Mengaji Lewat Speaker Dilarang, Bagaimana Dengan Adzan?

0 121

Dunia memang sedang memainkan peran terbalik. Yang dulu dianggap positif, kini dipandang negatif. Yang dulu dipandang negatif, kini sering dianggap positif. Hari ini banyak hal telah terjadi dalam perpektif terbalik. Entah ke mana arah perubahan ini berakhir. Baru baru ini masyarakat Indonesia sedang dihebohkan dengan lontarana pernyataan Jusuf Kalla (JK) secara terang-terangan melarang Mengaji Lewat Speaker khususnya yang diputar sebelum subuh. Bagaimana dengan Adzan lewat Speaker yang keras? Mengaji Lewat Speaker Dilarang

Beberapa Contoh

Misalnya, dulu sewaktu saya masih kecil, ketika akan buka puasa di siang hari karena masih sangat kecil, bapak selalu bilang, nak karena kamu masih kecil, nggak apa-apa buka puasa. Hanya, tolong jangan kelihatan orang lain yang sedang berpuasa. Belajarlah kamu menghormati orang lain yang sedang berpuasa.Situasi hari ini berbeda. Misalnya, tolonglah yang berpuasa, hormati mereka yang tidak berpuasa. Beri kesempatan mereka yang tidak berpuasa untuk makan, sekalipun di tempat yang sangat ramai.

Begitupun saat kami sedang berdikusi ramai di rumah, ketika Masjid mengumandangkan adzan, Bapak dan Ibu selalu mengingatkan: Diamlah dulu. Dengarkan sampai adzan selesai dikumandangkan. Dosa jika tidak mendengarkan adzan karena setiap hurup yang terungkap dalam adzan, selalu mengandung kalimah suci atau sakral dan bahkan do’a. Kami lalu diam membisu sambil menjawab allahu akbar atau bacaan lain menurut susunan adzan itu sendiri. Hari ini, mereka yang adzan diingatkan untuk menghormati mereka yang tidak nyaman akan bacaan adzan. Bahkan banyak di antara umat manusia hari ini yang menyatakan No way untuk adzan yang berspeaker.

Contoh lainnya, sewaktu saya menjadi mahasiswa, suara adzan tak mampu membuat kami diam baik saat berdiskusi atau melakukan aktivitas lain. Alasannya, adzan harus dijawab dengan shalat. Hanya ada satu kegiatan yang membuat kami harus berhenti beraktivitas, yakni saat kami mendengar alunan suci al Qur’an. Tradisi ini bahkan dibawa dilingkup kajian dan berbagai diskusi lain, khususnya di Himpunan Mahasiswa Islam. Ketika suasana sedang ricuh sekalipun, anak HMI kalau mendengar ayat suci al Qur’an, mereka langsung menghentikan aktivitasnya. Mereka diam dan sunyi senyap. Alasan kami sewaktu menjadi aktivis itu sandarannyaayat al Qur’an yang menyatakan apabila disebutkan nama Allah bergetarlah hatinya. Dan jika dibacakan ayat-ayat Allah, maka, betambahlah imannya. Dengan nalar seperti itu, kami khidmat saat mendengar ayat suci al Qur’an, meskipun terhadap adzan, kami tak begitu menghiraukannya.

Adzan dan Fenomena kekiniaan

Belakangan, kegitan adzan dan ngaji al Qur’an di Masjid-masjid dan di surau-surau seringkali berjalan bersama dan banyak Masjid yang melantunkannya dengan speaker yang keras. Ditambah lagi membaca shalawatan yang cukup panjang. Kegiatan itu, seringkali dilakukan di beberapa Masjid dalam setiap waktu shalat. Akibatnya, memang terdapat banyak masyarakat; Muslim dan non Muslim yang butuh istirahat, agak sedikit terganggu konsentrasi istirahatnya karena bacaannya yang keras dan panjang. Karena itu, banyak kemudian yang melakukan protes terhadap kegiatan dimaksud karena dianggap mengganggu.

Apa yang dilakukan Jusuf Kalla dalam hampir dua tahun terakhir yang melarang berlama-lama mengumandangkan adzan dan berbagai bacaan seperti yang kami sampaikan tadi, karena itu, dalam banyak kasus sebenarnya dapat mewakili kelompok urban akan situasi kebathinan yang cenderung mulai liar dan kering nilai. Umat Muslim Indonesia, ketika salah seorang Presiden Turkey melarang adzan di Masjid, begitu ramainya. Tetapi, hari ini, Wakil Presiden kita sendiri, dengan berbagai latar belakang tentu saja, melakukan larangan yang plus minus sama. Jadi, umat Islam Indonesia sendiri dalam soal ini,  sejatinya sedang mengalami pergeseran. Prof. Dr. H. Cecep Sumarna

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.