Take a fresh look at your lifestyle.

Mendaki Ke Puncak Asmara | Candu Asmara Remaja Part – 3

32 906

Mendaki ke Puncak Asmara. Sejak hari itu, aku kata Kayla, merasa tidak memiliki beban apapun dalam hidup. Aku seperti berada dalam samudera kebahagiaan fantasi yang tak berujung. Aku selalu merasa sedang berada dalam ruang hampa tanpa sedikitpun rasa takut. Suatu keberanian moral keremajaanku yang tidak takut, bukan saja pada Tuhan, tetapi bahkan terhadap manusia. Sorry kata Kayla, jangan tanya soal Tuhan. Aku tidak lagi memperdulikan kemungkinan Tuhan menyaksikan seluruh aktivitas kami berdua. Goresan tangan Kayla begitu natural mengungkapkan perasaan bathinnya yang mendalam.

Sejujurnya, sejak saat itu, aku malah hanya selalu menunggu bergantinya hari. Malam-malam yang dilalui, hanya berisi bayangan keindahan untuk pagi hari. Malam itu datang dan terus pergi silih berganti. Bagiku, pergantian itu hanya dinanti dengan cepat supaya aku dapat kembali menemukan kebahagianku yang sesungguhnya. Aku selalu berhasyrat dan selalu bercita-cita untuk kembali merajutkan cinta tulus dan asmara kami yang penuh ghairah dengan kekasihku, Fredy.

Fredy adalah sosok laki-laki yang telah menghabiskan seluruh rongga pikiranku akan apapun. Kayla menulis dalam X File-nya tentang Fredy sebagai sosok penuh Infatuation yang dalam anggapannya lahir karena Sex penuh Cinta. Fredy begitu pandai membawa diriku terus mendaki ke puncak asmara yang penuh ghairah. Asmara itu anugerah. Dan anugerah itu telah kami miliki secara sempurna. Jalan hidup terasa demikian sempurna, jika anugerah itu ada bersama kami.

Candu Asmara Kayla

Malam-malam yang dilalui Kayla selalu diisi dengan sejumlah impian akan pertemuannya di hari berikutnya bersama Fredy. Ia menjadi malas membaca dan menulis. Sekedar untuk mengerjakan PR yang dibebankan guruku di sekolah, tidak lagi aku kerjakan. Aku hanya senang memegang HP menunggu sms atau telephon dari Fredy.

Aku, kata Kayla dalam buku hariannya itu menyebut bahwa, selalu merasa bahagia setiap waktu, terlebih di pagi hari karena beberapa jam lagi kami akan kembali berjumpa. Aku begitu setia menunggu kiriman sms dari Fredy saat jam belajar akan berakhir dan selalu merasa bahwa Fredy akan mengajaknya bermain dan mendaki ke puncak-puncak asmara.

Baca juga: Juga Darah Keperawanan dalam Candu Asmara Remaja Part-2

Desiran seks penuh asmara yang disembulkan dari imaginasi asmaraku bersama Fredy masih terus terasa. Termasuk saat aku harus mendengarkan guru yang menyampaikan pelajarannya di sekolah. Aku selalu membayangkan bagaimana dirinya dengan kekasihnya itu memadu asmara. Asmara dan desahan puncak-puncak kebahagiaan yang menghabiskan seluruh energiku. Kayla mengatakan: “Jujur aku merasa bahwa inilah puncak-puncak kebahagiaan dalam hidupku. Sedikitpun aku tidak ingin melewatkan peristiwa yang penuh gairah ini walau hanya sehari”

Sejak hari itu, aku hanya selalu membayangkan bagaimana Fredy mengecup dan menjilati seluruh tubuhku secara lembut. Ia selalu berkata pelan dan memanjakan diriku dengan sejumlah kata-kata penuh cinta. Kondisi ini didukung oleh suasana rumah orang tua Fredy yang dilapisi pagar besi cukup tinggi. Kami sedikitpun tidak merrasa ketakutan untuk diketahui orang lain. Suasana rumah orang tua Fredy yang selalu sepi, tetap membuat aku bergairah, untuk memadu kasih dan berbagi rasa bersama.

Tanpa henti, sejak saat itu, hampir setiap hari dan setiap kesempatan ketika kami bertemu, hubungan asmara itu terus kami lakukan. Erangan-erangan indah yang ke luar dari mulut Fredy, selalu membayangiku kemanapun aku pergi. Aku sekali lagi, tidak peduli akan apapun dan resiko apapun yang harus ditebusnya. Tak ada kata, kecuali kami merasa bahagia.

Kayla Kurang Perhatian

Saat kalimat-kalimat yang tertuang dalam buku harian Kayla itu dibaca Shofia, ia hampir tidak percaya. Dia hanya berkata” Aku yang salah. Aku kurang perhatian terhadap gejala yang menimpa anakku. Mengapa aku bersama Indra sedikitpun tidak pernah merasa curiga akan apa yang dilakukan Kayla. Mengapa Kayla tetap leluasa datang dan pergi mengunjungi Fredy yang hidup dalam kesendirian di rumah besar tanpa penghuni. Ya Allah maafkan kami. Jerit bathin Shofia tak mampu berkata apa-apa. Lalu Shofia kembali melanjutkan catatan dalam buku harian itu.

Kayla menulis dengan kalimat: Aku tahu Fredy tidak lulus masuk UMPTN saat dia selesai dari SMA. Ia, tidak masuk kuliah ke PTS. Ia menunggu tahun berikutnya barangkali dapat masuk ke PTN yang dia cita-citakan.  Dalam kesendirian dan kesenyapan dengan cita-cita tinggi itulah, Fredy sendiri akhirnya luruh dalam kubangan cinta penuh asmara bersamaku.

Jujur aku tidak tahu kata Kayla, kalau perjalanan asmara semacam ini dapat membuahkan sesuatu yang menyulitkan kami. Awalnya aku tidak sadar jika pada bulan pertama setelah hubungan suami istri yang tidak syah itu, telah menyebabkan aku kehilangan kesempatan untuk mensturasi. Namun ketika memasuki usia kandungan 2 bulan itu, mukaku tiba-tiba terlihat pucat dan sering muntah-muntah. Yang menyulitkan aku sejujurnya, saat aku harus muntah di sekolah.

Beberapa kali aku dipanggil guru BP. Aku tak mampu mengelak, meski aku tidak mengakui kalau kemungkinannya aku hami. Inilah alasan mengapa pada akhirnya aku tidak masuk ke sekolah. Aku sendiri sejujurnya merasa malu akan suasana seperti itu. Tetapi aku tidak punya alasan kepada orang tuaku untuk tidak berangkat sekolah. Karena itu, meski aku tidak masuk sekolah, pada akhirnya, aku harus berpura-pura seolah berangkat sekolah.

Sejak usia kandunganku dua bulan itu, aku tidak datang ke tempat belajar. Aku malah datang ke rumah Fredy. Inilah kegiatanku sehari-hari. Aku terus menerus datang setiap hari. Setiap hari pula kami melakukan hubungan suami istri, tanpa henti. Kami tidak merasa berslah dan membiarkan larut dalam asmara penuh cinta.

Kayla Kami yang Salah

Waktu kuhabiskan di rumah Fredy dari pagi sampai sore. Pernah suatu hari, aku kelihatan sama pamanku, ketika aku naik mobil bersama Fredy. Hanya saja, pamanku hanya melihatku dengan penuh kaca yang entahlah maknanya apa. Aku tak peduli apapun yang dipikirkan sang paman itu. Kami tidur di rumah Fredy setiap hari sampai waktu ashar mau tiba.

Itulah yang menyebabkan aku sering pulang ke rumah, setelah waktu menunjukkan pukul 4 sore. Aku selalu bilang ada kegiatan lest tambahan atau ikut kegiatan intra kurikuler di sekolah. Orang tuaku sendiri yang suka sibuk mengurusi lalu lintas perusahaan, seolah tidak memiliki ruang untuk melakukan konfirmasi atas situasi seperti itu. Mereka percaya dan sedikitpun tidak menduga kalau aku tidak berangkat sekolah. Apalagi ternyata aku hanya memadu asmara.

Namun demikian, setelah perjalanan yang demikian panjang itu berlalu, aku akhirnya tak mampu menahan diri untuk tidak muntah-muntah di rumah kami. Aku demam tinggi dan menggigil. Inilah moment di mana orangtuaku [Indra dan Shofia] membeli testpack dan bahkan mengundang bidan keluarga ke rumah kami.

Testpack dan analisa bidan itulah, yang membuat orang tua kami marah besar. Ketakutaku akan kemarahan kedua orang tuaku, terlebih kakekku yang kharismatis itu, menyebabkan aku terpaksa harus pergi meninggalkan rumah. Pergi secara sembunyi-sembunyi di suatu pagi yang masih sangat sunyi. Aku akan membiarkan seluruh perjalanan hidupku bersama dengan kekasihku, Fredy.

Dengan perasaan yang sangat gontai dan lemah, Shofia akhirnya menutup buku harian Kayla. Ia mengatakan kepada dirinya sendiri, mungkin inilah buah dari caraku yang salah, atau caraku yang tidak mengerti bagaimana mengurus anak. Shofia menangis di atas kasur Kayla. Sementara Kayla hanya bersandar di kasur dan memandang dinding kamar dengan cara yang polos dan kosong. By. Charly Siera. Bersambung

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

  1. Cecep Sumarna
    Cecep Sumarna berkata

    Aku hanya ingin mengatakan terima kasih banyak atas semua komentar anda semua. Belajarlah dari fenomena ini ….

  2. Andriyani berkata

    Assalamualaikum Wr. Wb
    Saya pribadi sangat miris serta sangat sedih pilu rasanya hati ini terlebih setelah membaca novel candu asmara part 3 ini dimana miss communication yang terjadi dalam satu kelaurga yang mengakibatkan suatu masalah besar dan mungkin menjadi aib bagi keluarga, hal yang dilakukan tokoh kayla pada part 3 ini sudah sangat keterlaluan karena sudah tidak memikirkan mana yang benar dan mana yang salah yang dia fikirkan hanyalah kepuasan semata tanpa berpikir panjang efek dari perbuatannya itu seperti apa nanti, itulah kenapa keluarga menjadi pendidikan pertama bagi seorang anak karena di keluarga laj seorang anak tumbuh dan berkembang, dan peran orangtua sangat menentukan pribadi bagi anak, untuk itu jika memang kita disibukkan oleh pekerjaan maka ingatlah untuk apa dan siapa kalian bekerja

  3. Anton Mulyono berkata

    Di part 3 ini , pihak dari keluarga harus lah sangat berperan karena masalah akan semakin besar jika tidak diselesaikan dengan cepat. Kemudian peran pendidikan agama mendasari masalah di part 3 ini . Karena seseorang tidak akan tersesat ketika ia mempunyai pedoman dalam hidupnya. Maka dari itu keluarga harus bisa menjadi indikator seorang anak untuk menunjukan pendidikan agama yang baik agar tidak tersesat pada jalan yang salah.

  4. Muhamad Hananda berkata

    Perhatian dan komunikasi yg baik dalam keluarga antara orang tua dengan anaknya akan berdampak baik jga dalam kelangsungan hidup keluarga tersebut ,karena adanya interaksi yg berlangsung antara orang tua dengan anaknya, namun dalam novel ini perhatian dan komunikasi antara orang tua dengan anaknya tidak berjalan dengan selaras dikarenakan orang tua yg sibuk dengan pekerjaannya masing2 sehingga terjadi kurangnya kasih sayang terhadap anak dan keterlantaran anak ,seharusnya orang tua bisa menyeimbangkan antara pekerjaan dan mendidik anak ..

  5. FATLIKHA WATI berkata

    Assalamualaikum wr wb
    Pada part 3 ini kita tidak boleh saling menyalahkan satu sama lain ,entah itu sophia ataupun kayla .yang merasa orang tuanya tidak memberikan kasih sayang lantas ia mencari perhatian dari laki – laki luar lingkungan keluarganya , ia merasa senang pendapat perhatian dari laki – lain itu,karena sering memujinya , merayu dan sebagainya sehingg ia rela menyerahkan kehormatannyan kapada laki – laki lain.
    dan membiarkan orang tuanya merasa gagal dalam mendidik dirinya.

  6. Musfiq Hadining Amrullah berkata

    Assalamualaikum Wr.wb setelah saya membaca novel candu asmara remaja part 3 ini saya dapat menyimpulkan promblem yang berada dalam keluarga shofia dan indra sangat situasional dengan problem yang ada di indonesia. Banyak angka kehamilan di usia muda di sebabkan oleh pergaulan bebas. Pergaulan bebas yang bermula karena lemahnya pengawasan orang tua. Banyak pola pikir orang tua di indonesia yang lebih mempentingkan duniawi untuk membahagiakan anaknya tampa peduli bagaimana kehidupan anak nya.

  7. Rismawati berkata

    Kesalahan orangtua dalam mendidik anak, dan kurangnya komunikasi antara orangtua dan anak yang mana seharusnya hubungan antara keduanya harus dekat seperti orangtua sama anak pada umumnya. Dan harus bisa mempertanggung jawaban kesalahan yang ia perbuat dan sebagai orangtua harus membimbingnya, Mengarahkan pada hal-hal yang positif.

  8. Nur Iqrima berkata

    Dalam part 3 ini, dimana orang tua kurang memperhatikan ataupun memperdulikaan perjalanan anaknya, yang mana kedua orang tua ini terlalu aktif dalam pekerjaan masing masing, dan terlalu pasif dalam memantau keadaannya di setiap waktu, kenapa orang tua di haruskan memantau setiap waktu ? Karena biasanya hal yang dilarang keras justru malah membuat si anak tersebut berontak keluar dari aturan tersebut, namun tidak harus juga orang tua selalu membebaskan ataupun terlalu protektif justru itupun akan membuat atau melakukan hal yang tidak boleh dilakukan namun dia lakukaan itu di belakang orang tuanya. Maka dari itu, perhatian, kasih sayang, waktu, dan keperduliannya sangat di butuh kan meskipun usia si anak sudah terbilang dewasa, namun tak ada salah ataupun menutup kemungkinan mereka akan berperilaku baik, jika orang tua pun memberikan kasih sayangnya tidak milah milih.

  9. Danty Adi Sudarno Jafar berkata

    Pelajaran yang saya dapat ialah, bahwasannya penyesalan itu datangnya belakangan. Kurangnya pengawasan orang tua terhadap anak nya yang bisa membuat anak itu berubah kelakuannya. Tidak memantau aktivitas anaknya, orang tuanya lebih mementingkan pekerjaan nya.

  10. Merlindia Widia Ningsih berkata

    Assalamualikum Wr.Wb
    Dalam novel candu asmara part 3, peran orang tua Dalam mendidik anak telah gagal. Karena kesibukan orang tuanya dalam pekerjaan sehingga anak kurang perhatian Dan kasih sayang. Dan juga menyebabkan anak Itu terjerumus ke dalam pergaulan Bebas.

  11. Nisa berkata

    Assalamu’alaikum..
    Nilai yang harus diberikan orangtua terhadap anaknya tentunya yang paling utama ialah Akhlak. dari novel tersebut, Kayla yang hendak beranjak dewasa belum mempunyai akhlak yang baik sampai sejauh ini. selain itu rasa perhatian pun sangat dibutuhkan oleh anak tersebut dalam kondisi apapun. Terbukti bahwasannya Kayla tidak mendapat perhatian khusus dari kedua orang tuanya serta mereka merasa acuh tak acuh terhadap apa yang telah mereka perbuat.

  12. Muhammad Ghowtsul Alam berkata

    pendidikan pertama bagi anak adalah keluarga, khususnya ibu. apalagi anaka perempuan yang harus benar-benar dijaga dan diperhatikan. oleh karena itu seorang ibu harus mampu dalam mendidik anaknya sejak kecil agar menjadi orang yang jujur, baik, dan selalu patuh pada orang tua maupun agama. agar masa depannya kelak menjadi suskes dan cemerang. jikalau seorang ibu salah dalam mendidik anaknya mungkin akan seperti kayla yang salah dalam pergaulan. jika sudah seperti itu orang tualah yang malu dan menyesal diakhirnya

  13. Siti maryatul qibthiyah berkata

    Dalam suatu keluarga itu banyak hal yang harus bener" di perhatiin seperti halnya berkomunikasi antara anak dan orang tua itu penting dan dalam keluarga juga memerlukan harmonis saling menyayangi saling mengingatkan dan salaing menjaga, karna yg di butuhkan oleh seorang anak itu bimbingan dari orang tuanya bukan cuma harta dan benda yg di butuhkan oleh seorang anak dalam keluarga itu dan orang tua juga harus tau dan faham kelakuan anaknya dalam menjalankan kehidupan sehari harinya.perhatian dari orang tua amatlah penting dan jangan pernah sesekali memarahi anak dengan melebihi batas wajar karna seorang anak juga bisa sakit hati dan ngelakuin sesuatu yang gk bakalan bisa di percaya oleh orang tua dan anak itu juga bisa nekad.

  14. Afni Nursofiya berkata

    Assalam’ualaikum
    Nilai pendidikan yang bisa saya dapatkan pada dasarnya orang tua harus bisa menjadi teman ,orang tua harus selalu ada di sisi mereka , entah selalu bertanya tentang keseharian anak tersebut dan selalu menghibur dikala dia sedih . Dengan hadirnya seorang teman memang membuat anak merasa bahagia walaupun ketika ada masalah – masalah yang timbul begitu besar sehingga seorang orang tua bisa berperan sebagai teman dan dapat mencegah timbulnya masalah sosial dalam hidup mereka .

  15. Aji santoso T.IPS A/1 berkata

    assalamualaikum. dalam novel ini bagian part 3, dalam nilai pendidikannya ialah disini peran orang tua sangat penting dalam memantau dan mengawasi pergaulan anaknya dalan dunia pergaulan yang sekarang ini dalam hubungan keluarga harus ada hubungan yang harmonis agar terjalin hubungan yang baik antara orang tua dan anak dan orang tua seharusnya jangan sampai orang tua melalaikan tugasnya sebagai orang tua dalam mendidik anaknya untuk menjadi anaknya berperilaku yang baik. terimakasih,wassalamualaikum.

  16. Aji santoso T.IPS A/1 berkata

    assalamua’laikum. dalam bagian part 3 ini dalam nilai pendidikan ialah bahwa seharusnya hubungan keluarga itu harus terjalin dengan baik dan jangan sampai ada jarak jauh anatara orang tua dan anak dan adanya hubungan yang korelasi anatara orang tua dan anak sehingga terjadi hubungan yang sinkron yang harmonis, disini orang tua dituntut untuk selalu memantau anaknya dalam dunia pergaulan sekarang ini jangan sampai orang tua melalaikan tugasnya sebagai orang tua. terimakasih, wassalamua’laikum.

  17. Robi'atul Adawiyah berkata

    Shofia dan Indra sebaiknya tidak sepenuh percaya terhadap Kayla. Shofia seharusnya dapat meluangkan waktunya untuk berkomunikasi dengan guru di sekolah dan dapat melakukan konfirmasi atas situasi seperti itu. Agar tidak terjadi penyesalan seperti ini.
    “Ia mengatakan kepada dirinya sendiri, mungkin inilah buah dari caraku yang salah, atau caraku yang tidak mengerti bagaimana mengurus anak”. Dalam hal ini penyesalan tak berarti, penyesalan tak akan dapat merubah apapun. Orang tua harus sadar akan kewajiban besarnya untuk mendidik anak sejak dalam kandungan agar sang anak memiliki moral yang baik.
    Seorang anak pun harus sadar akan kewajibannya yaitu menempuh pendidikan dengan baik dan benar. Dan harus mampu memanfaatkan waktu untuk hal yang positif sehingga tidak terjerumus pada hal negatif.

  18. Wahyuni Wati Nengsi MPI A smt 3 berkata

    Assalamu’alaikum Wr. Wb
    Dalam naskah candu asmara part3 ini, peran orang tua terhadap anak salah, kurangnya komunikasi dan perhatian orang tua terhadap anak, sehingga anak menjadi acuh terhadap keluarga, bertingkah nakal yang menyimpang dengan moral yang tidak diinginkan orang tuanya.

  19. Vina Rosseliana berkata

    Kesibukan orang tua akan pekerjaannya disini berakibatkan fatal, karena ia telah melalaikan perannya sebagai orang tua yang sudah sepatutnya mendidik dan mengasuh anak dengan baik. Seharusnya orang tua harus memikirkan anaknya , bukan hanya pekerjaanya saja. Karena jika ia hanya memikirkan pekerjaanya maka anak-anaknya akan terlantar sama halnya dengan anak-anak di jalanan karena dia bebas untuk kesana kemari. Oleh sebab itu sebaiknya orang tua disini haruslah bisa membagi waktu. Sesibuk-sibuknya orang tua haruslah bisa mengatur dan selalu mengawasi anaknya . Apalagi sekerang di zaman modern ini semua orang bisa dengan cepat dan mudah berkomunikasi melalui Hp yg bisa mengawasi anaknya kapanpun dan dimanapun dengan mudah.

  20. Fitria dewi berkata

    Dalam novel candu asmara part 3 ini. Kurang nya perhatian orang tua terhadap anaknya. Seharusnya orang tua bisa mengatur waktunya kapan ia harus memperhatikan anaknya dan kapan ia harus bekerja. Orang tua adalah pendidik pertama bagi anaknya. Oleh karena itu orang tua harus menanam nilai agama kepada anaknya. Sehingga anak memiliki aklak yang baik.

  21. Irfan Sahroni berkata

    Ketika seorang remaja sudah dalam keadaan lalai, hanyalah nafsu yang akan diturutinya dan akan muncul tidak ada rasa takut kepada orang lain bahkan lebih parahnya tidak akan takut kepada tuhanya, sehingga yang dia kerjakan merasa benar walaupun prilaku dan sikapnya menyalahi normal-normal agama. Disinilah peran tanggaung jawab kedua orang tua untuk mendidik anak- anknya dari mulai kecil hingga remaja. Apabila anak sudah memasuki masa remaja anak tersebut sudah dibekali dengan pendidikan agama dan akhlak yang baik, sehingga tidak akan terjerumus kedalam pergaulan bebas.

  22. Safa Amaliatus saadah berkata

    Di novel part 3 ini menjelaskan bahwa orangtua terlalu sibuk dengan kesibukan nya tanpa memperhatikan pendidikan dan pergaulan anaknya karena dari kepedulian keluarga lah sikap dan moral anak itu di bentuk, kesibukan orang tua bukanlah suatu alasan untuk tidak mendidik anaknya karena orang tua adalah pendidik pertama bagi anaknya, pada usia remaja orang tua mengira bahwa anak baik baik saja tidak semua anak baik ada juga yang terpengaruh dengan lingkungannya apalagi berteman laki2, jika anak tidak ingin terpengaruh dngan zaman Z memperbanyak ilmu tauhid atau tentang islamiyah sehingga tidak ingin terpengaruh dengan zaman z kokohkan iman, dan selalu mendekatkan diri kepada allah swt.

  23. Cahya Hadi Kusuma ( T.IPS A/1 ) berkata

    Yang ke part 3 pendidikan keluarga benar-benar telah gagal dalam mendidik anak, seharsnya peran orang tua harus lebih dominan mendidik anak dibandingkan dengan pekerjaan nya. Bagaimana orang tua menumbuhkan suatu karakter, sifat dan watak seorang anak? yaitu dengan cara adanya perhatian, adanya komunikasi, dan diajarkannya pendidikan agama, suapaya membentuk moral dan etika yang baik. Kita sebagai orang tua menjadi tempat bersandarnya anak maupun tempat curhatan anak.

  24. Nina Nur'aeni berkata

    assalamualaikum wr.wb
    candu asmara part 3 ini secara tidak langsung menggambarkan kondisi sikap orang tua jaman sekarang. dimana para orang tua terlalu sibuk dengan dunianya tanpa sadar ada suatu kewajiban yang terabaikan. ya kewajiban mendidik anaknya. terutama dalam koteks spiritual. banyak para orang tua mengira ketika anaknya sudah menginjak usia remaja anaknya tidak memerlukan lagi perhatian khusus dan kasih sayang dari mereka. padahal pemikiran seperrti itu yang menyebabkan banyak terjadinya hal-hal yang seperti kayla lakukan. seharusnya ketika orang tua mengetahui bahwa anaknya tengah menginjak usia remaja ia harusnya memberi perhatian lebih karena pada masa itu seorang anak akan mengalami banyak perubahan baik fisik maupun psikisnya (baligh) atau disebut juga amsa pubertas. banyak hal yang akan anak rasakan seperti menyukai lawan jenis. disinilah peran orang tua sangat dibutuhkan apakah orang tua mampu membimbing anak-anaknya melewati masa-masa ini samapai nanti menuju proses pendewasaan dimana seorang anak akan mampu memlih mana yang harus dilakukan mana yang hanya sekedar tahu saja.

  25. Intan Tresna Dwi berkata

    Assalamu’alaikum wr.wb
    Orangtua yang terlalu melalaikan kewajibannya untuk mendidik anak, sehingga berakibat kepada perilaku anak yang terbawa arus pergaulan bebas yang menyebabakan Kayla tidak mempunyai rasa takut terhadap Tuhannya disini tidak hanya gagal mendidik dalam konteks umum namun yang paling penting adalah kegagalan mendidikan dalam hal keagamaan. Hal ini terlihat dari sikap acuh tak acuhnya Kayla terahadap keluarganya sendiri bahkan terhadap apa yang sudah ia lakukan.
    sekian
    wassalamu’alaikum wr.wb

  26. dedehidayatulloh berkata

    ngan adanay hasrat cinta yang dalam terhadap mahluk sendiri itu akan mengakibatkan diri manilusia lalai akan sesuatu yang lainnya bahkan sampi tidak memikirkannya.

    Orang tua sebagai pendidik pertama dam utama seharusnya dalam kesibukannya dalam mencari kebutuhan hidup untuk kesejahtraan keluarga itu haruslah tetap mengedepankan pendidikan terhadap anaknya.
    Jikalau itu tidak dilaksanakan maka seperti kisah yang terdapat dalam novel diatas.
    Penyesalan akan timbul pada akhir dan itu semua akan mempengaruhi psikologi pada diri seseorang hany akan mengakibatkan suatu tekannan batin dan akam menghancurkan kekeluargaan bahkan hidupnya tidak akan tenang.

  27. Miftahul Janah berkata

    Assalamu’alaikum wr.wb
    Pergaulan bebas membawa Kayla tidak memiliki rasa takut terhadap Tuhan,dan berakibat buruk pada pendidikannya disekolah.Dengan hilangnya rasa takut dia terhadap Tuhan disitulah iman mulai melemah,karena dia lebih mementingkan kenikmatan dunia daripada akhirat.Diposisi inilah peran orang tua harus menjaga anaknya yang beranjak remaja dengan menanamkan nilai agama lebih mendalam.

  28. Maulidiya berkata

    Assalamualaikum wr.wb
    Dari candu asmara part 3 ini,sangat memilukan bagi kedua orang tua kayla.Karena orang tuanya tidak memikirkan dan mempedulikan akan kegiatan kayla diluar sekolah setiap harinya,dan ibu sofiah seharusnya menjadi panutan bagi anaknya agar tidak terjadi hal yang sudah terjadi terhadap kayla.

  29. ikbal pauji berkata

    Assalamu’alaikum wr. wb.
    Dari naskah Candu Asmara Remaja Part 3 ini.. Saya kira ‘Komunikasi’ masih menjadi alasan utama terhadap kasus Kayla.
    Komunikasi yang bukan hanya antara orang tua dan anak. akan tetapi komunikasi yang lebih luas perihal anak.
    Komunikasi yang harus terjalin antara orang tua Nasab (pendidik informal) dengan Orang tua Sabab (Pendidik formal/guru). Jadi Sebisa mungkin orangtua pun harus memantau kegiatan anak di sekolah melalui komunikasi pro aktif dengan pihak guru di sekolah yang bersangkutan. Pihak guru pun harus pro aktif memberi kabar atau informasi kepada masing2 orangtua siswa terhadap masalah atau prestasi yang dilakukan siswa di sekolah secara intens. Komunikasi ini menjadi penting adanya. Kalau kita lihat pada Kasus Kayla yang 2 bulan tidak masuk sekolah, bukankah 2 bulan itu bukan waktu yang singkat? Mungkin langkah2 proaktif (bersifat komunikasi) antara guru dan orang tua dapat mempreventif hal ihwal pemerosotan moral anak seperti yang dialami Kayla.
    Karena itu menjadi tugas bersama. Jadi Jangan saling mengandalkan dan merasa bebas Tugas. Orang Tua mengandalkan peran guru, Sebaliknya Guru merasa bebas tugas ketika telah selesai jam pelajaran.
    Terimakasih.

  30. Nurul Faridah berkata

    Cara mendidik yang salah terhadap anaknya, kurangnya perhatian orang tua terhadap anaknya. Lemahnya iman karena tidak merasa bersalah sedikitpun atau merasa berdosa atas kesalahan yang telah di perbuat. Dan jika kita sedang ada masalah seharusnya tidak lari meninggalkan masalah, masalah harus di hadapi dan di selesaikan, berani berbuat berani bertanggung jawab.

  31. Suyana berkata

    asalmu’alaikum
    dalam part 3 novel candu asmara ini ibu kayla menyesal akan kelakuan anaknya namun penyesalan ini sudah tidak ada gunananya karena sudah terlanjur terjadi dan inilah hikmah yang perlu di ambil mengenai keberhargaan waktu yang tak mungkin bisa di putar kembali walau hanya sedetik ,kemudian smoga kita bukan hanya orang yang hanya mengejar kenikmatan sesaat seperti kayla tapi jadilah orang yang pandai mengatur waktu dan bijak dalam mengambil keputusan

  32. Milha Nurseha berkata

    Assalamualaikum,,
    Dari part 3 ini dominan nilai pendidikan yang terkandung dalam part adalah tentang kesalahan dalam mendidik anak,dan juga kurangnya perhatian kepada anak sehingga terjadinya kegagalan dalam mendidik karakter / moral anak itu sendiri.
    kegagalan dalam mendidik anak itu sendiri terlihat dari sifat kayla yang acuh terhadap apa yang akan terjadi setelah ia melakukan hubungan yang tidak sah itu,dia acuh terhadap keluarga,juga acuh kepada apa resiko dari perbuatannya itu di sisi lain itu juga terjadi karena kurangnya komunikasi dalam kelurga karena komunikasi dalam keluarga sangat lah penting,dan untuk komunikasi itu sendiri tak harus tatap muka,.
    Wassalamualaikum,,