Mengenal Secara Dini Demensia Syndrome dan Dampak Buruknya

0 102

Lyceumhealth – Kata Demensia adalah sebuah istilah yang sering digunakan untuk menjelaskan penurunan fungsional yang seringkali disebabkan oleh kelainan yang terjadi pada otak. Sedangakan penyakit Demensia adalah kumpulan penyakit dengan gejala-gejala yang mana mengakibatkan perubahan pada pasien dalam cara berpikir dan berinteraksi dengan orang lain.

Demensia sangat mempengaruhi banyak bagian tubuh. Dan yang sering terjadi yaitu pada memori jangka pendek, pikiran, kemampuan berbicara dan kemampuan motorik.

Menurut para pakar kesehatan juga di jelaskan bahwa demensia adalah sebuah sindrom yang berkaitan dengan penurunan kemampuan fungsi otak. Akibatnya seseorang yang terkena demensia akan mengalami penurunan daya ingat akut, rendahnya kemampuan berpiki, menurunya pemahaman pada sesuatu baik itu pertimbangan bahkan memahami bahasa dan turunya kecerdasan mental.

Dampak Buruk Demensia

Pada umumnya penderita demensia akan kehilangan kemampuan tertentu dan pengetahuannya yang telah didapatkan mereka sebelumnya. Hal inilah yang mengakibatkan pnderita demensia mengalami depresi, perubahan suasana hati dan perilaku, kesulitan bersosialisasi, hingga berhalusinasi. Akhirnya si penderita tidak mampu hidup mandiri dan memerlukan dukungan orang lain dalam aktifitasnya.

Hal inilah yang terutama membedakan dengan kondisi lainnya yang mempengaruhi pikiran. Orang yang mengalami masalah pembelajaran, atau ber-IQ rendah tidak akan pernah memiliki kemampuan tertentu, tetapi orang yang terkena demensia akan kehilangan kemampuan yang telah didapatkannya. Demensia biasanya terjadi pada usia lanjut. Beberapa jenis demensia dapat diperlambat kemundurannya.

Sindrom ini biasanya terjadi pada mereka yang lansia atau usia di atas 65 tahun. Demensia tidak dapat disembuhkan, namun pengobatan secara dini dapat membantu meredakan dan memperlambat perkembangan gejala, serta menghindari komplikasi lebih lanjut.

Bentuk demensia yang umum adalah Alzheimer yang merupakan 50 hingga 60 persen dari semua kasus demensia. Bentuk lainnya termasuk demensia karena faktor pembuluh darah (vascular dementia) dan lewy body dementia.

Penyebab Demensia

Syndrom demensia umumnya disebabkan oleh kerusakan pada sel saraf otak pada bagian tertentu. Sehingga menurunkan kemampuan berkomunikasi dengan saraf tubuh lainnya dan mengakibatkan kemunculan gejala sesuai dengan area otak yang mengalami kerusakan.

Sebenarnya ada berbagai macam kondisi dalam kasus demensia. Yaitu, ada jenis demensia yang berkembang secara progresif (demensia Progresif), dan ada juga kondisi lain yang menyerupai demesia yang terjadi karena reaksi tertentu dan dapat ditekan.

Demensia tidaklah mudah untuk didiagnosa dikarenakan banyaknya gejala yang dapat mengindikasikan penyakit sejenis. Selain menanyakan riwayat penyakit dan kesehatan pasien serta keluarga, dilakukan juga pemeriksaan fisik dan serangkaian tes lanjutan.

Pencegahan Demensia

Sebenarnya demensia syndrome tidak dapat dicegah, namun kita hanya bisa mengurangi kemungkinan terjadinya demensia ini. Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk menekan risikonya, seperti beriikut ini :

  • Berhenti merokok.
  • Olahraga secara teratur dan rutin.
  • Menjaga asupan nutrisi tubuh dan menerapkan pola makan sehat, misalnya makanan rendah lemak dan tinggi serat.
  • Cegah atau kurangi asupan alkohol.
  • Jaga berat badan ideal dengan baik
  • Tingkatkan asupan vitamin D sejak dini.
  • Melatih otak secara berkala, seperti membaca dan bermain teka-teki.
  • Menjaga kesehatan, seperti mengontrol tekanan darah, kadar gula darah, dan kolestrol.
  • Menghindari terjadinya cedera di bagian kepala.

Jadi, walaupun kita tidak bisa mendiagnosis secara specifik dan menngobati demensia, namun dengan pola hidup sehat kita bisa mencegah penyakit ini.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.