Tips Mengelola Keuangan Demi Keselamatan Uang Pribadimu

0 12

Ketika hari menginjak tengah bulan atau terkenal dengan istilah mendekati tanggal tua, biasanya orang akan mulai mengeluh gajinya sudah habis. Kalau demikian, keluhan lain yang akan datang adalah gaji yang diterima terlalu kecil jadi tak cukup untuk memenuhi kebutuhan Anda sebulan.

Jadi, apakah jika Anda mempunyai gaji yang besar. Anda lantas dapat menabung dan mencukupi kebutuhan? Perlu diketahui bahwa ketika pendapatan bulanan Anda bertambah, pengeluaran Anda pun akan ikut bertambah. Alih-alih menyalahkan karena gaji yang kecil, ada baiknya untuk melihat cara mengelola keuangan bulanan Anda.

Membuat anggaran realistis

Dalam prinsip pengelolaan keuangan, membuat rencana keuangan adalah hal yang wajib dilakukan. Sebaiknya, Anda membuat rencana pengeluaran sebelum menerima gaji. Sehingga saat gaji sudah di tangan dapat langsung menjalankan rencana yang sudah tersusun. Cobalah memulainya dengan mencatat kembali pengeluaraan Anda selama tiga bulan ke belakang. Dengan begitu, Anda dapat mengetahui mana saja pos-pos yang harus dihemat atau dihilangkan sama sekali.

Misalnya, setelah review tiga bulan ke belakang, ternyata Anda lebih banyak mengeluarkan uang untuk menghibur diri, seperti nonton film, karaoke, dan mencicipi makanan di restoran mahal. Pos hiburan ini sebenarnya tak penting?penting amat, jadi tak harus dilakukan seminggu sekali. Meski begitu, Anda juga tidak harus menghilangkannya sama sekali. Anda hanya perlu mengontrol dan mengurangi frekuensinya, misalnya jadi sebulan sekali. Jadi, Anda harus bersikap realistis saat ingin belanja agar tak mengurangi pos yang tidak seharusnya.

Selain membuat perencanaan, sebaiknya Anda juga memiliki sebuah jurnal untuk mencatat pengeluaran Anda dalam satu bulan. Catat semua barang dan jasa yang dibeli secara detail, sertakan nominal pembelian, waktu pembelian, dan tempat Anda membelinya. Bandingkan rencana keuangan Anda dengan pengeluaran nyata. Apakah sudah sama nominalnya atau malah berlebih?

Prioritas kebutuhan

Apa prioritas keuangan Anda pada setiap bulan? Tentu saja membayar semua tagihan yang dibutuhkan, bukan? Misalnya, biaya transportasi, belanja bulanan, listrik, air, atau membayar cicilan rumah. Pengeluaran rutin yang masuk dalam prioritas utama bisa disebut sebagai kebutuhan jangka pendek atau kebutuhan primer, sedangkan pengeluaran yang sifatnya sekunder dan tersier misalnya berlibur setiap akhir pekan, membeli barang bermerek, atau gadget.

Pengeluaran sekunder dan tersier inilah yang harus dihemat. Bahkan, jika sudah mengganggu kebutuhan primer, Anda bisa menghilangkannya dalam daftar perencanaan keuangan bulanan. Agar tidak jalan di tempat dan pengelolaan keuangan Anda mengalami pergerakan yang positif, jangan selalu berpikir tentang kebutuhan jangka pendek. Tetapkan target untuk mencapai tujuan jangka panjang. Misalnya, menambah tabungan sebesar Rp 50 juta dalam satu tahun.

Siapkan biaya tak terduga

Dalam merencanakan keuangan, Anda juga harus mempersiapkan biaya yang terduga atau dana cadangan yang dalam keadaan darurat bisa Anda ambil. Pisahkan dana cadangan ini dari tabungan Anda sehari?hari atau tabungan yang bisa Anda ambil sewaktu?waktu. Seperti halnya menabung, dana cadangan juga harus disiapkan dengan penuh komitmen. Misalnya, Anda telah menggunakan 50 persen dana cadangan untuk membayar biaya rawat inap anggota keluarga yang sakit, maka Anda harus mengembalikan saldo dana cadangan seperti semula.

Cara lain yang dapat Anda lakukan untuk menyiapkan biaya tak terduga ini adalah dengan memiliki asuransi. Asuransi kesehatan, asuransi pendidikan, hingga asuransi jiwa berjangka adalah produk-produk keuangan yang bisa Anda pilih untuk dana cadangan Anda. Dengan memiliki asuransi, berarti Anda sudah menyadari betapa pentingnya mengantisipasi setiap kejadian yang tak terduga di masa depan.

(biaya tak terduga)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.