Mengenal Fuchsia OS Terbaru Buatan Google

0 33

Selama beberapa dekade terakhir, Google telah mengembangkan dua nama sistem operasi, yaitu Android untuk perangkat mobile kemudian Chrome OS untuk laptop dan desktop. Namun laporan terbaru dari Android Police menyebutkan bahwa Google saat ini sedang mengembangkan sistem operasi ketiga, dengan nama Fuchsia.

Menurut laporan itu, Fuchsia juga dikenal sebagai Magenta, dan dirancang untuk bekerja di perangkat manapun. Mulai dari perangkat smartphone sampai ke desktop dan laptop.

Arti Nama Fuchsia

Fuchsia (dibaca fyu-sah) sebenarnya merupakan nama bunga yang memiliki perpaduan warna ungu dan merah muda. Entah apa alasan dibalik penggunaan nama Fuchsia sebagai OS terbaru buatan Google ini, tetapi dari deskripsi halaman official dari Github tentang Fuchsia “Pink + Purple = Fuchsia“. Beberapa pihak mengemukakan bahwa OS ini adalah digabungkannya Android + Chrome OS yang kabarnya sempat terdengar beberapa waktu lalu.

Namun karena info seputar Fuchsia ini masih sangat terbatas, terlebih belum ada statement official sendiri dari Google sedikitpun, maka hal ini tetap menjadi misteri sampai saat ini.

OS Smartphone, PC, sampai ioT

Fuchsia menggunakan kernel bernama Magenta yang didesain mampu berjalan di semua device, mulai dari iOT, embedded device, smartphone, serta tablet, hingga desktop dan laptop. Konsep ini serupa seperti arah pengembangan Windows 10 saat ini, dimana OS Microsoft menjadikan Windows 10 dapat berjalan di semua jenis device dengan berbagai macam resolusi layar.

Jadi jika pengembangan Fuchsia OS ini memang project serius dari Google (bukan hanya sekedar side project). Maka bukan tidak mungkin untuk kedepannya bakal digadang-gadang sebagai OS kompetitor untuk Windows 10.

UI Material Design

Bila Windows 10 menggunakan Modern UI dengan simplicitynya, Fuchsia dipastikan akan menggunakan Material Design khas tampilan Android yang berbasiskan Flatter. Bahasa pemrograman utama yang digunakan di Fuchsia OS ini adalah Dart.

Support Processor ARM & Non-ARM

Fuchsia OS mendukung berbagai processor seperti ARM 32-bit / 64-bit maupun 64-bit non-ARM. Membuatnya dapat berjalan di hampir semua jenis device mulai dari smartphone, PC, serta IoT.

Project Utama Google atau Sampingan?

Nah inilah yang masih menjadi misteri. Apakah Fuchsia merupakan project utama Google atau sekedar project sampingan sang raksasa ini?

Namun jika project utama, apakah nanti bakal diperuntukkan sebagai OS baru sebagai pengganti Android + Chrome OS, atau akan menjadi sebuah OS baru diluar kedua OS buatan google ini?

Apakah OS ini adalah jawaban Google atas kegagalan Chrome OS dalam usahanya merebut pangsa pasar Windows? Sampai saat ini seluruh pertanyaan tersebut masih belum terjawab dan masih menjadi misteri.

Untuk saat ini kamu dapat melihat dan mengetahui Fuchsia lebih jauh, langsung dari halaman utamanya di Github.

(UI Material Design)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.