Inspirasi Tanpa Batas

Mengenang Penanggalan Tahun Baru Hijriyah

1 4

Konten Sponsor

Tahun baru Hijriyah kembali datang menjumpai umat manusia di bumi. Tak terasa, perjalanan hijrah Nabi dari Mekkah ke Medinah sudah melintasi 1439 tahun. Perjalanan panjang yang dalam salah satu hadits Nabi [meski banyak diragukan], disebut bahwa dunia tidak sampai di usia 1500 tahun. Betapa dunia, harus dianggap sudah renta.

Masa di mana Nabi hijrah, akhirnya ditetapkan sebagai moment di mana umat Islam melakukan revolusi perhitungan tahun. Perubahan perhitungan dari putaran matahari [gaya Alexander Agung] ke perhitungan putaran bulan. Dalam perhitungan Hijriyah, hilal menjadi kata kuncinya.Kata hilal, akan selalu menjadi awal perhitungan tahun.

Jika ada yang bertanya, apa itu hilal. Hilal adalah bulan sabit muda pertama yang dapat dilihat setelah terjadinya konjungsi (kesepakatan bulan baru) pada arah dekat terbenamnya matahari. Inilah yang menjadi acuan atau dasar permulaan perhitungan dalam tahun hijriyah.

Pertanyaan lainnya, mengapa pergantian bulan [hilal] menjadi awal perhitungan bulan dalam dunia Islam. Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam al Qur’an surat al Baqarah [2]: 189 yang berbunyi:  “Orang-orang bertanya kepadamu tentang hilal. Wahai Muhammad katakanlah: “Hilal itu adalah tanda waktu untuk kepentingan manusia dan badi haji.”

Tokoh Di Balik Penanggalan Hijriyah

Perubahan tahun baru hijriyah, dimulai saat Umar bin Khatab menjadi khalifah kedua dunia Islam setelah Abu Bakar. Dialah tokoh penting di balik perubahan perhitungan tahun. Ia membuat suatu revolusi perhitungan tahun yang di Arab sebelumnya, tidak mengenal istilah bulan dan tahun. Orang Arab hanya mengingat tahun berdasarkan kejadian monumental. Misalnya, kelahiran Nabi Muhammad disebut tahun gajah [fiel] karena ia lahir beriringan dengan penyerangan kaum Abrahah terhadap Ka’bah. Atau menghitung tahun dengan kematian tokoh besar dunia Arab. Sebut  misalnya menghitung 7 tahun setelah kematian Ka’ab bin Luay.

Apa yang menggugah Umar bin Khatab sehingga melakukan penanggalan dan tahun hijriyah. Ternyata karena dia mendapat kritik dari salah seorang Gubernur Bashrah. Gubernur yang kelak menjadi mediator pengikut Ali dan pengkut Muawiyah ini, mengkritik surat yang dikirim Khalifah yang tidak menggunakan tanggal dan bulan.  Abu Musa Al-Asy-‘Ari nama gubernur Basrah itu

Dia mengeluhkan surat dari Amirul Mukminin  {Umar bin Khatab] dengan kalimat sebagai berikut: “Telah sampai kepada kami surat-surat dari Anda, tanpa tanggal.” Dalam periwayatan lain, disebutkan sebagai berikut: “Telah sampai kepada kami surat-surat dari Amirul Mukminin, namun kami tidak tau apa yang harus kami perbuat terhadap surat-surat itu. Kami telah membaca salah satu surat yang dikirim di bulan Sya’ban. Kami tidak tahu apakah Sya’ban tahun ini ataukah tahun kemarin.”

Ali bin Abi Thalib Pengusul Penting

Karena kritik salah seorang gubernur bashrah itu, Umar bin Khatab akhirnya mengajak para sahabat untuk bermusyawarah; menentukan kalender yang nantinya menjadi acuan penanggalan bagi umat Islam.

Setelah para sahabat besar dikumpulkan, maka, beberapa usulan masuk dalam rapat itu. Misalnya ada yang mengusulkan: Pertama. Tahun baru hijriyah dimulai dari tahun di mana Muhammad diutus menjadi Nabi dan Rasul; Kedua. Penanggalan dibuat sesuai dengan kalender Romawi yang ditinggalkan Raja Alexander Agung, dan; Ketiga. Diusulkan mulai tahun di mana Nabi Muhammad hijrah dari kota Mekkah ke Madinah.

Usulan terakhir ini disampaikan sahabat Ali bin Abi Thalib. Umar sendiri memilih pada usulan yang disampaikan Imam Ali. Ketika Imam menyampaikan pikirannya, Umar berkata: “Peristiwa Hijrah menjadi pemisah antara yang benar dan yang batil. Jadikanlah ia sebagai patokan penanggalan.”

Terlebih saat Umar bin Khatab menyampaikan salah satu ayat dalam surat At-Taubah [9]: 108 yang artinya: “Sesungguhnya mesjid yang didirikan atas dasar takwa (mesjid Quba), sejak hari pertama adalah lebih patut kamu sholat di dalamnya. Para sahabat sepakat dengan landasan firman Allah dimaksud dan menyepakati penanggalan baru berdasarkan hijrah Nabi.

Umum diketahui, termasuk apalagi tentu oleh sahabat Nabi, bahwa ayat di atas berkaitan dengan hari pertamakedatangan Nabi Muhammad di Medinah. Akhirnya mereka sepakat bahwa momen kepindahan Nabi, dari Mekkah ke Medinah sebagai acuan awal lahirnya tahun baru Hijriyah. Prof. Cecep Sumarna

  1. Rina agustiana berkata

    bismillah…
    assalamualaikum.
    pak saya izin comment
    menurut pendapat saya pendidikan merupakan proses perubahan sikap dan tingka laku seseorang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran,mengajarkan kepada orang lain tentang sesuatu yang belum d ketahui.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar