Mengenal Lebih Dekat Syeikh Abdul Qadir Jailani dalam Shufi Cinta Part-6

0 27

Abdul Qadir Jailani. Nama lengkapnya adalah Abdul Qadir bin Abi Shaleh bin Janaky Dausat bin Abi Abdillah Abdullah bin Yahya bin Muhammad bin Dawud bin Musa bin Abdullah bin Musa Al-Huzy bin Abdullah Al-Himsh bin Al-Hasan Al-Mutsanna bin Al-Hasan bin Ali bin Abi Thalib Al-Jailany. Ia, adalah shufi besar di kalangan masyarakat Muslim. Hari ini, Namnya lebih dikenal dengan sebutan Abdul Qadir Jaelani atau Abdul Qadir al-Gilani.

Seperti umumnya ulama Islam lain, Abdul Qadir juga sama selalu memiliki talenta yang ganda dalam penguasaannya di bidang ilmu pengetahuan.  Meski ia popular sebagai seorang shufi besar, namun juga tidak diragukan kemampuannya dalam memahami fiqih,  theologi dan filsafat. Inilah sosok yang sangat dihormati masyarakat Muslim dari berbagai belahan dunia, khususnya dari kalangan madzhab theology sunni. Sosok ini sering dianggap wali dalam dunia thariqat  dan dunia shufis, termasuk oleh para ulama Indonesia. Ia bersuku Kurdie, yang kemungkinan besar menjadi pengikut syi’ah yang moderat.

Pengikut Syi’ah Moderat

Indikator kunci mengapa dia sebagai pengikut syi’ah moderat terlihat dari silsilah dirinya yang memiliki akar pertalian dengan keturunan rasulullah. Ia adalah berasal dari keturunan Ali karamahullah al wajhah yang memiliki isti Fatimah al jahrah binta Rasulullah. Sedangkan ia layak disebut moderat, karena dia tidak hanya dikagumi ulama-ulama syi’ah, tetapi, juga diakui kehandalannya oleh ulama-ulama sunni.

Abdul Qadir Jailani mulai berdakwah Islamiyah setelah usianya menginjak 50 tahun. Dakwah yang dilakukannya itu mulai dari sebuah thariqat yang dia dirikan dengan nama thariqah Qadariyah. Melalui kajian-kajian shufis yang dia lakukan di mihrabnya ini, namanya demikian melambung sebagai sosok yang demikian memikat dan memiliki pengikut yang dependen secara langsung sampai ke negeri Hindustan, India.

Karena demikian populernya ini, ia sering disebut sebagai Quthb (poros) spiritual pada zamannya, dan diakui kehandalannya sampai saat ini. Ia disebut sebagai Ghauts Al Azham (pemberi pertolongan terbesar), karena dengan gerakan shufi yang dia gelorakan, berhasil memperkenalkan prinsip spiritual yang penuh keghaiban kepada masyarakat banyak. Karya ilmiah shufis yang paling populer adalah Futuh Al Ghayb (menyingkap kegaiban) –tentu dalam sudut pandang shufi– dan dialah shufi pertama yang membuat dunia tasawuf dari sebelumnya sangat falsafi menjadi demikian amali dalam bentuk kegiatan thariqat.

Penyubur Dunia Thariqat Shufi

Gerakan sufi yang berbasis pada thariqat tumbuh subur dalam dunia Islam, diawali dan dikawal pada awalnya oleh sosok iini. Dia berani melakukan bimbingan spiritual dalam bentuk thariqat antara murid dan guru (mursyid). Qadiriyah sebagai salah satu tharikat shufi dengan demikian, dapat disebut sebagai gerakan thariqat pertama dalam dunia Islam yang paling pertama berdiri. Karena itu, menjadi wajar jika dia banyak disebut dalam prosesi kegiatan tawasulan yang dilakukan masyarakat Musli, khususnya masyarakat Muslim Nusantara.

Sosok yang paling banyak disebut para kyai dan ulama Indonesia saat melaksanakan hadarahan atau manakiban ini, lahir pada hari Rabu, 1 Ramadan di 470 Hijriyah atau bertepatan dengan tahun 1077 Masehi. Ia hidup, tumbuh dan berkembang di Selatan Kaspia yang hari ini masuk ke dalam wilayah kekuasaan negeri Iran. Inilah sosok yang paling banyak dipuja masyarakat. Ia wafat pada malam minggu, ba’da magrib, pada tanggal 9 Rabiul akhir di Bab al Azajwafat, yang hari ini berada di negara Irak pada tahun 561 Hijriyah atau 1166 Masehi. Prof. Cecep Sumarna

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.