Inspirasi Tanpa Batas

Mengenali Minat Anak Sejak Dini

0 39

Konten Sponsor

Banyak orang yang mengartikan minat (interest) itu sama dengan kesenangan (whim), padahal berbeda dengan arti yang sebenarnya. Secara leksikal atau kamus, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, minat adalah kecenderungan hati yang tinggi terhadap sesuatu; gairah; keinginan.

Pengertian Minat Menurut Beberapa Ahli

  1. Elizabeth B. Hurlock (1978:114)

Minat adalah sumber motivasi yang mendorong seseorang untuk melakukan apa yang mereka inginkan jika mereka bebas memilih. Mereka melihat bahwa sesuatu akan menguntungkan dan mengasilkan kepuasan, maka disitulah mereka merasa berminat. Jika kepuasan itu berkurang maka minat pun berkurang.

  1. Sudirman A. M. (1988:6)

Minat diartikan sebagai suatu kondisi yang terjadi apabila seseorang melihat ciri-ciri atau arti sementara situasi yang dihubungkan dengan keinginan-keinginan dengan kebutuhan-kebutuhannya sendiri.

  1. Zakiah Daradjat dkk. (1995: 133)

Minat adalah kecenderungan jiwa yang tetap ke jurusan suatu hal yang berharga bagi orang.

  1. Dyimyati Mahmud (1982)

Minat dalah sebagai sebab yaitu kekuatan pendorong yang memaksa seseorang menaruh perhatian pada orang situasi atau aktifitas tertentu dan bukan pada yang lain, atau minat sebagai akibat yaitu pengalaman efektif yang distimular dengan hadirnya seseorang atau sesuatu objek, atau karena berpartisipasi dalam suatu aktifitas.

Dapat disimpulkan bahwa minat merupakan kecenderungan seseorang terhadap objek atau suatu kegiatan yang disukai dengan perasaan senang, adanya perhatian, dan keaktifan berbuat. Dalam memperhatikan sesuatu yang digemari, seseorang bisa saja memperhatikan secara seksama apa yang ia sangat gemari. Dalam menikmati, seseorang bisa menikmati apa yang ia gemari hingga akhirnya mendapatkan rasa puas.

Sedangkan kesenangan ialah minat yang sementara, berbeda dengan minat, bukan dalam hal kualitas melainkan dalam ketetapan (persistence). Selama kesenang ada, mungkin intensitas dan motivasi yang menyertainya sama tinggi dengan minat, namun akan segera berkurang jika kesenagan itu hanya sementara. Berbeda dengan minat yang bersifat tetap (persistent), karena memuaskan kebutuhan yang penting dalam kehidupan seseorang.

Sepanjang masa kanak-kanak minat merupakan sumber motivasi yang kuat untuk belajar. Anak yang mempunyai minat terhadap sebuah kegiatan, baik permainan ataupun pekerjaan akan berusaha lebih keras untuk belajar daripada dengan anak yang tidak mempunyai minat akan merasa bosan. Karena minat mempengaruhi bentuk dan intensitas aspirasi anak.

Minat menambah kegembiraan pada setiap kegiatan yang ditekuni seseorang. Jika anak-anak mempunyai minat pada suatu kegiatan, pengalaman mereka akan lebih jauh menyenangkan daripada mereka yang tidak mempunyai minat akan sering merasa bosan.

Jenis-jenis Minat

Menurut Guilford (1956) tentang jenis-jenis minat, yaitu sebagai berikut:

  1. Minat vokasional, yaitu minat yang lebih merujuk pada bidang-bidang pekerjaan.
  • Minat profesional: minat keilmuan, seni dan kesejahteraan sosial.
  • Minat komersial: minat pada pekerjaan dunia usaha, jual beli, periklanan, akuntansi, kesekretariatan dan lain-lain.
  • Minat kegiatan fisik, mekanik, kegiatan luar, dan lain-lain.
  1. Minat avokasional, merupakan minat yang akan mendapatkan kepuasan atau hobi. Misalnya petualang, hiburan, apresiasi, ketelitian dan lain-lain.

 

Ciri-Ciri Minat Anak

  1. Minat tumbuh bersamaan dengan perkembangan fisik dan mental

Pada waktu pertumbuhan terlambat dan kematangan dicapai, minat menjadi lebih stabil.

  1. Minta bergantung pada kesiapan belajar

Anak-anak tidak dapat mempunyai minat sebelum mereka siap secara fisik dan mental.

  1. Minat bergantung pada kesempatan belajar

Kesempatan untuk belajar bergantung pada lingkungan dan minat, baik anak-anak maupun dewasa, yang menjadi lingkungan anak.

  1. Perkembangan minat mungkin terbatas

Ketidak mampuan fisik dan mental serta pengalaman sosial yang terbatas membatasi minat anak.

  1. Minat dipengaruhi budaya

Minat disesuaikan dengan budaya yang ada pada kelompok budaya sekitar.

  1. Minat berbobot emosional

Bobot emosional (aspek afektif) dari minat menentukan kekuatannya. Bobot emosional yang tidak menyenangkan akan melemahkan minat, sebaliknya jika menyenangkan akan memperkuantnya.

  1. Minat itu Egosentris

Sepanjang masa kanak-kanak, minat itu egosentris. Misalnya, minat anak laki-laki pada matematika sering berlandaskan keyakinan bahwa kepandaian dibidang itu merupakan langkah penting untuk menuju kedudukan yang menguntungkan dan bergengsi di dunia usaha.

 

Metode Menemukan Minat Anak

  • Pengamatan kegiatan

Mengamati mainan dan benda-benda yang mereka beli, kumpulkan atau gunakan dalam aktivitas yang ada unsur spontanitas, kita dapat memperoleh petunjuk mengenai minat mereka.

  • Pertanyaan

Bila anak terus menerus bertanya mengenai sesuatu, minatnya pada hal tersebut lebih besar daripada minatnya pada hal yang sesekali ditanyakan.

  • Pokok pembicaraan

Apa yang dibicarakan anak dengan orang dewasa atau teman sebaya memberi petunjuk mengenai minatnya dan seberapa kuatkah minat tersebut.

  • Membaca

Pilihlah buku yang menarik minatnya ketika anak membaca atau mendengarkan isi buku tersebut.

  • Menggambar spontan

Apa yang mereka gambar atau lukis secara spontan dan seberapa sering mereka mengulangnya, maka minat pada hal tersebut lebih besar.

  • Keinginan

Kebanyakan anak jujur mengutarakan keinginannya terhadap sesuatu.

  • Laporan mengenai apa saja yang diminati

Jika disuruh menulis 3 keinginan anak akan menuliskan hal tersebut dan pastinya dari hal yang paling diminati.

Sebenarnya untuk menentukan minat seorang anak bisa saja hanya menggunakan satu metode, namun agar hasilnya lebih kuat dan akurat maka dilakukanlah dengan beberapa metode.

Banyak kegiatan anak yang menghabiskan waktu luang anak, misalnya mendengarkan radio, menonton televisi, mungkin bukan indikasi minat yang besar melainkan tanda bahwa tidak ada hal lain yang menarik untuk mengisi waktu luang.

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar