Mengenal Keunikan Lanskap Peradaban Budaya Cirebon

0 263

INDONESIA telah mengalami perjalanan peradaban yang panjang, baik itu peradaban kerajaan-kerajaan maupun peradaban agama atau peradaban lainnya. Seperti yang dikenal antara lain Kerajaan Sriwijaya, Majapahit dan Pajajaran yang kemudian masuk ke Cirebon. Sedangkan peradaban agama di antaranya Hindu, Budha, Kong Hu Chu, Tao, Islam dan Kristen.

Adapun peradaban agama yang menyebar luas di tanah Jawa khususnya Cirebon, yakni adanya peradaban agama Islam. Masuk peradaban agama Islam di pulau Jawa ini ditandai dengan hadirnya walisanga yang terdiri dari delapan wali yang ada daerah Jawa Timur, Jawa Tengah dan seorang wali di Tanah Pasundan Jawa Barat.

Pengaruh Sunan Gunung Jati danAi??Kesultanan Cirebon

Dari catatan sejarah yang ada, Cirebon termasuk daerah yang memiliki pusat peradaban, yaitu peradaban agama Islam yang dibawa Sunan Gunung Jati dengan pusat Pemerintahan Kesultanan Cirebon yang wilayahnya mencakup Cirebon sampai ke Sundakalapa (Jakarta) Ai??dan Ai??Banten.

Melihat dan membandingkan sisa peradaban lain, seperti Hindu di Bali dan Budha dengan Candi Borobudur, Prambanan dan lainnya yang sudah tertata rapi dan bagus. Sedangkan Ai??sisa peradaban Islam peninggalan walisongo pada umumnya kurang tertata dengan baik. Meski demikian kalau dilihat dari sejarah walisongo (peninggalan Islam) yang masih original dan tua ada di Cirebon.

Karena saat runtuhnya Kerajaan Majapahit kemudian menjadi Demak dan Pajajaran dan menjadi Cirebon. Kedua kerajaan, Demak & Cirebon merupakan kerajaan Islam yang lahir pada awal abad ke-15, tetapi kerajaan Demak kemudian berganti Pajang, terus berubah menjadi Mataram hingga pada abad ke-18 terlahirAi?? kerajaan di Yogyakarta & Solo.

Masjid Agung Sang Cipta Rasa Bukti Sejarah Kerajaan Islam di Cirebon

Bukti sejarah kerajaan Islam yang masih dapat dilihat sampai sekarang ini, salah satunya Masjid Demak dan Masjid Agung Sang Cipta Rasa di Cirebon. Sebab kondisi Masjid Demak mengalami rehabilitasi yang mengakibatkan tihang-tihang (saka tatal) Masjid Demak sekarang sudah masuk museum.

Berdirinya Masjid Agung Sang Cipta Rasa di Cirebon yang se zaman dengan Masjid Demak, sekarang dapat dilihat tihang-tihang Masjid Agung Sang Cipta Rasa masih original, termasuk saka tatal serpihan kayu dari Sunan Kalijaga. Meski kondisi saka tatal saat ini ditopang dengan tihang penyangga dari besi supaya tetap kuat dan keasliannya tetap terjaga. Sementara bangunan peninggalan dari kerajaan Majapahit dan Pajajaran sudah tidak dapat dilihat lagi.

Peninggalan sisa-sisa dari kerajaan Majapahit yang masih berbekas di Trowulan dengan arsitektur bata merah. Bangunan arsitektur model ini, seperti Majapahit ada di Cirebon, Siti Inggil, Dalem Agung Pakungwati serta Masjid Agung Sang Cipta Rasa, Pemakaman Sunan Gunung Jati dan Masjid Panjunan didesain dengan arsitektur bata merah.

ai???Peninggalan Raden Sepat, salah seorang arsitek bata merah dari Majapahit yang ada di Cirebon masih original dan tegak berdiri. Sementara di tempat asal Ai??Majapahitnya jenis arsitektur bata merah sudah tidak ditemukan lagi,ai??? tanggap Sultan Sepuh XIV PRA Arief Natadiningrat kepada penulis.

Begitu juga keberadaan Keraton Demak di tempat asalnya tidak dapat dilihat lagi, tidak diketahui tempat dan di mana bangunannya sama sekali tidak diketahui, tetapi bangunan di Cirebon masih tegak berdiri serta original, seperti Mande Mangu berupa balai dan joglo yang sekarang tersimpan di Astana Gunung Jati Kabupaten Cirebon.

Demikian pula keberadaan Keraton Pajajaran semuanya punah, tetapi bukti sejarah dari Pajajaran masih ada, berupa Mande Jajar.

Pada saat itu sebagai tanda jabatan yang diberikan Prabu Siliwangi kepada Pangeran Cakrabuana. Karena waktu itu salah seorang puteranya Pangeran Cakrabuana diangkat Prabu Siliwangi sebagai salah satu adipati untuk memimpin Cirebon. “Itulah kekuatan lanskap budaya keraton Cirebon,” tegas Sultan Arief.

Peralihan Peradaban Menjadi Kekuatan Lanskap Cirebon

Nah, inilah beberapa lanskap di Cirebon yang tentunya berasal dari peradaban Islam awal, perpindahan antara Majapahit, Demak & Pajajaran ke Cirebon. Seperti perpindahan peradaban dari Hindu, Budha ke Islam masih ada di Cirebon.

Ini merupakan kekuatan lanskap Cirebon, sehingga banyak arsitek yang berkunjung kemudian berpesan untuk menjaga kelestarian peninggalan Islam yang benar-benar masih original.

Agar benda bukti sejarah era peradaban Hindu, Budha sampai peninggalan peradaban Islam tetap dijaga ke asliannya serta keamanannya, supaya bangunan bukti sejarah itu tidak punah atau hilang. Itu pesan dari para arsitek yang sempat berkunjung ke Cirebon

Kemudian sebelum era pemerintahan Belanda ada VOC yang sempat memberikan suvenir berupa porselen-porselen dari VOC. Dan sekarang benda-benda itu ditempel di dinding Keraton Kesepuhan. Seperti ada di tembok Bangsal Panembahan, Prabayaksa, Pringgandani, Jinem Pangrawit, sebagian ada di Astana Gunung Jati danAi?? Keraton Kanoman. Porselen-porselen dari VOC masih original dan sampai sekarang usianya sudah mencapai 400 tahun.

Sebelum Belanda masuk, saat itu VOC ke sini membawa misi perdagangan. Cirebon dengan VOC waktu itu mempunyai hubungan kerjasama dalam meningkatkan perekonomian masyarakat melalui bisnis tingkat internasional. Ditambah salah seorang isteri Sunan Gunung Jati Putri Ong Tien dari negeri Cina ke Cirebon. Beliau membawa keramik, guci dan piring yang ditempel dari atas sampai bawah di tembok Astana Gunung Jati .

Bahkan memolo (kubah) makam Sunan Gunung Jati yang bernama “Kendi Pertula” terbuat dari batu giok. Itu benar-benar original dan memiliki usia jauh lebih tua lagi, yakni era dinasti abad ke-13 atau sekarang usianya mencapai 700 tahunan. Kendi Pertula juga menempel di Siti Inggil Keraton Kesepuhan dan Keraton Kanoman. ai???Ini merupakan kekuatan dan daya tarik lanskap Cirebon dari segi fisiknya,ai??? ungkap Arief lagi.

Khas Arsitektur Jawa Menjadi Pemandangan di Setiap Sudut Cirebon

Belum lagi dari segi arsitektur, seperti Gua Sunyaragi hanya ada satu di Indonesia. Arsitektur yang terancangAi?? dari batu karang dengan lorong-lorong gua seperti labirin. Juga Lawang Sanga, tak sedikit para arsitek sekarang yang tertarik arsitektur tersebut, Ai??melihat atapnya memakai arsitektur Jawa dengan dimodifikasi kuda-kuda menggunakan arsitektur Cina dan temboknya arsitektur Eropa (Portugis).

Mengingat Pajajaran, Galuh dan semuanya sudah tidak ada. Apabila dilihat dari geografis regional Jawa Barat, maka peninggalan peradaban Islam yang masih original hanya Ai??ada Ai??di Cirebon. Jadi kekuatan lanskap budaya arsitektur Jawa Barat hanya di Cirebon. Begitu juga di pulau Jawa dan Nusantara. Sampai kerajaan yang se zaman dengan Cirebon ,seperti Demak sudah tidak dapat ditemukan lagi.

Karena itu pihaknya berkewajiban mengamankan aset peninggalan peradaban Islam agar tetap original serta tidak menjadi punah. Karena keberadaannya menjadi objek wisata yang pada gilirannya selain dapat mengangkat daerah Cirebon, juga membawa perubahan terhadap peningkatan perekonomian masyarakat.

Oleh : Nurdin M.Ai?? Noer ai??i?? Wartawan senior, pemerhati kebudayaan lokal.

Disunting: Acep M Lutvi

Komentar
Memuat...