Mengenal Lebih Dalam Budaya Dalam Perusahaan

0 141

Mengenal Lebih Dalam Budaya Dalam Perusahaan – Membicarakan budaya perusahaan memang selalu menarik. Seribu kisah dan juga teori, seribu pertanyaan serta jawaban belum dapat mengungkap sepenuhnya apakah itu budaya perusahaan.

Yang kita bicarakan ini adalah salah satu dalam antara sekian ribu tadi untuk menambah perbendaharaan pengetahuan Anda akan hal tersebut. Budaya perusahaan atau ada juga yang menyebutnya budaya organisasi sangat situasional, berbeda dengan satu perusahaan ke perusahaan lain, dari satu negara ke negara yang lain. Banyak faktor yang memengaruhinya. Pertama, lokasi di mana perusahaan berada, di negara Barat berbeda dengan daerah Timur, di negara maju berbeda dengan di negara berkembang dan juga terbelakang, di benua satu berbeda dengan benua yang lain.

Kedua, latar belakang manusia yang ada pada perusahaan itu, dari segi suku, bahasa, agama atau iman kepercayaan, status sosial, serta tingkat pendidikan. Ketiga, latar belakang perusahaan; ukuran perusahaan besar, menengah, dan kecil; infrastruktur yang dimiliki; skala internasional, nasional, dan juga lokal; jenis perusahaan: servis dan manufaktur; kepemilikan: privat atau juga publik, joint-venture; serta beberapa faktor lain. Budaya perusahaan bisa merupakan pendorong keberhasilan perusahaan, namun juga bisa merupakan penghambat kemajuan perusahaan.

Contohnya saat dunia modern pada umumnya menuntut keterbukaan, tetapi karena telah begitu rupa mengakar dengan ketertutupan yang biasa terjadi pada banyak perusahaan Indonesia, maka budaya perusahaan bisa menjadi penghambat. Budaya perusahaan terbentuk dengan sendirinya setelah bertahun-tahun menjadi praktik keseharian, perilaku, keyakinan dari berbagai orang yang ada di perusahaan. Namun ada juga, khususnya di perusahaan besar, dibentuk, dikembangkan secara terpola dan diatur sedemikian rupa sehingga menjadi bagian dari strategi.

Ketika terjadi sebuah merger dan akuisisi misalnya, ketika sebuah perusahaan transnasional ataupun global mengambil alih secara keseluruhan atau juga sebagian dari kepemilikan sebuah perusahaan nasional, maka saat itu terjadilah situasi krusial dikarenakan perbedaan kultur dan juga budaya yang bisa saja sangat kontras.

Dikelola Agar Tak Menghambat Kemajuan

Dalam situasi yang demikian, budaya perusahaan yang dibawa keduanya harus dikelola sebaik-baiknya agar tak terjadi guncangan budaya dan pertentangan budaya yang menghambat kemajuan. Bahkan apabila terjadi perbedaan yang memang begitu tajam, hal itu bisa membawa kehancuran karena terjadi saling jegal. Dalam bukunya, “Corporate Cultures,” Terrence E Deal dan Allan E Kennedy (1982) mengatakan ternyata ada beberapa elemen dalam budaya perusahaan.

  1. Lingkungan bisnis; lingkungan bisnis baik secara geografis maupun dalam ruang lingkup bisnis, misalnya dalam dunia perbankan jelas berbeda sekali dengan bidang automotif.
  2. Nilai-nilai yang dijunjung tinggi; merupakan esensi filosofis organisasi, contohnya dalam komitmen juga ketepatan janji terhadap pelanggan yang dibangun menjadi sebuah reputasi.
  3. Para tokoh dalam perusahaan yang dijadikan pahlawan; Contohnya Thomas A Edison dengan Jack Welch, keduanya dari General Electric (GE) yang konsisten menjaga budaya perusahaan.
  4. Ritual; Sebuah ajang yang dirancang untuk menghormati para tokoh yang bukan saja dari kalangan top manajemen, namun juga dari medium, bahkan karyawan yang paling rendah jenjangnya.
  5. Jaringan bydara: jejaring yang terbentuk secara informal di kalangan intern organisasi. Kelima elemen membentuk budaya perusahaan.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.