Take a fresh look at your lifestyle.

Menghadapi Dampak Negatif Pertentangan Pendidikan Modern

0 49

Menghadapi Dampak Negatif Pertentangan Pendidikan Modern: Alih-alih pendidikan berusaha mendiagnosa masalah ini dan menetapkan akarnya dalam sumber pendidikan yang didirikannya. Kemudian mengobatinya mula-mula dari akar dan sumber hingga aplikasinya. Maka pendidikan bekerja sama dengan orang-orang yang mengambil manfaat dari masalah ini untuk menghadapi dampak negatif yang dikandungnya dengan sejumlah cara, yakni:

Memperpanjang Masa Studi

Pertama, memperpanjang masa studi sehingga memenjarakan remaja putra dan putri di ruang belajar dan tahapan pembelajaran antara 25-40 tahun. Dimana orang-orang yang mengejarnya menyibukkan diri seperti sekawanan kuda. Yakni lompatan dari kendala ijazah dan tuntutan kelulusan.

Melalui lompatan ini tersebar di antara mereka benih-benih saling dengki; persaingan yang tidak sehat; saling benci dan keterpecah belahan. Dan semua bentuk yang menghalanginya memberikan perhatian kepada masalah-masalah yang sebenarnya atau saling membantu untuk menghadapinya.

Adapun orang-orang yang tidak mampu mengadakan lompatan maka akhirnya mencela kepada diri mereka sendiri. Yakni terhadap apa yang menimpa mereka berupa dampak kegagalan sosial dan ekonomi. Sehingga mereka menderita kesempitan dan kadang diikuti dengan timbulnya penyimpangan jiwa dan fisik dan praktek-praktek yang telah kami tunjukkan model-modelnya.

Berusaha Menyibukkan Remaja

Kedua, berusaha menyibukkan remaja dengan olahraga, agenda remaja dan seni, bahkan ini adalah jalan keluar yang dangkal yang tidak sesuai dengan kualifikasi manusia yang dititipkan Allah kepadanya, dan tidak banyak memberikan aktivitas kecuali bagi sedikit orang yang tertimpa penyakit kejiwaan dan sosial dan lebih banyak cenderung kepada pemberian gelar-gelar kepahlawanan olahraga dan seni yang diberikan kepada mereka.

Mendesak Kebutuhan Manusia

Ketiga, usaha mendesak kebutuhan manusia kepada kebutuhan akan hubungan seksual, makanan dan dorongan-dorongannya. Akan tetapi penemuan kejiwaaan yang dikembngakan oleh mazhab psikologi humanis –nampak keliru karena memberikan konsepsi yang sempit.

Hierarki kebutuhan yang dikembangkan oleh Abraham Maslow salah seorang pelopor mazhab psikologi tersebut menjatuhkan kebutuhan seksual dan makanan berada pada bagian hierarkhi terendah sementara di atasnya adalah empat taraf kebutuhan yang berhubungan dengan kemuliaan manusia dan tujuan pokok dari kehidupan.

Hubungan seksual dan makanan bukanlah apa-apa selain sarana untuk mempertahankan umat manusia dan memperbanyak unsur-unsur kemanusiaan yang diperlukan untuk menghantarkan perjalanan ke masa kemuliaan manusia.

Banyak sekali hal-hal yang menyertai ketiga sarana, yaitu sarana keempat, yakni aktivitas para tokoh kapitalis penimbun kekayaan untuk melumpuhkan pemikiran anak-anak remaja dan menyembunyikan mereka sehingga jauh dari masalah mereka yang sesungguhnya dengan menyebarkan penjualan obat bius dan berbagai macam dekadensi kemudian diikuti dengan ikut serta melakukannya.

Oleh: Dr. Majid Irsani Al Kailani

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar