Sekian

  3. fajar maulana berkata

    Mencari tuhan di kaki ka’bah part 17 ini terlihat perjalanan spiritual yang tidak di sia-siakan oleh chronos pertama thawaf menangis karena saking agungnya ka’bah tersebut tapi kemudian chronos tidak lagi menangis dan berfikiran bahwa “ka’bah kau begitu agung tapi kau bukan tuhan ku, dan aku hanya menyembah kepada Allah” mungkin pemikiran tersebut beda dengan jamaah lain. Perjalanan spiritual choronos semakin semangat ketika memunaikan sholat maghrib ber jama’ah di lingkungan ka’bah tersebut, dengan lantunan ayat Al-Qur’an oleh sang imam tersebut.

  4. dezidni MPI3 berkata

    part 17 ini menurut saya sangat menginspirasi sekali bagi banyak orang.
    yakni kata keteguhan(prinsip) terutama dalam ketauhidan karena itu adalah dasar kita untuk mendapatkan ridho alloh.
    karena di zaman sekarang ini masih banyak orang yang terdoktrinasi oleh hal-hal berbau musyrik yang bisa membuat manusia sesat dan rugi.
    oleh karena itu, patutnya kita mempertebal ketaqwaan dan keteguhan hati kita untuk senantiasa beribadah kepada alloh.
    sebagai mana tertera dalam alqu’an suarat al fatihah ayat ke 5 yang artinya; “hanya kepadamulaha kami menyembah(alloh) dan hanya kepadamulah kami meminta pertolongan”

  5. Amalia Fitriyanti berkata

    Charlos sangat menikmati dalam melaksanakan tawaf. Bahkan dia menganggap bahwa ka’bah tempat yang agung tapi bukan berarti dia adalah Tuhan. Tetapi yang dia lakukan dalam kegiatan tawaf adalah semata mata karena Allah karena untuk mendapatkan ridha dari Allah

  6. Siti Hamidah Tadris IPS A / 1 berkata

    Bismillah,
    “Wahai Ka’bah … Tidak ada yang mengalahkan kemuliaan dan keagunganmu. Itu kuakui! Di sinilah Adam melingkarimu, ketika ia bertaubat atas kesalahannya kepada Tuhan. Ia dikawal setidaknya oleh 700 ribu Malaikat, saat thawafnya dilangsungkan. Tujuannya, agar Adam tetap konsisten menjaga ketunggalan Tuhan. Aku tidak ingin menyandingkanmu dengan Tuhanku. Kau bukanlah Tuhanku. Meski aku tidak tahu dikawal atau tidak oleh Malaikat, tetapi aku berharap, Dia dapat menjaganya. Kemuliaan dan keagunganmu, akan tetap terpelihara jika aku dan seluruh jama’ah yang datang menjumpaimu, tetap menjagamu sebagai makhluk. Jadi maaf, aku tak menyembahmu wahai Ka’bah. Bahwasannya tidak ada yang dapat di sembah selain Allah SWT.

  7. Hasanatun Nadia berkata

    Bismillah..
    Setelah membaca bagian ini, saya berpikir bahwa sekalipun orang yang telah diberi Allaah kesempatan untuk berhaji namun ternyata belum tentu bisa merasakan teduh nya ketika melihat ka’bah dan melakukan thawaf. Mungkin chronos blm diberi hidayah oleh Allaah untuk merasakan keagungan-Nya sehingga tidak ada gertakan dalam hatinya yg membuat ia menangis ketika ber-tawaf.

  8. M. DIDI WAHYUDI berkata

    Pergantian jam di hari itu, tidak membuat Crhonos puas atas situasi spiritual yang dihadapinya. Terlebih hampir semua, ya hampir semua jama’ah menyatakan keindahan dalam menangisi keadaan spiritual mereka. Tetapi, Crhonos tetap ajeg dalam pendiriannya.

  9. Naufal Faruq berkata

    Keteguhan hati crhonos dalam melakukan tawaf ini sangat besar. ia terus bertanya kepada jamaah mengapa tawaf ini sangat spiritual sehingga mereka menitihkan air mata. sampai akhirnya sang Menteri asal Brunai mengatakan: “Indonesia adalah negeri syurga. Tidak ada negeri seindah Indonesia. Tidak juga ada negara yang makmur semakmur Indonesia. Tidak memiliki alasan jika masyarakat Indonesia, terpaksa berdesak-desakkan mencari rezeki di negeri orang.
    Saya berspekulasi mungkin para jamaah menangis saat melihat Ka’bah adalah karena mereka merasa dekat dengan Allah, karena Ka’bah sendiri adalah kiblat shalat mereka selama ini yang menghubungkan manusia dengan Allah SWT. Mungkin dengan melihatnya dengan demikian dekat itulah para jamaah merasakan kedekatannya dengan Allah SWT. Namun, hal itu dikhawatirkan pula jika nantinya akan menjadikan Ka’bah sebagai sembahan mereka.

  10. Farrin nurul aina berkata

    Jangan jadikan kabah sebagai ritus yaitu benda yan di sembah, melainkan sembahlah Allah swt dan berdoa semata-mata hanya kepada-Nya.

  11. Isah Siti Khodijah berkata

    Bismilahirahmanirahim
    Asalamualaikum wr wb
    Dalam part ini Shofi beserta keluarga melakukan tawaf,tetapi yang aneh adalah Chronos tidak menangis seperti jamaah lainnya,sampai Ia meminta untuk melakukan tawaf ulang. Tetapi, hasilnya pun Chronos tetap tidak menangis. Pada part ini pun diceritakan tentang kisah Nabi Adam As yang meletakan batu hajar aswad, dan mengelilingi kabah dikawal oleh 700 malaikat.
    Terimakasih
    Wasalamualaikum wr wb

  12. Fariz maulana ibrahim tadris ips a/1 berkata

    Assalamualaikum wr.wb
    Part 17
    Menurut saya cerita dalam novel ini ada keunikan tersendiri,sosok crhonos yang mempunyai iman yang cukup kuat justru tidak menangis dalam melakukan ibadah haji,dia justru merasa heran semua orang disekelilingnya hampir semua menangis termasuk anak dan istrinya. Terima kasih
    Wassalamualaikum wr.wb

  13. Aida Nur Aisyah berkata

    Assalamu’alaikum wr.wb
    Bismillahirahmanirahim
    Pada part 17 ini Chronos masih heran akan banyaknya jamaah yang berbeda pemikirannya dengan Chronos. Saya berspekulasi mungkin para jamaah menangis saat melihat Ka’bah adalah karena mereka merasa dekat dengan Allah, karena Ka’bah sendiri adalah kiblat shalat mereka selama ini yang menghubungkan manusia dengan Allah SWT. Mungkin dengan melihatnya dengan demikian dekat itulah para jamaah merasakan kedekatannya dengan Allah SWT. Namun, hal itu dikhawatirkan pula jika nantinya akan menjadikan Ka’bah sebagai sembahan mereka.
    Sekian
    Terima kasih
    Wassalamu’alaikum wr.wb

  14. Silmy Awwalunnis
    Silmy Awwalunnis berkata

    Keteguhan hati crhonos dalam melakukan tawaf ini sangat besar. ia terus bertanya kepada jamaah mengapa tawaf ini sangat spiritual sehingga mereka menitihkan air mata. sampai akhirnya sang Menteri asal Brunai mengatakan: “Indonesia adalah negeri syurga. Tidak ada negeri seindah Indonesia. Tidak juga ada negara yang makmur semakmur Indonesia. Tidak memiliki alasan jika masyarakat Indonesia, terpaksa berdesak-desakkan mencari rezeki di negeri orang. Termasuk di negerinya dan di Mekkah ini. dan Crhonos menjawab Indonesia adalah the biggest imposible country. Bukan Indonesia jika tidak demikian. Terlalu banyak manusia yang mencampuri persoalan Indonesia. Inilah hasilnya. Tetapi juga anda harus ingat. Indonesia adalah negeri besar.

  15. dhini apriliani berkata

    Asalamualaikum
    pada part 17 ini chronos dan keluarga melaksanakan tawaf. Tetapi aneh nya chronos tidak sedikit pun menangis atau mengeluarkan air mata sampai chronos pun meminta tawaf ulang, sedangkan shofi sedang berdiskusi dengan ahli kesehatan asal brunai mengenai indonesia yang kaya dan luas.

  16. Muhamad Udin berkata

    Bismillahirrohmanirrohim
    pada part ini chornos tidak menangis saat melaksanakan thawaf, nilai pendidikan nya itu tentang sejarah nabi Adam.
    Di sinilah Adam melingkarimu, ketika ia bertaubat atas kesalahannya kepada Tuhan. Ia dikawal setidaknya oleh 700 ribu Malaikat, saat thawafnya dilangsungkan. Tujuannya, agar Adam tetap konsisten menjaga ketunggalan Tuhan.

  17. Fifit Fitri Nur'aeni/Ips/1B berkata

    Assalamualaikum
    Sungguh menarik cerita part 17 ini betapa bahagianya orang orang menunaikan ibadah haji.
    Saat melakukan tawaf Chronos dan istrinya pun heran melihat semua jamaah haji menangis mereka terharu ketika melihat ka’bah . Karena kabah merupakan keagungan yang di berikan oleh Tuhan YME.

  18. Siti Sutihatin MPI/4 berkata

    Crhonos merasa bingung dengan jamaah yang menangis saat melihat ka’bah. Mayoritas jamaah yang ditemui Crhonos menangis, termasuk istrinya, Vetra. Sedangkan ia tidak menangis sedikit pun. Bahkan saat melakukan thawaf untuk yang kedua kalinya.

  19. Rahmat Maulana (MPI-4) berkata

    Ka’bah adalah bagunan yang diagungkan dan muliakan Allah, sehingga bayak kekhawatiran yang memang harus dikhawatirkan. Seperti halnya yang dialami oleh crhonos yang merasa heran ketika ia memperhatikan bayak orang yang meneteskan air mata, crhonos bertanya-tanya pada dirinya sendiri dan merasa khawatir akan niat mereka dalam beribadah. Dengan pemahamannya mengenai ka’bah, ka’bah hanyalah sebuah bangunan yang agung, bagunan yang di muliakan dan hanya sekedar makhluk Allah yang fana. Sehingga dengan keteguhan hatinya ia melaksanakan ibadah bukan karena menyembah ka’bah yang mulia melainkan kepada Allah seru sekalian alam.
    Somoga kita termasuk orang-orang yang senantiasa diberi petunjuk.

  20. Koko Santoso (MPI/4) berkata

    Part 17
    Kucari Air Mataku di Ka’bah
    Pada part ini saya menemukan konsistensi Crhonos dalam berhaji, ia masih berpendirian bahwa Tuhan itu tidak untuk ditangisi akan tetapi lebih kepada untuk dicintai~

  21. MAFTUHAH MPI/4 (1415109011) berkata

    sesampainya di maktab, crhonos beristirahat sembari melihat dan mendengar cerita jama’ah lain setelah menjalankan thawaf di ka’bah . crhonos bingung, mengapa mereka sampai menangis ketika meliaht ka’bah, crhonos sampai takut jika nantinya orang-orang tersebut menyamai ka’bah dengan kedudukan Tuhan. dengan rasa penasarannya, crhonos akhirnya kembali ke ka’bah dan menjalankan kembali ibadah thawaf, tetapi tetap saja ia tidak bisa menangis sama seperti jama’ah lain.

  22. Menurut saya orang2 disekeliling ka’bah menangis dan meminta bukan karena dia menyembah kabah tapi karna takjubnya dia dengan keagungan Allah swt

  23. Winda Dwi Nurrachmawati (1415109032) MPI-4 berkata

    Dalam part 17 ini, menggambarkan bagaimana ketakwan dan ketauhidan yang terus dipegang teguh oleh chronusdalam menjalankan serangkaian ibadah haji. Seperti yang chronus rasakan “Ia menyesalkan mengapa jama’ah justru meletakkan Ka’bah sebagai ritus. Ia takut malah Ka’bah menjadi petanding Tuhan. Ya Allah jagalah kami dari segenap prasangka buruk bathinku kepada-Mu.” Chronus tidak ingin sama seperti jamaah yang lain yang sepertinya masih belum memahami esensi kabah yang sebenarnya. Dalam pemikran chronus hanya Allah lah satu.

  24. Winda Dwi Nurrachmawati (1415109032) MPI-4 berkata

    Dalam part 16 ini, menggambarkan bagaimana ketakwan dan ketauhidan yang terus dipegang teguh oleh chronusdalam menjalankan serangkaian ibadah haji. Seperti yang chronus rasakan “Ia menyesalkan mengapa jama’ah justru meletakkan Ka’bah sebagai ritus. Ia takut malah Ka’bah menjadi petanding Tuhan. Ya Allah jagalah kami dari segenap prasangka buruk bathinku kepada-Mu.” Chronus tidak ingin sama seperti jamaah yang lain yang sepertinya masih belum memahami esensi kabah yang sebenarnya. Dalam pemikran chronus hanya Allah lah satu.

  25. Fera Agustina/ MPI/ 4 berkata

    bismillahirahmanirahim..
    dengan rasa heran chronos beserta istrinya (vetra), mengapa kebanyakan orang menangis haru melihat ka’bah, bukankan ka’bah adalah salah satu kebesaran Allah. menurut chronos sendiri dari part 17 ini adalah ka’bah hanya tanda kebesaran Allah ta’la, namun yang patut disembah adalah Allah Esa. namun mengenai ka’bah memang mempunyai perspektif yang berbeda”.

  26. Sri Rahayu MPI/4 (1415109025) berkata

    Bismillah……….
    Pada part 17 ini saya dapat menyimpulkan bahwa keagungan dan kemulyaan ka,bah tidak dapat dipungkiri lagi oleh siapapun dimuka bumi ini, karena terbukti seorang Chronos yang tegar sekalimun akhirnya dapat meneteskan air mata………
    Barokallah……….

  27. Firman Maulana mpi smt 4 berkata

    Part 17
    Pada part ini ketauhidan chronos terhadap Tuhannya patut untuk dicontoh, hatinya sama sekali tidak tergoyahkan meskipun melihat ka’bah yg sangat amat agung itu tetapi chronos tetal tidak keliru bahwa dia tetap harus menyembah Allah

  28. Siti Nurbaeti (1415109022)-MPI/4 berkata

    Keteguhan hati Chronos agar tidak memalingkan imannya dari Allah SWT patut ditiru, dia tidak mudah menjual imannya meskipun masih satu ranah yakni Islam. Disini sifat filosofis Chronos muncul saat dia masih mencari alasan yang tepat untuk menguraikan air matanya ketika memandang ka’bah memandang keagungan ciptakan Allah

  29. Sri Rokhmah/MPI-4 (1415109026) berkata

    Kata-kata ini memiliki esensi tersendiri bagi saya “Wahai Ka’bah … Tidak ada yang mengalahkan kemuliaan dan keagunganmu. Itu kuakui! Di sinilah Adam melingkarimu, ketika ia bertaubat atas kesalahannya kepada Tuhan. Ia dikawal setidaknya oleh 700 ribu Malaikat, saat thawafnya dilangsungkan. Tujuannya, agar Adam tetap konsisten menjaga ketunggalan Tuhan. Aku tidak ingin menyandingkanmu dengan Tuhanku. Kau bukanlah Tuhanku. Meski aku tidak tahu dikawal atau tidak oleh Malaikat, tetapi aku berharap, Dia dapat menjaganya. Kemuliaan dan keagunganmu, akan tetap terpelihara jika aku dan seluruh jama’ah yang datang menjumpaimu, tetap menjagamu sebagai makhluk. Jadi maaf, aku tak menyembahmu wahai Ka’bah.

  30. Muhammad Yasir Arafah MPI/4 (1415109012) berkata

    Bismillahirrahmanirrahim, dalam part ini menggambarkan kegelisahan chronos terhadap apa yang ia rasakan. Ia merasa tidak seperti dengan jamaah lain, ia seakan berbeda dengan yang lain.
    Karena fikiran filosofisnya ia merasakan hal tersebut, dengan keanehan itu ia terus berfikir bagaimana ini bisa terjadi. Misteri filosofi.

  31. Nur Aliffah/ MPI-4 berkata

    Dalam part 17 ini chronos sangat kagum melihat keagungan Allah yaitu ka’bah yang dibangun oleh nabi ibrahim As. Kekaguman chronos tidak mengoncangkan keimanan yang ia miliki. ia tetap yakin kepada Allah SWT yang menjadi tuhan nya.

  32. Sri Hardianti-MPI/4-1415109024 berkata

    bismillah…
    dalam part tujuh belas ini, kita mengetahui bahwa yang pertama kali membnagun kabah adalah nabi ibrahim as dan anaknya. umat islam dari seantero jagat raya sangat ingin bisa mendatangi tempat yang paling di rahmati alloh. jangankan orang yang baru pertama kali, bahkan yang sering ke kabah juga tidak pernah jemu untuk memuji keagungan alloh..

  33. umar faruq mpi 4 berkata

    seperti berharap dengan membaca part 17 ini, ingin rasanya menangis secara berjamaah dengan orang yang kita sayangi berada disekeliling jamaah dan di klilingi bangunan indah dan hasrat keberkahanya.

  34. Ega Sugandi (1415109003) MPI/4 berkata

    Di part 17 ini bagaimana chromos sadar betul atas keagungan ka’ba yang begitu menakjubkan namun ia selalu berdoa kepada Allah agar tidak salah dengan menyamakan Ka’ba dan Tuhan. Setelah itu chromos dan rombongan melanjutkan thawaf hingga sholat maghrib di kak’ba/

  35. Yunita Nur RahmawatiMPI/4 (1415109034) berkata

    Ka’bah itu begitu indah Tidak ada yang mengalahkan kemuliaan dan keagunganmu. Bahkan orang yang baru pertama kali melihat ka’bah merasa begitu indahnya ka’bah yang di bangun oleh nabi ibrahim as

  36. Asiro MPI/4 (1415109002) berkata

    Bismillahirrahmaanirrahiim…
    Dalam novel part 17 ini yang berjudul “Ku Cari Air Mataku di Ka’bah”, menggambarkan ada beberapa yang mengganjal pada batin seorang crhonos, ia selalu bertanya-tanya pada dirinya dan merasa khawatir jika kedatangannya sebagai tamu Allah bukanlah untuk menyembah Allah, ia khawatir jika keindahan serta keagungan ka’bah membuatnya menyembah selain Allah. Bukannya ia tidak kagum atas semua yang dilihatnya, namun kekhawatiran tersebut membuatnya terus berfilosof dan susah untuk mencari air matanya yang tetap tidak mengalir layaknya jamaah disekitarnya termasuk juga istrinya (Vetra).

  37. Asyifa Nuraeni Kartika Ali/MPI/4 berkata

    Bismillahirrahmanirrahim
    Dalam part 17 ini diceritakan Thawaf Crhronos dan keluarga tetapi di Thawaf kedua Chronos ditemani istrinya, ia terheran-heran saat melihat jamaah haji dan istrinya menangis dalam hatinya berkata apa yang mereka tangisi?. Memang cara berfikir ataupun penafsiran orang itu berbeda, Crhonos beranggapan bahwa Ka’bah hanyalah hamba Allah dan tidak selayaknya untuk di sembah. Sungguh Ka’bah adalah tempat suci, dan beruntung sekali jika kita bisa mencium hajar aswad yang sering disebut batu surga itu.

  38. pujiati/MPI/4 berkata

    pada part ini sunggguh menarik setiap umat muslim di dunia pasti akan begitu merasa terharu dan takjub akan keindahannya ini, begitu pun dengan chronos dan keluarganya. banyak cara orang-orang menumpahkan emosinya dalam melihat ka’bah ini, ada yang menangis, ada yang terus memuji akan keagungan Tuhannya banyak pastinya, tapi satu hal yang harus diingat ka’bah hanyalah bangunan akan besarnya kekuasan Allah kalolah untuk menyembah hanya kepada Allah ta’ala saja, tanpa keraguan hati.

  39. Lu'lu Atul alawiyah (1415109010) MPI/4 berkata

    Bismillahirrohmanirrohim…
    Dalam hal ini chronos merasakan adanya kebimbangan dalam hatinya. Mengapa jama’ah lain menangis begitu melihat ka’bah? lalu ia pun kembali untuk melakukan thawaf kedua mengelilingi ka’bah bersama istrinya. Namun pada putaran kedua ini ia tetap saja tidak dapat mengalirkan air matanya. sesungguhnya menangis dihadapan ka’bah itu dibolehkan asal diniatkan dalam hatinya itu untuk meminta sesuatu yang kita inginkan (kebaikan) dan mencurahkan semua isi hati agar merasa damai dalam jiwanya. dan ka’bah pun hanyalah sebuah bangunan yang mengisyaratkan keagungan Allah.

  40. Siti halimah MPI/4 berkata

    bismillahirrahmanirrahim, ,
    tawaf mengelilingi ka’bah ini menjadi teka teki bagi chronos, dia merasa bingung entah apa yang dirasakan jamaah haji sehingga mereka menangis bigu dalam saat mengelilingi ka’bah. Namun chronos tetap teguh pendirian, dia tidak mau menyandingkan kabah dengan allah, karena chronos takut akan timbulnya kekufuran.

  41. dinny alfiana s. MPI/4 berkata

    setelah membaca part 17. saya membenarkan perkataan chronos “aku tidak ingin menyandingkanmu dengan Tuhanku. tetapi aku berharap, Dia menjaga kemuliaan dan keagunganmu, akan tetap terpelihara jika aku dan seluruh jamaah yang datang menjumpaimu, tetap menjagamu sebagai makhluk”. dalam hal ini memang perluadanya pelurusan niat, jangan sampai niat kita untuk beribadah malah menyimpang hanya karena terlalu mengagungkan ka’bah dan lupa bahwa ka’bah hanyalah makhluk Allah. wallahua’lam.

  42. Ririn Nur'aeni berkata

    bismillah di part 17 inii..
    cronos dan rombongan haji lainnya tiba dimaktab sebuah tempat untuk menunggu pelaksanaan ibadah haji, cronos kembali ke ka’bah ditemani istrinya vetra untuk melaksanakan thawaf yang ke dua sebagai pengganti tahiyat al Masjid. Tetapi begitu ia sampai di Kab’ah dan memulai thawaf, pikirannya kembali filosofi. Ia mengatakan kalimat-kalimat yang tidak lazim diungkapkan jama’ah yang sedang melaksanakan ibadah haji. selama melaksanakan thawaf ia tetap saja tidak bisa menangis sampai kembali ke maktab ia tetap tidak bisa menangis seperti jama’ah haji lainnya entah mengapa seperti itu padahal cronos ingin menangis tetapi tidak bisa.

  43. Nailiyatul Farhah MPI/4 (1415109013) berkata

    Bismillahirrohmanirrohim,
    Umat islam menilai bangunan yang sangat di agungkan(Ka’bah) oleh seluruh umat islam pasti berbeda-beda. Begitupun dengan penilaian chronos terhadap ka’bah. Penilaian vetra (istri chronos) juga berbeda dengan chronos tentang bagunan yang di agungkan umat islam (ka’bah). Akan tetapi, jika diniatkan untuk melaksanakan ibadah yang Allah perintahkan pada umat islam, niat itu sangatlah baik. Jika terharu ketika melihat ka’bah bangungan yang sangat di agungkan oleh seluruh umat islam di dunia wajar, karena bangunan yang sangat bersejarah dan banyak diidamkan oleh jutaan muslim untuk mengunjungi sebagai tamu Allah.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar