Take a fresh look at your lifestyle.

Mengenal Bestialitas Gangguan Preferensi Sexual Dengan Binatang

0 371

BESTIALITAS – Memang di dunia ini, apapun bisa terjadi. Kasus perkosaan mulai dari balita hingga nenek pun bisa terkena. Begitu juga ada pelaku pemerkosaan guru wanita terhadap murid laki-lakinya, Suami terhadap Istrinya, ayah terhadap anak kandungnya dan masih ada banyak lagi kasus pemerkosaan. Akan tetapi bagaimana seandainya yang menjadi korban pemerkosaan adalah binatang? pasti hakim pun akan bingung tujuh keliling untuk memutuskan kasus unik seperti ini.

Hubungan sexual manusia dengan binatang ini merupakan penyimpangan dan kelainan sex yang biasa disebut bestially (bestialiti). Biasanya binatang yang jadi patner sexual antara lain, kuda, anjing, babi, kerbau, kambing, sapi, ayam, kucing dan lain-lain. Memang susah menghadapi orang yang mempunyai kelainan sexual dengan bintang.

Sejatinya memang manusia dewasa pria melakukan hubungan sexual dengan manusia dewasa wanita.  Urusan seksual memang serba ribet. Bagaimana kalau saat birahi memuncak ternyata tidak ada wanita , terjadilah pemerkosaan terhadap binatang. Kalau sekali melakukan hubungan sexual dengan binatang (bestialiti) ternyata menimbulkan kepuasan maka sejak itulah pelaku akan semakin keranjingan untuk melakukan hubungan sexual dengan binatang bukan?

Ada juga pendapat bahwa bestialiti merupakan hasil pengkondisian klasik. Misalnya, seorang remaja laki-laki yang sedang melakukan kegiatan masturbasi dan kebetulan di dinding kamar terdapat gambar berupa kuda atau anjing atau kambing. Pada saat itulah mungkin terbesit naluri, “Bagaimana seandainya memadu cinta dengan binatang tersebut? ” Akibatnya si pemuda menjadi semakin bergairah untuk melakukan fantasi sexnya dengan binatang”.

Lalu, adakah kaitannya dengan upaya ritual supranatural seseorang?

Di Irian Jaya dan Cirebon, kasus serupa pernah terjadi. Tapi lebih pada tujuan ritual supranatural. Bercinta dengan binatang tertentu, pada waktu-waktu tertentu, ternyata bertujuan untuk memperpanjang usia seseorang yang melakukan ritual tersebut.

Dari informasi yang dapat dikumpulkan, dinyatakan bahwa bersetubuh dengan hewan, merupakan satu syarat penting untuk memperpanjang usia dengan ritual tertentu. Tapi, tentu tidak mudah melakukan ritual ini. Selain harus dengan bimbingan guru yang nantinya akan membacakan mantera-mantera, pemilihan waktu yang tepat juga tak kalah pentingnya.

Ini memang ritual aneh dan menyesatkan. Terlebih secara logika lebih mengarah pada kelainan seks pelakunya. Namun sesungguhnya, ada penganut aliran ilmu hitam yang mensyaratkan persetubuhan dengan hewan untuk memperpanjang usia. Ini bukan omong kosong, malah sering dilakukan pada hari-hari tertentu oleh penganut aliran hitam itu.

Tapi juga jangan salah, orang yang menyetubuhi binatang bukan berarti seratus persen adalah penganut ilmu untuk ritual. Bisa jadi, penyetubuh binatang adalah pengidap kelainan seksual. Dia terobsesi tayangan VCD porno asing karena diluar negeri tindakan ini sudah banyak dan umum terjadi.

Pertanggung jawaban hukum pelaku pemerkosa binatang

Lalu yang masih menjadi pertanyaan, bagaimana bentuk pertanggungjawaban hukum untuk pemerkosa binatang? Misalnya, sebuah peternakan kuda/sapi, ternyata ada salah satu karyawan atau penduduk sekitar tertangkap basah sedang melakukan hubungan sexual dengan kuda/sapi? Ini adalah sesuatu yang nyata yang mungkin bisa saja terjadi. pastinya si pemilik binatang tersebut meradang dan marah mengetahui binatangnya jadi korban pemerkosaan. Kalau sudah marah dan melayangkan tuntutan/gugatan ke ranah hukum, bagaimana cara pemecahannya? Adakah hukuman yang pantas buat pemerkosa binatang? Apakah harus dipenjara? Bayar ganti rugi? Ataukah harus menikahi binatang tersebut sebagai pasangan hidupnya?

Walaupun korban perkosaan adalah binatang, akan tetapi binatang juga makhluk hidup. Kalau binatang bisa bicara dalam bahasa manusia, mungkin bisa didengar pendapatnya sebagai korban perkosaan.

Sampai saat ini pemerintah masih belum mengatur tentang sanksi pidana pada kasus perkosaan pada binatang, sementara dalam kehidupan nyatanya kasus – kasus seperti ini sudah mulai ada dan benar – benar terjadi. ***Sri Wahyuni

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar