Inspirasi Tanpa Batas

Mengapa Guru Mesti Menyusun Penelitian Tindakan Kelas

Penting bagi guru untuk menyusun penelitian tindakan kelas. Penelitian tindakan ini, bukan hanya akan mendorong guru menjadi profesional dan memiliki kejelasan dalam meningkatkan kariernya, tetapi, juga akan mendorong dirinya faham atas masalah yang dihadapinya di kelas. Tulisan ini mengupas tentang mengapa guru harus melakukan penelitian tindakan kelas.

0 64

Konten Sponsor

Action Research [penelitian tindakan], para taraf dunia sesungguhnya bukan kegiatan baru. Hal ini setidaknya telah dilakukan para profesional Amerika Serikat sejak tahun 1940-an. Penelitian ini, umumnya digunakan mereka untuk memecahkan masalah-masalah teknis yang dihadapi mereka di lapangan.

Penelitian dimaksud, sipatnya sederhana. Mengapa? Karena penelitian ini, umumnya hanya berisi soal perencanaan tentang sesuatu yang bersipat teknis. Penelitian tindakan [action research] hanya memuat soal perencanaan teknis, lalu direfleksi dan kemudian disusunlah laporan. Isi laporan itu, memuat tentang cara menyelesaikan soal teknis yang ditemukan mereka di lapangan.

Penelitian Tindakan, di Indonesia, mulai ramai dalam beberapa tahun terakhir. Dinamika penelitian ini, tampak semakin semarak, khususnya di kalangan guru, ketika penelitian tindakan muncul sebagai persyaratan bagi guru unruk naik pangkat misalnya. Maka, sejak saat itu, penelitian tindakan yang sebelumnya, biasa aja, mejadi ramai. Dalam kasus tertentu, malah seolah terjadi distorsi. Misalnya ada anggapan bahwa Penelitian tindakan, seolah hanya Penelitian Tindakan Kelas [PTK].

Tidak salah memang, tetapi kurang tepat. Mengapa? Sebab PTK adalah bagian dari penelitian tindakan. Masih banyak penelitian tindakan lain, yang tidak termasuk ke dalam Penelitian Tindakan Kelas. Lepas dari berbagai soal dimaksud, apa sesungguhnya penelitian tindakan kelas. Berikut adalah gambaran umum tentang PTK.

Landasan Guru Menyusun PTK

Persoalannya sekarang, mengapa guru harus meneliti? Keharusan ini, tampak semakin serius ketika pemerintah mengeluarkan UU Nomor 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen. UU ini, disusul dengan Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2006 tentang standarisasi pendidikan. Belakangan, Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara, juga mengeluarkan Peraturan Pemerintah. PP dimaksud, yakni  Peraturan Nomor 16 tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya.

Melalui UU dan Peraturan di atas, guru tidak hanya mengajar. Ia dituntut melakukan langkah-langkah strategis untuk meningkatkan kualitas dirinya dan secara otomatis kualitas pembelajarannya. Fungsi dan peran guru, dengan demikian, juga menjadi berubah.

Dengan nalar di atas, langkah-langkah yang harus dilakukan guru adalah sebagai berikut: 1). Melaksanakan pengembangan diri melalui kegiatan diklat fungsional dan kegiatan kolektif guru; 20. Melaksanakan publikasi ilmiah hasil penelitian atau gagasan inovatif, publikasi buku teks pembelajaran/modul  dan; 3). Pelaksanaan karya inovatif [penemuan penelitian tepat guna, penemuan/penciptaan atau pengembangan karya seni, pembuatan/pemodifikasian alat peraga, penyusunan standar dan pedoman.

Tujuan Penelitian

Dalam skenario UU dan Peraturan di atas, sebenarnya ada dua jenis penelitian yang semestinya dilakukan guru. Pertama. Penelitian Tindakan Kelas [clasroom action research], dan; Kedua, penelitian untuk meningkatkan kualitas tujuan instruksional [research for instructional quality improvement]. Kedua penelitian ini memiliki tujuan penelitian yang sama, yakni:

  • Memperbaiki proses instruksional dan kurikulum,
  • Meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah
  • Pengembangan staff [staff develovement].

Jadi, penelitian yang dilakukan guru, semata-mata bukan untuk meningkatkan pengembangan keilmuan yang sipatnya umum, tetapi, lebih bersipat teknis pada apa yang menjadi kewajibannya sebagai pendidik dan tenaga kependidikan.

Manfaat Penelitian

Manfaat yang dapat diperoleh guru ketika melakukan penelitian tindakan kelas adalah sebagai berikut:

  • Meningkatkan kompetensi guru dalam mengatasi masalah pembelajaran;
  • Meningkatkan sikap profesional guru;
  • Meningkatkan interaksi antara siswa dan guru;
  • Meningkatkan kualitas penggunaan media dan alat bantu pembelajaran di dalam kelas.

Apa Yang Harus Diteliti Guru

Mencermati tujuan dan manfaat penelitian tindakan yang dilakukan guru, maka, sebaiknya ketika guru akan melakukan penelitian tindakan kelas, memperhatikan hal-hal sebagai berikut:

  • Penelitian mesti fokus pada masalah siswa ketika menghadapi masalah di dalam kelas
  • Penelitian mesti fokus pada desain dan strategi pembelajaran guru di dalam kelas
  • Penelitian mesti fokus pada pengujian alat bantu, media dan sumber pembelajaran di dalam kelas
  • Fokus pada sistem evaluasi proses pembelajaran dan hasil belajar
  • Fokus pada pengembangan pribadi peserta didik, pendidik dan tenaga kependidikan.

Dengan berbagai deskripsi di atas, guru diharapkan fokus melakukan penyelesaian pada sejumlah hambatan yang dihadapinya di dalam kelas. By. Prof. Cecep Sumarna

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar