Inspirasi Tanpa Batas

Mengenal Entrepreneur, Intrapreneurship, Entrepreneurial dan Entrepreneurship

0 1.289

Beberapa tahun belakangan ini, entrepreneurship menjadi perbincangan di kalangan para perguruan tinggi. Hal ini tidak terlepas juga dari adanya fenomena banyaknya lulusan di perguruan tinggi yang malahan menganggur. Karena jumlah lulusan yang tidak sebanding dengan lapangan kerja yang tersedia sekarang. Kondisi ini membuat dorongan para praktisi pendidikan perguruan tinggi untuk melakukan reorientasi untuk lulusannya yang dinilai semata-mata disiapkan hanya sebagai pencari kerja, bukanlah pencipta kerja.

lstilah entrepreneurship ini diperkenalkan kali pertama oleh Richard Cantillon, seorang ahli ekonom Irlandia yang berdiam di Perancis pada abad ke-18. Dia mendefinisikan kata entrepreneurship sebagai, “The agent who buys means of production at cerium prices in order to combine them into a new product“. Dia menyatakan entrepreneur adalah seorang pengambil resiko. Tak lama kemudian J.B Say dan Perancis menyempurnakan definisi Cantillon menjadi, “One who brings other people together in order to build a single productive organism“. Artinya entrepreneur menempati fungsi yang justru lebih luas. yaitu seorang yang mengorganisasikan orang lain untuk kegiatan yang produktif.

Baru satu abad berikutnya ekonom Inggris, sepenti Adam Smith dan John Stuart Mill membahas tentang ini dan menyatakan bahwa entrepreneurship adalah keterampilan yang tak biasa. Tetapi mereka tidak menemukan istilah yang tepat di dalam bahasa Inggris. Smith dan Mill menyebutnya, sang business management. John Stuart Mill memisahkan fungsi entrepreneur antara yang dengan menerima laba dan yang menerima bunga. Diperluas lagi oleh Schumpeter yang menempatkan manusia sebagai faktor utama proses perkembangan ekonomi. Dalam proses tersebut entrepreneur melakukan inovasi dalam bentuk cara atau produk. dan eksploitasi sumber-sumber yang baru.

Mereka Ini Berbeda

Saat ini, ada kerancuan istilah antara entrepreneur, intrapreneurship, dan entrepreneurial, maupun entrepreneurship.

Entrepreneurship adalah jiwa entrepreneur yang dibangun untuk menjembatani antara ilmu dengan kemampuan pasar. Entrepreneurship meliputi pembentukan perusahaan baru, aktivitas serta kemampuan managerial yang dibutuhkan dari seorang entrepreneur.

Intrapreneurship didefinisikan sebagai entrepreneur yang terjadi di dalam organisasi yang merupakan jembatan kesenjangan antara ilmu dengan keinginan pasar.

Sedang, entrepreneur didefinisikan sebagai seseorang yang membawa sumber daya berupa tenaga kerja, material, dan aset lainnya pada suatu kombinasi yang menambahkan nilai yang lebih besar daripada sebelumnya, dan juga dilekatkan pada orang yang membawa perubahan, inovasi, dan aturan baru. Sementara, istilah entrepreneurial adalah kegiatan untuk menjalankan usaha. (dhirga)

Komentar
Memuat...