Mengenal Asgardia Negara Di Luar Angkasa Pertama di Dunia

0 135

Pernah mendengar Asgardia? Ya,, Asgardia adalah negara antariksa pertama yang akan dibangun oleh sekelompok miliuner Rusia dan para ilmuwan antariksa. Asgardia pertama kali di bahas di Paris, Prancis dan di buka pendaftaranya sejak oktober tahun lalu. Asgardia merupakan proyek antariksa terbesar dan menarik banyak minat masyarakat, tidak terkecuali warga Indonesia. Jumlahnya tak tanggung-tanggung, hingga Rabu ini, 26 Juli 2017, sudah ada sekitar 6.505 warga Indonesia yang mendaftarkan diri ke negara antariksa pertama ini.

Sedangkan data dari asgardia.space. Bahwa sebanyak 275.246 orang dari seluruh dunia telah mendaftarkan dirinya sebagai warga negara Asgardia. Angka tersebut jelas akan terus meningkat mengingat pendaftaran masih terus dibuka.Nama negara Asgardia terinspirasi dari tempat tinggal Dewa Thor di Film Thor, antusiasme masyarakat dunia ini nampaknya menuntut pengelola Asgardia mengubah konstitusi seleksi kepada calon warga Negara Asgardia.

Kini, seperti dikutip dari laman situs asgardia.space, pengelola Asgardia lebih ketat dan selektif dalam memilih warga negara mereka. Asgardia tidak akan memberikan warga negara bagi orang yang pelit memberikan informasi data pribadinya. Dan menolak warga negara non-manusia misalnya robot dan hewan. Pada Bulan Oktober yang lalu, para pemimpin proyek Asgardia membahas tempat tinggal futuristik yang dapat menampung sekitar 150 juta jiwa. Satelit pertama Asgardia rencananya akan diluncurkan pada tahun ini, awal dari sebuah proyek jangka panjang.

100 Ribu Warga Pertama Negara Asgardia

Warga dunia sudah dapat melamar untuk menjadi satu dari 100 ribu warga pertama melalui laman situs web asgardia.space. Setelah terpilih nanti, tiap warga harus memenuhi semua persyaratan untuk menjadi warga bangsa Asgardia. Salah satunya harus berasal dari negara yang memperbolehkan memiliki status dwi-kewarganegaraan.

Dalam kesempatan yang lalau, Ashurbeyli mengatakan pesawat induk Asgardia akan terbang di bawah ataupun di luar orbit bumi. Untuk menjadikan negara-bangsa ruang angkasa ini diakui, dia dan tim setidaknya membutuhkan puluhan ribu warga sebelum mereka mendaftarkan diri sebagai sebuah negara ke Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB).

Meski begitu, tak semua warga Asgardia wajib hidup di negara antariksa tersebut, layaknya penduduk bumi lain yang tinggal di luar negara mereka. selain itu, para pelaksana tim juga sudah mendesain bendera dan lambang negara. Asgardia merupakan ini nantinya merupakan refleksi cermin dari bumi di ruang angkasa tanpa batas. Tak ada kendala agama dan batas negara, sebagai individu yang independen.

Satelit Pertama Negara Asgardia

Menurut Informasi daari situs resminya, Satelit pertama akan meluncur dari negara yang memiliki pengalaman ruang angkasa. Tapi peluncuran pesawat induk Asgardia, menurut Ashurbeyli, akan dilakukan di negara berkembang yang tak menandatangani Perjanjian Ruang Angkasa. Dimana Perjanjian internasional yang lahir selama era Perang Dingin 1967  mengharuskan semua aktivitas ruang angkasa dilakukan oleh negara, bukan perorangan ataupun swasta. tentu dengan begitu tidak sesuai dengan semangat tim Asgardia yang tidak ingin melibatkan negara dalam membentuk negara ruang angkasa pertama di bumi Ini.

Seperti yang dikabarkan Tempo. Anggota tim proyek Asgardia, Joseph Pelton, mengatakan negara antariksa Asgardia juga akan melindungi bumi dari asteroid dan debu antariksa. “Bumi membutuhkan pesawat ruang angkasa yang besar untuk pertahanan dari semua hal tersebut,” ujar pria yang juga direktur emeritus Badan Penelitian Ruang Angkasa dan Sistem Komunikasi Lanjutan Universitas George Washing. [Ali Alamsyah]


Sumber Bacaan: Tempo, asgardia.space

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.