Peran Pemuda Dalam Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA)

0 1.047

Pemuda harus mengambil peran penting untuk menyosialisasikan dan mendengungkan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) kepada seluruh rakyat Indonesia agar tidak menjadi budak di negara sendiri nantinya. Jumlah pemuda di Indonesia lebih dari 50% dari seluruh penduduk. Itu menjadi aset terbesar Indonesia untuk dapat berkembang. Tidak hanya meningkatkan kemampuan diri, di benak pemuda harus tertanam jiwa tolong-menolong dan saling berbagi dengan orang di sekitar.

“Berikan aku sepuluh pemuda maka akan ku guncang dunia.” Kalimat bijak yang di ucapkan Proklamator Indonesia Ir. Soekarno sekaligus memotivasi para pemuda untuk cinta pada Bangsa Indonesia.

Sudah kurang lebih hampir mendekati satu abad indonesia merdeka. Keluar dari kecaman para penjajah yang ingin menguasai indonesia. Bertaruh tumpah darah karena pemuda sayang dan cinta atas negri kelahiran yang di tempatinya.

Apa yang harus dilakukan pemuda saat Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA)? Pemuda di tuntut harus punya kapasitas keilmuan yang hebat. Gagasan yang cemerlang sebagai pemuda intelektual untuk menciptakan sesuatu yang baru. Ketika kapasitas keilmuan yang sudah di dapatkan, disinilah peran pemuda untuk mengabdi kepada Bangsa dan Negara.

Jika kita analisis dan kaji arti dari merdeka antara dulu dan sekarang ada pergeseran makna secara historis. Sejarah mengatakan bahwa merdeka itu adalah menyerahnya penjajah yang ingin menguasai indonesia. Fakta tersebut dapat kita lihat dengan bentuk fisik. Karena dulu yang di sebut perang itu adalah fisik. Namun apa yang terjadi pada saat ini.

Menurut para ahli nasionalis. Saat ini Indonesia lagi dijajah kembali. Namun hari ini bukan di jajah secara fisik. Indonesia di jajah dengan arus globalisasi yaitu penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Berbagai sistem pemerintahan di goyangkan dengan ideologi yang memberikan virus dan dampak negatif untuk bangsa Indonesia.

Beberapa bulan kebelakang Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) sudah di sahkan dan indonesia menjadi tuan rumah dalam persaingan ekonomi di asia tenggara. Negara-negara menunjukan potensi ekonominya dan pengembangan SDM nya untuk menghadapi persaingan ekonomi tersebut.  Apakah ini sebuah keuntungan atau bahkan sebuah ancaman untuk indonesia. Ini akan di kembalikan kepada semangat juang para pemuda.

Pemuda harus sadar bahwa 28 oktober 1928 sudah melakukan perjanjian dengan sebutan Sumpah Pemuda. Mengaku bertanah air Indonesia. Mengaku Berbangsa Indonesia. Mengaku Berbahsa Indonesia. Jika sumpah pemuda tidak dijalankan oleh para pemuda hari ini. Maka sudah pasti Mea adalah sebuah kerugian untuk bangsa indonesia. Kenapa bisa dikatakan seperti itu.? Karena faktor dalam negri dan luar negri yang dihadapinya. Dalam negeri dengan sistem dan kebijakan pemerintahannya. Luar negeri adalah kehawatiran Indonesia dijajah kembali dengan penguasaan ekonominya.

Pemuda harus dapat mengawal kebijakan pemerintahan indonesia. Pemuda juga harus kreatif dan inovatif menciptakan karya agar tidak ketinggalan jauh oleh SDM dari bangsa yang lain. Menciptakan lapangan kerja untuk menarik SDM domestik sebagai tenaga kerja yang profesional. Jika pemuda sadar akan perannya, maka Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) siap untuk dihadapi Indonesia.

Oleh : Karim Pamela

Komentar
Memuat...