Mengetahui Motivasi Lebih Dalam

0 12

Motivasi berasal dari kata Latin movere yang berarti dorongan. Dalam bahasa inggris kata ini diasumsikan berasal dari kata to move yang berarti mengubah atau menggerakkan. Motivasi adalah kondisi mental yang mendorong aktivitas dan memberi energi yang mengarah kepada pencapaian kebutuhan memberi kepuasan atau mengurangi ketidak seimbangan. Kata motivasi yang dalam bahasa Inggris disebut dengan motivation, kata dasarnya adalah motif (motive) yang berarti dorongan, sebab atau alasan seseorang melakukan sesuatu. Dengan demikian motivasi berarti suatu kondisi yang mendorong atau menjadikan sebab seseorang melakukan suatu perbuatan, yang berlangsung secara sadar.

Dalam kamus besar bahasa Indonesia, motivasi dimaknai sebagai; dorongan yang timbul pada diri seseorang, secara sadar atau tidak sadar untuk melakukan suatu tindakan dengan tujuan tertentu. Dalam konteks psikologi, motivasi dikategorikan sebagai usaha yang dapat menyebabkan seseorang atau kelompok tertentu tergerak untuk melakukan sesuatu karena ingin mencapai tujuan yang dikehendakinya atau ingin mendapatkan kepuasan dengan perbuatannya.

Teori Motivasi (Teori Maslow)

Teori Maslow

Untuk membahas motivasi, ada beberapa teori yang dapat digunakan. Diantaranya adalah teori Maslow yang membagi kebutuhan manusia:

  1. Kebutuhan Fisiologis. (Fa’ali), merupakan hirarki kebutuhan manusia yang paling dasar yang merupakan kebutuhan untuk dapat hidup, seperti makan, minum, perumahan, oksigen, tidur dan sebagainya. Kebutuhan ini kepuasannya tidak dapat ditunda dan harus diprioritaskan dari kebutuhan lain.
  2. Kebutuhan Rasa Aman (need for self scurity), merupakan kebutuhan kelanjutan, setelah kebutuhan fisiologis terpenuhi. Apabila kebutuhan fisiologis relatif sudah terpuaskan, maka muncul kebutuhan yang kedua yaitu kebutuhan akan rasa aman. Kebutuhan akan rasa aman ini meliputi keamanan akan perlindungan dari bahaya kecelakaan kerja, jaminan akan kelangsungan pekerjaannya dan jaminan akan hari tuanya pada saat mereka tidak lagi bekerja.
  3. Kebutuhan Sosial, yaitu kebutuhan untuk persahabatan, afiliasi dan interaksi yang lebih erat dengan orang lain. Kebutuhan sosial ini juga terlihat dalam hal mencintai dan memiliki.
  4. Kebutuhan Penghargaan, yang meliputi kebutuhan keinginan untuk dihormati, dihargai atas prestasi seseorang, pengakuan atas kemampuan dan keahlian seseorang serta efektifitas kerja seseorang. Kebutuhan harga diri ini muncul didorong oleh dua hal; pertama, keinginan akan kekuatan, prestasi, kecukupan, keunggulan, kemampuan dan kepercayaan diri. Kedua, didorong oleh keinginan akan nama baik, gengsi, prestise, status, kemuliaan dan ketenaran, dominasi, pengakuan, perhatian dan apresiasi. Dororong pertama berasal dari dalam diri sendiri, sementara dorongan yang kedua berasal dari orang lain atau pihak luar.
  5. Kebutuhan Aktualisasi Diri, merupakan hirarki kebutuhan dari teori Maslow yang paling tinggi. Aktualisasi diri berkaitan dengan proses pengembangan potensi yang sesungguhnya dari seseorang. Kebutuhan untuk menunjukkan kemampuan, keahlian dan potensi yang dimiliki seseorang.

Maslow mendasarkan teorinya tentang aktualisasi diri pada asumsi bahwa manusia memiliki nilai instrinsik yaitu nilai kebaikan. Perkembangan manusia menuju puncak kesuksesan hidupnya ditentukan oleh kemampuan untuk mengembangkan aktualisasi dirinya. Jika kebutuhan sebelumnya didorong oleh kebutuhan dasar, maka kebutuhan aktualisasi diri didorong oleh kebutuhan yang bernilai tinggi yang dikenal dengan meta-motivation atau being values, yang di antaranya adalah; Mampu melihat realitas secara efisien, mampu untuk menerima diri sendiri, kodrat dan orang lain, kesederhanaan dan kewajaran, terpusat pada persoalan, mandiri dalam menyikapi perubahan zaman, dan  kemampuan untuk membedakan antara antara dan tujuan.

(Teori Maslow)

Komentar
Memuat...