Mengapa Harus Menggunakan Metode Berfikir Ilmiah

Mengapa Metode Berpikir Ilmiah
2 654

Perbedaan antara manusia dan binatang terletak pada kesanggupannya untuk mengembangkan pengetahuan. Rumah binatang, sejak diciptakan Tuhan, sampai abad sekarang, belum pernah mengalami perubahan. Kita tidak dapat membayangkan bagaimana jika manusia hidup seperti binatang.

Rumah manusia menurut catatan sejarah, pertama kali dibangun di atas pohon-pohon besar yang hampir mirip dengan tempat tinggal binatang. Manusia mengembangkannya menjadi gua-gua dalam pegunungan. Setelah itu membangun rumah-rumah yang terbuat dari kayu. Setelah rumah kayu, kemudian muncul rumah bertembok setengah rumah dan kemudian gedung-gedung penuh tembok.

Sulit dibayangkan jika rumah manusia tidak mengalami perubahan. Atau agak sulit membayangkan model rumah nenek moyang kita dan kita hidup dalam rumah seperti rumah moyang di zaman dulu. Dalam perkembangan iimlnkhir, model rumah bahkan terus berkembang. Perkembangan itu sendiri mempercepat rasa pandang usang terhadap model rumah sebelumnya,

Dengan menggunakan metode berfikir ilmiah, manusia terus menerus mengembangkan pengetahuannya. Dengan metodenya, manusia terus memperoleh kenikmatan dan kebahagiaan hidup (etik-estetik). Perspektif ini, kenikmatan dan kebahagiaan hidup manusia, pasti hanya akan terwujud mellui sikap ingin tahu dari manusia dan itu semua dilakukan melalui metode berpikir tertentu yang disebut dengan metode berpikir ilmiah. Manusia memiliki sifat ketergantungan yang luar biasa terhadap pengetahuan. Sifat ingin tahu yang melekat manusia, telah mendorong manusia untuk mengungkap pengetahuan, meski dengan berbagai cara dan pendekatan yang digunakan.

Cara Manusia Memperolah Pengetahuan

Secara historis, ada empat cara manusia memperolah pengetahuan yang tadi disebut sebagai peletak dasar kemajuan manusia. Keempat cara itu adalah: 1) Berpegang pada suatu yang telah ada (metode keteguhan); 2) Merujuk kepada pendapat ahli (metode otoritas); 3) berpegang pada intuisi (metode intuisi), dan; 4) menggunakan metode ilmiah.

Cara pertama sampai pada cara ketiga, disebut sebagai cara awam karena tidak efisien, kurang produktif, terkadang tidakobjektif serta tidak rasional. Sedangkan cara terakhir, yaitu metode ilmiah adalah cara ilmiah dipandang lebih rasional, objektif, efektif dan efisien. Cara keempat ini, sering disebut sebagai cara ilmuan dalam memperoleh ilmu. Dalam praktiknya, metode ilmiah berguna untuk mengungkap dan mengembangkan ilmu. Cara yang ditempuh dan dikerjakan ilmuan adalah dengan cara kerja penelitian.

Cara kerja ilmuan dengan penelitian ilmiah muncul sebagai reaksi dari tantangan yang dihadapi manusia. Dalam perspektif ini, menyiratkan bahwa tantangan seolah telah menjadi taqdir buta manusia. Manusia selalu harus berhadapan dengan berbagai tantangan baik yang modusnya sama dengan apa yang terjadi sebelumnya, maupun dengan tantangan yang sama sekali baru, tidak pernah didapatkan sebelumnya sehingga memerlukan metode yang juga benar-benar baru.

Manusia selalu dituntut mengernyitkan kening dan mengerahkan segala daya dan potensi yang dimilikinya. Tujuannya, semata-amata agar manusia tetap eksis ketika harus berhadapan dengan dunia nyata. Masalahnya sendiri, semakin hari semakin kompleks.

Pemecahan masalah melalui metode ilmiah tidak akan pernah berpaling atau tidak pernah berada dalam suasana kebatinan yang penuh perasaan. Sebab tidak semua ilmuan memiliki perspektif filosofis yang sama dalam melaksanakan penelitian. Bahwa betulpara ilmuan menyediakan latar belakang filosofis terhadap pengeetahuan ilmiahnya, tetapi jarang di antara mereka yang mampu merefleksikannya.

Tujuan ilmu ialah untuk memperoleh kebenaran ilmiah. Ilmu telah bergerak kepada wilayah filsafat. Ilmuan yang kritis dan filosofis akan bertanya, apa hakikat kebenaran ilmiah? Bagaimana cara memperoleh kebenaran ilmiah? Jawaban atas pertanyaan filosofis tentang ilmu dan kebenaran ilmiah, tidak digarap masing-masing cabang ilmu, tetapi diserahkan kepada cabang filsafat yang disebut Filsafat Ilmu melalui sebuah kajian dalam apa yang disebut dengan metode berfikir ilmiah.

Metode Berpikir Ilmiah dan Urgensinya

Bagian ini akan mengkaji tentang metode ilmiah dan urgensinya di lingkungan kaum terdidik dan cerdikia dan implikasinya bagi pemenuhan hajat hidup manusia. Selain tentu akan dikaji tentang bagaimnaa prosedur yang harus ditempuh dalam melakukan penelitian ilmiah. Metode berfikir ilmiah memegang peranan penting dalam membantu manusia untuk memperoleh pengetahuan dan cakrawala baru dalam menjamin eksistensi kehidupan umat manusia.

Kesanggupan manusia untuk memecahkan masalah yang kompleks, sekalipun akan memberi daya hidup manusia. Kemampuan yang demikian, terjadi karena manusia memiliki sebuah metode berfikir dan ini tentu berbeda dengan binatang dan makhluk Tuhan lainnya.

Semua manusia, ilmuan maupun awam, selalu berhadapan dengan masalah dan dituntut dengan segera untuk menyelesaikannya. Adam sebagaimana digambarkan di awal tulisan ini, dituntut mampu menyelesaikan masalah yang dihadapinya. Hal yang sama, terjadi pada seorang petani yang tanamannya kelihatan rnulai terganggu baik karena kondisi lingkungannya seperti kekurangan air dan pupuk sehingga tanamannya menguning, sampai pada gangguan binatang dan serangga.

Manusia dituntut mampu memecahkan masalah yang dihadapinya. Petani dituntut mampu membuat kanal air agar sawahnya terus terairi. Manusia atau petani juga butuh pupuk agar tanamannya kembali menghijau. Di sisi lain, ia juga dituntut memberi racun kepada binatang dan serangga yang mengganggu tanamannya. Langkah-langkah tadi, semuanya ditempuh manusia, karena manusia memiliki metodologi tersendiri dalam memecahkan setiap masalah yang disebut metode ilmiah.

Masalahnya, dapatkah manusia bercocok tanam dengan baik tanpa metode tertentu dalam melahirkan pengetahuan tentang pertanian. Tentu tidak mungkin! Dari mana manusia dapat memperoleh pengetahuan tentang segala sesuatu jika tidak melalui sebuah sistem tata fikir tertetu yang kemudian disebut metode ilmiah. Tidak mungkin metode ini dimiliki makhluk lain selain manusia. Di sini dan dalam konteks ini, telah menunjukkan bahwa penelitian ilmiah dengan metode ilmiah memegang peran penting dalam membantu manusia untuk memecahkan setiap masalah yang dihadapinya.

Kaum Awam dan Kaum Terdidik

Ada perbedaan mendasar antara kaum awam dan kaum terdidik dalam menyelesaikan sesuatu yang disebut dengan masalah. Kaum awam menyelesaikan setiap masalah yang dihadapinya dengan cara konvensional. Namun cara kerja mereka biasanya tidak sistemis dan sering bernuansa subjektif. Mengutif Me. Clure, orang awam memiliki kelemahan, di antararvya subjektif dan tidak mampu melakukan proses generasiasi. Kaum terdidik memecahkan setiap masalah yang dihadapi dengan metode tertentu yang kemudian disebut metode ilmiah.

Cara kaum awam dalam menyelesaikan masalaha, tentu memiliki sejumlah kelemahan. Di antara kelemahan itu misalnya terlihat dari: samar-samar, belum teruji dan minim penjelasan. Karakteristik pemikiran orang awam yang demikian, menurut Francis Bacon dapat meyebab-kan lahimya area-area. Area-area dimaksud seperti: area pikiran (idols of mind’), area suku (idols of the cove) yang memandang dirinya sebagai pusat ukuran kebenaran, area pasar (idols the market) kesesatan akibat mengacu kepada pengetahuan sehari-hari, dan area panggung (idols of the theatre) yang timbul karena kepanatikan terhadap partai atau keyakinan tertentu termasuk keyakinan dan pengetahuan tertentu.

Berbeda dengan cara kerja orang awam, ilmuan biasanya bekerja dengan cara kerja yang sistematis, berlogika dan menghindari diri dari pertimbangan subiektif. Rasa tidak puas terha-dap pengetahuan yang berasal dari paham orang awam, mendorong kelahiran filsafat. Filsafat menyelidiki ulang semua pengetahuan awam manusia untuk mendapatkan pengetahuan yang hakiki. Namun demikian, cara kerja orang awam dapat bermanfaat bagi ilmuan karena pengetahuan orang awam itu akan menjadi pra anggapan, dan sekaligus memberrkan pengetahu-an pra ilmiah untuk diuji karena ia terbuka untuk didiskusikan.

Pendekatan dan Cara Berpikir Kaum Awam dan Ilmuan

Untuk memecahkan masalah yang dihadapinya, ilmuan mempunyai teknik, pendekatan dan cara berbeda dengan manusia awam, Meski harus juga diakui bahwa antara satu ilmuan dengan ilmuan lain, memiliki teknik, pendekatan dan cara berbeda dalam memecahkan setiap masalah yang dihadapinya. Di lain sisi, harus juga disebutkan bahwa satu ilmuan dengan ilmuan lain, berbeda dalam menggunakan cara yang dihadapinya.

Di antara sekian banyak perbedaan itu, dilatari salah satunya karena ilmuan mempunyai falsafah yang tidak sama. Masalah dimaksud adalah dalam penggunaan cara menyelesaikan masalah dengan menggunakan metode ilmiah. Metode ilmiah selalu digunakan untuk memecahkan masalah yang dihadapinya. Penggunaan metode ilmiah tertentu dalam kajian tertentu dapat memudahkan ilmuan dan pengguna hasil keilmuannya, untuk melakukan penelusuran lebih lanjut.

Archi J. Bahm (1990: 34-40) menyebut metode ilmiah itu satu. Namun di sisi lain sekaligus banyak (bith one and many). Artinya, satu tujuan (untuk menyelidiki dan menyelesaikan permasalahan) dengan sebuah metode yang banyak bentuknya (sesuai tipe permasalahan masing-masing ilmu) dan selalu sesuai kecenderungan ilmuan untuk memakai cara mana dalam menyelesaikan masalahnya. Tidak salah juga jika ada yang menyebut bahwa kebenaran ilmiah tidak lebih hanya merupakan kebenaran metodologis yang sifatnya relatif.

Karena itu, dalam konteks keilmuan tidak mungkin manusia dapat melahirkan kebenaran mutlak. Sebab kebenaran ilmiah adalah kebenaran metodologis yang sipatnya pasti relatif sesuai dengan metode yang masing-masing digunakan ilmuan. Apa yang disebut dengan kebenaran harus mampu dibuktikan dan dibenarkan secara metodologis dengan metode yang benar dalam pendekatan keilmuan.

Sri Soeripto menyatakan bahwa, meskipun para ilmuan berada dalam pokok soal yang berbeda, namun semua ilmu menunjukkan prosedur umum yang sama. Prosedur umum dimaksud kemudian disebut metode ilmiah. Ilmu adalah suatu metode khusus yang telah dikembangkan secara berangsur- angsur sepanjang abad. Tujuannya untuk meningkatkan pengetahuan manusia mengenai dunia ini berdasarkan metode keilmuan. Prof. Dr. H. Cecep Sumarna

  1. Fitria dewi berkata

    Mohon izin berkomentar.
    Manusia adalah makhluk Tuhan yang mampu berpikir, dengan berpikir manusia dapat mengembangkan pengetahuan. Manusia harus berpikir dengan metode ilmih karena cara ilmiah lebih rasional. Dengan berpikir ilmiah kita mampu menjawab problem yang dihadapi/ada.
    Terimakasih.

  2. putri awaliyah berkata

    Dari paparan diatas, saya menyimpulkan bahwa perbedaan seorang awam dengan terdidik, terletak pada cara dalam menyelesaikan sebuah masalah. Jika awam menyelesaikannya dengan tanpa metode/cara tertentu dan cenderung bersifat subjektif, sedangkan seorang terdidik dalam menyelesaikan suatu hal berupa masalah menggunakan metode tertentu (meski berbeda antara satu dengan yang lainnya) dan bersifat objektif. Pertanyaannya, sebatas mana seseorang itu dikategorikan sebagai seorang yang awam atau terdidik? Sementara acap kali di temukan ketimpangan atau ketidaksesuaian dari peran keduanya. Terimakasih pa ?

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.