Take a fresh look at your lifestyle.

Kemandirian adalah Karakter | Cara Mengangkat Pegawai Part – 2

0 17

Sekalipun dia emosional dan tampak seperti akan marah besar, akhirnya diam. Lalu saya katakan: “Sebaik apapun teori yang dibuat, semua akan sia-sia jika perilaku kita masih tergoda untuk berbuat dan bertindak tidak jujur. Jika kita berbohong atas usaha yang dilakukan, maka, langkah apapun pasti akan rubuh”.

Manusia itu adalah tempat lupa, salah dan dosa. Tetapi, manusia tidak memiliki habit untuk berbohong. Habit manusia itu jujur. Fakta juga menunjukkan bahwa ketika berbohong, kita terus menerus gelisah. Musuh utama bisnis, karena itu bukan berbuat salah, tetapi bertindak bohong. Karakter bisnis sama dengan dengan karakter manusia yang intoleran terhadap kebohongan. Karena itu jangan heran, jika ada filosof mengatakan bahwa manusia adalah homo economicus. Nabi Muhamad sendiri ketika ditanya sahabat tentang apa kunci kebahagiaan dalam hidup, ia Jangan berbohong.

Supaya tidak terlalu menyinggung, saya kemudian mengilustrasi pengalaman pribadi dengan beberapa teman yang menampakkan diri hebat dalam mengelola bisnis di lembaga pendidikan tinggi. Saya memiliki pengalaman berharga pernah diminta beberapa Perguruan Tinggi Swasta di wilayah Cirebon dan sekitar serta di satu atau dua perguruan tinggi di Priangan Timur untuk menjadi penasehat, ikut mendirikan atau bahkan hanya sekedar menjadi tukang ketik.

Dari perjalanan panjang yang dilewati, saya menyimpulkan bahwa banyak yayasan pendidikan Indonesia, hanya memiliki kemampuan relasional, bukan kemampuan esensial. Kemampuan semacam ini, tidak disadari telah mendorong kawan-kawan tadi dengan sendirinya memiliki karakter pengambil dan penyimpan kekayaan yang cukup baik.

Karena relasinya di periode tertentu itu baik, maka, yayasan yang dimiliki kawan-kawan itu begitu hebatnya. Banyak projek-projek pemerintah Indonesia dan bahkan asing dalam bentuk fisik dan program digelontorkan kepada mereka.  Saya sering berbisik kepada kawan-kawan tadi dengan mengatakan: “Jangan bangga”.

Anda akan memasuki masa vakum baru yang sulit diprediksi. Anda belum memiliki akar yang baik dalam konteks keumatan. Anda akan persis seperti parasit-parasit yang tidak memiliki akar baik dalam konteks kehidupan manusia.

Hanya sebagian kecil yang menerima gagasan tadi dengan cara mengerem bantuan pemerintah dan asing, sambil berusaha setapak demi setapak membangun solidaritas di antara berbagai organ yayasan. Kebanyakan di antara kawan-kawan itu, tetap tidak menggubris obrolan tadi bahkan terkesan digjaya yang menyebabkan pada akhirnya saya sendiri terasing.

Ketika putaran roda berganti haluan, hanya yang sedikit itulah yang masih bertengger baik karena ia kuat dan memiliki akar historis dengan masyarakat secara nyata. Yang kecil dan sedikit itulah yang masih tetap menyelenggarakan kajian ilmiah, tetap membangun ruang kelas baru, Koperasinya tetap jalan, peternakannya tetap hidup, dan mahasiswa semakin bertambah.

Kemandirian adalah Karakter

Saya akhirnya mengatakan kepada kawan di atas, bahwa kemandirian adalah karakter, ide dan gagasan serta nokhtah hidup yang esensial. Ia akan mendorong diri kita untuk terus menerus mencari, yang ketika telah mendapatkan, selalu berusaha untuk membagikan.

Itulah kunci usaha. Lha bagaimana mungkin anda terlatih usaha, sementara mental yang dimiliki itu, telah diblok oleh suatu keyakinan, bahwa tugas anda adalah mendapatkan untuk kemudian disimpan. Sementara pengusaha adalah mereka yang terus menerus mencari untuk kemudian dibagikan.

Sikap mental yang terakhir inilah yang kemudian bakal diimitasi secara nyata oleh pegawai kita. Jika itu mampu dilakukan, maka pegawai kita, selalu merasa tidak sedang berkerja untuk kita, tetapi, mereka merasa sedang bekerja untuk dirinya sendiri. Mereka pada akhirnya, akan terus memajukan usaha kita karena asumsinya yang mengatakan bahwa usaha maju berarti ia telah memajukan dirinya sendiri.

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar