Inspirasi Tanpa Batas

Mengenal Epistemology| Filsafat Ilmu Part – 5

Epistemology Filsafat Ilmu Part - 5
0 15

Konten Sponsor

Mengenal Epistemology. Epistemologi. Satu dari tiga cabang atau bagian penting dalam kajian Filsafat Ilmu. Dua di antaranya, yakni ontology dan axiology. Jika Ontology mengkaji tentang hakikat sesuatu [tentu dalam konteks ilmu], dan Axiology mengkaji tentang hakikat nilai dalam perpektif keilmuan, maka, epistemology, umumnya mengkaji tentang sumber, metode, sarana dan alat ilmu. Ia berfokus pada bagaimana ilmu pengetahuan harus dikonstruks atau didapatkan ilmuan.

Secara Bahasa, epistemology, berasal dari Bahasa Yunani, epistēmē (pengetahuan) dan logy (dari kata logos) berarti alasan atau ilmu. Ilmu itu sendiri, dalam anggapan saya, sama dengan teori. Sesuatu disebut ilmu apabila menghasilkan teori. Jika tidak, maka, itu tidak dapat disebut sebagai ilmu. Dalam lingkup tertentu, Karena itu, epistemology sering juga disebut sebagai teori pengetahuan.

Lalu apa itu pengetahuan? Plato, yang hidup di kisaran tahun 428-347 sebelum Masehi, menyebut pengetahuan sebagai keadaan pikiran yang membentuk suatu kesadaran khusus akan berbagai hal yang melingkupi diri manusia. Manusia tidak dapat disebut sebagai manusia, kalua ia tidak memiliki pengetahuan. Dan itu tidak mungkin, sebetapapun sedikitnya pengetahuan itu dikuasai seseorang. Karena itu, aktivitas mengetahui, menurutnya, dapat diterjemahkan sebagai keadaan mental yang mirip dengan, tetapi harus dianggap berbeda dengan kepercayaan.

Perbedaan antara Pengetahuan dan Kepercayaan

Di mana letak perbedaan antara pengetahuan dan kepercayaan? Pengetahuan, menurut Plato, harus mampu mendorong suatu sikap yang menipiskan keyakinan. Keyakinan selalu mendorong manusia untuk mempercayai sesuatu meski tidak melakukan uji coba. Keyakinan cenderung memastikan sesuatu, meski belum diukur oleh suatu standar tertentu yang diterapkan pengetahuan. Dalam logika ini, yang seharusnya terjadi adalah, bagaimana suatu pengetahuan mampu mendorong keyakinan. Bukan bagaimana keyakinan mendorong pengetahuan.

Kepercayaan selalu memiliki karakter taken for granted yang “melarang” kemungkinan melakukan prinsip spekulasi dan dugaan. Rumusannya adalah, ragukan segala sesuatu untuk memperoleh keyakinan. Pengetahuan, dalam literasi seperti ini, berarti mengandung makna kesadaran. Dalam Bahasa lain, kepercayaan dapat diperoleh manusia, meski, ia tidak berada dalam tingkat yang secara teori patut disebut sadar.

Lalu jika demikian, apa itu epistemology. Epistemology adalah studi tentang sifat, asal usul sesuatu [ilmu dan pengetahuan], batasan-batasannya dan berbagai perspektif yang harus dikuasai manusia. Untuk apa? Menurut Plato dan saya setuju atasnya adalah, agar manusia memperoleh kebahagiaan. Prof. Cecep Sumarna

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar