Home » Politik » Internasional » Mengenal Sosok Halimah Yacob, Presiden Wanita Muslim Pertama Singapura

Share This Post

Internasional

Mengenal Sosok Halimah Yacob, Presiden Wanita Muslim Pertama Singapura

karir politik halimah yacob, Mengenal Sosok Halimah Yacob, Presiden Wanita Muslim Pertama, Mengenal Halimah Yacob

Halimah Yacob saat ini sedang ramai diperbincangkan dimedia internasional. Bagaimana tidak Halimah Yacob sudah dinobatkan sebagai presiden wanita pertama di Singapura pada hari Rabu (13/09). Namun tonggak sejarah itu dibayangi oleh kritik dari berbagai kalangan dimedia sosial, bahwa pilihan presiden Singapura ini tidak demokratis setelah setelah Halimah Yacob dinyatakan menang tanpa pemungutan suara.

Halimah Yacob adalah mantan ketua parlemen dari minoritas Muslim Melayu. Kemenangannya untuk menjadi presiden Singapura tidak harus menghadapi pemilihan umum yang awalnya dijadwalkan digelar pekan kedua September 2017. Namun, lantaran Halimah menjadi kandidat tunggal, dia dipastikan jadi presiden tanpa pemungutan suara. Dua kandidat rival Halimah, Mohamed Salleh Marican dan Farid Khan gagal memenuhi syarat meski nominasi presiden resmi ditutup Rabu (13/9/2017) siang besok.

Dikutip dari sindonews.com saat ini Halimah Yacob jadi sorotan dunia, karena dia dari etnis Melayu yang selama ini langka jadi pemimpin negeri Merlion. Politisi Melayu muslim ini lahir 23 Agustus 1954. Dia pernah menjadi anggota  People’s Action Party (PAP) atau Partai Aksi Rakyat yang kemudian menjadi Ketua Parlemen dari Januari 2013 sampai Agustus 2017.

“Saya akan memanggilnya Presiden Select mulai sekarang,” kata Joel Kong di situs jejaring, sementara beberapa pos ditandai dengan hashtag #NotMyPresiden – yang mana hastag tersebut pernah digunakan oleh orang Amerika yang marah setelah pemilihan Presiden Donald Trump.

Pada tanggal 7 Agustus 2017, Halimah Yacob mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Ketua Parlemen dan anggota PAP karena menjadi kandidat untuk pemilihan presiden Singapura 2017. Halimah sudah menjawab keraguan nitizen tentang kemenangannya. Dalam sebuah wawancara dengan para wartawan yang.

Rekomendasi untuk anda !!   Mengenal Etnis Rohingya Yang Tidak Diakui Myanmar dan Bangladesh

“Saya adalah presiden untuk semua orang. Meski tidak ada pemilihan, komitmen saya untuk melayani Anda tetap sama, “katanya. Seperti dikutip dari newsinfo.inquirer.net (13/09).

Biografi Halimah Yacob

Halimah dididik di Singapore Chinese Girls’ School dan Tanjong Katong Girls’ School, sebelum melanjutkan ke University of Singapore. Disana dia menyelesaikan gelar LLB (Bachelor Legum Of Law) pada tahun 1978. Pada tahun 2001, dia menyelesaikan gelar LLM (The Master of Laws) di National University of Singapore, dan mendapat gelar Doktor Kehormatan dari National University of Singapore pada tanggal 7 Juli 2016.

Perempuan ini pernah bekerja sebagai praktisi hukum di Kongres Serikat Perdagangan Nasional pada tahun 1992. Dia ditunjuk sebagai direktur Institut Studi Ketenagakerjaan Singapura (sekarang dikenal sebagai Institut Studi Ketenagakerjaan Ong Teng Cheong) pada tahun 1999.

Karir Politik Halimah Yacob

Ibu dari lima anak ini memulai karir politik pada tahun 2001 saat dia terpilih sebagai anggota parlemen untuk Konstituensi Perwakilan Jurong Group (GRC). Pada pemilu 2015, Halimah adalah satu-satunya calon minoritas untuk Partai Aksi Rakyat  (PAP).

Rekomendasi untuk anda !!   Salam Hangat untuk Trump dan Puttin

Tahun 2001 setelah dibujuk oleh Perdana Menteri ketika itu Goh Chok Tong, Halimah memutuskan terjun ke dunia politik. Dia terpilih mewakili konstituensi Jurong Perwakilan Jurong Group (GRC). Pada pemilu 2015, Halimah adalah satu-satunya calon minoritas untuk Partai Aksi Rakyat  (PAP). Halimah berhasil mengukir sejarah sebagai wanita pertama yang menjadi anggota parlemen dari Suku Melayu.

Istri dari Mohamed Abdullah Alhabshee itu kemudian ditunjuk menjadi anggota kabinet dengan posisi menteri muda di berbagai kementerian. Januari 2013 Halimah terpilih sebagai Ketua DPR, lagi lagi menjadi perempuan pertama yang dipercaya menduduki posisi itu.

Pada tanggal 7 Agustus 2017, dia mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Ketua Parlemen dan anggota Partai Aksi Rakyat (PAP) karena menjadi kandidat untuk pemilihan presiden Singapura 2017.

Kini, lagi-lagi Halimah mengukir sejarah. Kemenangannya di pemilihan umum menghantarkannya menjadi wanita presiden pertama Singapura. Dikutip dari kompas.com (13/09) Sosok Halimah terkenal sangat sederhana. Dia tetap tinggal di rumah susun di kawasan Yishun, di utara Singapura walau sudah menjabat sebagai Ketua DPR. Halimah melontarkan rencananya untuk tetap tinggal di rumah susun itu setelah menjabat sebagai Presiden Singapura. (aml – dari berbagai sumber)

Share This Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>