Inspirasi Tanpa Batas

Mengenal Etnis Rohingya Yang Tidak Diakui Myanmar dan Bangladesh

0 64

Konten Sponsor

Rohingya adalah sebuah kelompok etnis Indo – Arya dari Rakhine [ dikenal sebagai Arakan, atau Rohang dalam bahasa Rohingya] di Burma (Myanmar). Rohingya adalah etno-linguistik yang berhubungan dengan bahasa bangsa Indo-Arya di India dan Bangladesh (yang berlawanan dengan mayoritas rakyat Burma yang Sino-Tibet), Dalam keterangan Wikipedia.

Sejarah Etnis Rohingya dan Asal Muasal Warga Rohingya

Warga Rohingya juga di kenal sebagai etnis yang berasal dari negara bagian Rakhine yang juga salah satu wilayah perbatasan antara Myanmar dan Bangladesh. Sedangkan menurut beberapa sejarawan menuturkan bahwa Etnis Rohingya adalah mereka yang bermigrasi ke Myanmar dari Bengal.

Sejarah Etnis Rohingya dan Asal Muasal Warga Rohingya

Perpindahan ini berlangsung selama masa pemerintahan Inggris di Burma. Namun, pada batas tertentu perpindahan itu terjadi setelah kemerdekaan Burma kisaran tahun 1948 dan selama periode Perang Kemerdekaan Bangladesh pada tahun 1971.

Etnis Rohingya mayoritas beragama Islam. Dari beberapa ahli sejarah melaporkan bahwa Warga Muslim Rohingya telah menetap di negara bagian Rakhine [Arakan] sejak abad ke-16. Walaupun jumlah dari pemukim Muslim tersebut sebelum pemerintahan Inggris tidak diketahui.

Setelah Perang Anglo – Burma Pertama Yaitu Pada tahun 1826, Inggris sebagai penjajah wilayah tersebut menganeksasi Arakan dan pemerintah yang ditundukan mendorong terjadinya migrasi pekerja dari Bengal datang ke daerah tersebut. Pekerja Bengal tersebut mereka dipekerjakan sebagai buruh tani.

Dari migrasi tersebut, diperkirakan terdapat 5% populasi warga Muslim yang mendiami Arakan pada tahun 1869. Walaupun fakta itu belum falid karena diperkiraan sebelumnya terdapat angka yang lebih tinggi dari 5%. Pada Tahun 1872 dan 1911 Pemerintah Inggris melakuka sensus penduduk. Hasilnya terjadi peningkatan jumlah populasi Muslim yang semula 58.255 menjadi 178.647 di Distrik Akyab Rakhine Utara.

Konflik Etnis Rohingya Yang Muslim dan Budha Rakhine

Konflik Etnis Rohingya Yang Muslim dan Budha Rakhine

Asal muasal konflik Etnis Rohingya Yang Muslim dan Budha Rakhine masih terus diperdebatkan. Namun di ketahui bahwa ada 6 Faktor Penyebab Kekerasan Terhadap Muslim Rohingya di Myanmar. Selain itu, selama Perang Dunia II,  yaitu kisaran tahun 1942 terjadi peristiwa pembantaian Arakan.

Peristiwa ini pecah  karena kekerasan komunal antara rekrutan milisi bersenjata Inggris dari Angkatan Ke-V Rohingya yang berseteru dengan orang-orang Budha Rakhine. Peristiwa berdarah ini menjadikan etnis-etnis yang mendiami daerah menjadi semakin terpolarisasi oleh konflik dan perbedaan keyakinan.

Kemudian pada Tahun 1982, Jenderal Ne Win memberlakukan hukum kewarganegaraan di Myanmar . Undang-undang tersebut menyatakan penolakan status kewarganegaraan atas etnis Rohingya. Pada tahun 1990 munculah penggunaan istilah “Orang-orang Rohingya” untuk merujuk penyebutan etnis Rohingya secara mengikat. Pada kisaran Tahun 2013, ada sekitar 1,3 juta orang Rohingya tercatat menetap di Myanmar. Umumnya Mereka mendiami kota di bagian Utara Rakhine.

Rohingya Etnis Minoritas Yang Paling Teraniaya

Rohingya Etnis Minoritas Yang Paling Teraniaya

Konflik yang berkepanjangan antara etnis minoritas dan mayoritas terebut membuat Media internasional dan organisasi hak asasi manusia menggambarkan etinis Rohingya sebagai salah satu etnis minoritas yang paling teraniaya di dunia.

Akibatnya, untuk menghindari kekerasan di daerahnya warga Rohingya banyak yang melarikan diri ke pemukiman-pemukiman kumuh dan kamp-kamp pengungsi di negara tetangga Bangladesh. Walaupun pemerintah Bangladesh bersikukuh dan menolak pengungsi dari daerah Rakhine ini.

Namun, sejumlah besar orang Rohingya juga berserakan didaerah sepanjang perbatasan Myanmar dengan Thailand. Akibat dari konflik juga ada skitar 100.000 orang warga Rohingya terus hidup di kamp-kamp pengungsi dan mereka dilarang meninggalkan kamp-kamp pengungsian oleh otoritas Pemerintah Thailand.

Kini, Etins Rohingya menjadi perhatian internasional setelah terjadi kerusuhan di negara bagian Rakhine pada tahun 2012. Pada tahun 2015 Dunia di kejutkan atas terjadinya Krisis Pengungsi Rohingya. Mereka warga Rohingya mencoba menempuh perjalanan laut yang berbahaya dalam upaya melarikan diri ke beberapa negara Asia Tenggara. Tujuan dari pengungsi Rohingya ini yaitu Malaysia dan Indonesia. [Ali Alamsyah / Dari Bebagai Sumber]

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar