Mengenal Sosok Rizieq Shihab dan Latar Belakangnya

0 80

Habib Muhammad Rizieq Syihab bin Husein Shihab, popular dengan sebutan Rizieq Shihab. Ia adalah Imam Besar Front Pembela Islam [FPI]. Lahir di Jakarta 24 Agustus 1965, dari seorang ayah bernama Sayyid Husein Syihab (alm), dan ibu bernama Syarifah Sidah Al-Attas. Orang Indonesia berketurunan Arab.

Ayah Rizieq, dikenal sebagai salah satu pendiri Pandu Arab Indonesia [PAI]. Organisasi ini  menghimpun anak-anak keturunan Arab. Organisasi ini didirikan tahun 1937. PAI berubah bentuk menjadi Pandu Islam Indonesia [PII]. Bapaknya disinyalir merupakan keturunan Rasulullah di urutan ke 38. Hasil pernikahan Fatimah al Zahra dengan Ali bin Abi Thalib, banyak melahirkan keturunan yang kemudian dikenal dengan istilah habaib.

Tempat tinggal sosok ulama Muslim yang saat ini dibidik pihak berwajib, berada di Jalan  Petamburan III No. 83, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Rumahnya berada di ujung suatu gang. Habib seperti kebanyakan keturunan Arab lain, profesinya adalah pebisnis. Ia suka jualan minyak wangi dan perlengkapan ibadah shalat.

Pria keturunan Arab ini, menikah pada 11 September 1987. Istrinya bernama Syarifah Fadhlun, sama seperti dirinya masih keturunan habaib.

Pendidikan Sihab dimulai di SDN 1 Petamburan. Ia melanjutkan ke SMP 40 Pejompongan, SMP Kristen Bethel Petamburan Jakarta. SLTA-nya diteruskan di SMAN 4 Gambir, dan mengikuti pendidikan SMA Islamic Village (Tangerang) sampai tahun 1982.

Pendidikan dan Thariqat yang Diikuti Rizieq Shihab

Ia mengikuti pendidikan tinggi di LIPIA (1983) selama setahun. Setelah mendapat beasiswa dari OKI untuk melanjutkan studi S1 di King Saud University, pada jurusan Dirasah Islamiyah, Fakultas Tarbiyah. Rizieq berhasil menyelesaikan studinya pada tahun 1992 dan sempat mengajar di sebuah SLA di Riyadh selama 1 tahun. Ia kembali ke Indonesia pada tahun 1992. Beliau juga sempat melanjutkan studi program Master (S2) di Universitas Anta Bangsa, Malaysia.

Dirumahnya, setiap malam Jum’at dilangsungkan pengajian mulai pukul 17.30 sampai dengan pukul 20.30. Umumnya di pengajian yang dia gelar, berlangsung wiridan al-Lathif  dan  Ratib Al-Haddad. Jika dilihat dari dua macam wiridan ini, bagi kalangan thariqah, biasanya menjadi pengikut Sayyid atau Habib Abdullah al-Haddad, yang dinisbahkan kepada Imam Alawi bin Ubaidillah putra Imam Ahmad al-Muhajir. Sosok ini sering dinisbatkan sebagai sebagai founding father kaum Hadhrami. Harus dicatatkan bahwa kelompok Sayyid berasal dari Hadramaut, Yaman Selatan.

Tarekat yang biasanya dianut Habaib adalah tarekat Alawiyyin/Alawiyyah, yang berasal dari kata Ba Lawi. Ini adalah komunitas yang berasal dari satu marga yang berasal Sayyid Muhammad bin Alawi. Tarekat ini berbeda dengan tarekat lain pada umumnya, perbedaan itu dapat dilihat dari praktiknya yang tidak menekankan segi riyadhah (olah rohani). Thariqat ini dikenal tidak mengedepankan kezuhudan, melainkan lebih pada amal, akhlak dan beberapa wirid serta dzikir yang ringan. Team Lyceum.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.