Inspirasi Tanpa Batas

Tips Jitu Menghadapi Orang yang Suka Marah-Marah

Tips Jitu Menghadapi Orang yang Suka Marah-Marah
0 633

Marah merupakan suatu luapan emosi yang disebabkan oleh tidak senangnya terhadap sesuatu. Marah bisa juga diartikan dengan perasaan tidak senang atau tidak rela atas perbuatan orang lain terhadap kita, sehingga ada perasaan atau keinginan untuk membalas. Perilaku marah ini akan mendorong manusia berprilaku buruk dan jahat, serta dapat mengundang tindakan yang berbahaya, dan tak terkendali seperti merusak, membunuh, menyakiti dan lain sebagainya.

Bicara soal pemarah ini sensitif sekali. Sebelum membahas bagaimana tips menghadapi orang yang suka marah-marah. Mari evaluasi diri terlebih dahulu, kita ini tipe orang yang seperti apa? Pemarah/bukan? Jangan-jangan kita gak sadar kalau kita ini seorang pemarah, atau mungkin jangan-jangan kita ini orang yang menyebalkan dan gak disukai sama lingkungan sekitar kita, atau bahkan kita gak sadar kalau kita punya masalah dalam kehidupan sosial kita.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering menemukan orang yang suka marah-marah. Nah, sebenarnya pemarah itu adalah orang yang kasian, karena ketika seseorang sedang marah maka ribuan sel di dalam tubuhnya mati. Sehingga orang tersebut emosinya tidak stabil dan labil.

Matinya ribuan sel dan ketidak stabilan emosi ini dapat mengakibatkan orang itu mudah sakit. Bahkan ada sebuah penelitian yang menyebutkan bahwa orang suka marah-marah umurnya menjadi pendek. Penelitian menyatakan bahwa orang yang suka marah-marah rawan terkena penyakit stroke dan hypertensi atau darah tinggi.

Jika kita sering berhadapan dengan orang yang suka marah-marah, maka lakukanlah tips berikut ini:

Bersikap tenang, sabar dan jangan terpancing emosi

Kalau kamu terbawa emosi, maka kamu enggak ada bedanya sama orang itu. Kamu kalau liat orang pemarah, gak suka bukan? Maka kamu jangan seperti dia!! Kalau orang itu marah karena ada sebab, itu masuk akal. Contoh, dia jarang sekali marah, tapi dia bisa marah kalau kamu membuat kesalahan.

Jadi kamu harus introspeksi diri kenapa kamu dimarahi, tapi kalau orang itu enggak ada angin enggak ada hujan setiap hari marah-marah, maka kamu gak boleh ikut kepancing emosi. Orang seperti itu enggak usah diladeni tapi harus dikasihani, kalau perlu di do’akan, karena orang seperti itu dapat dikatakan  “hidupnya tidak tenang dan tidak bahagia”.

Lebih banyak mendengar daripada berbicara

Ketika kamu menghadapi si pemarah, lebih baik kamu gak usah meladeni orang itu, tapi ikuti dan turuti saja. Misal dengan mengatakan “oh ia, oke, oh gitu”. Kamu jangan langsung menasihati, dengarkan aja dulu. Jangan dibalas apalagi dicela. Kalau kamu menyela pembicaraannya, maka orang itu marahnya akan naik dua kali lipat, dan kalau kamu ledekin, marahnya akan naik lima kali lipat.

Suara harus lembut

Kalau orang itu marah-marah dengan nada bicara yang tinggi, maka nada bicara mu jangan ikutan tinggi, karena dia bisa lebih tinggi lagi dari kamu. Lebih baik jawab dengan suara yang lembut dan menenangkan, vibrasi dan frequensinya diatur, jangan ikuti frequensi dia. Kalau kamu ngikutin frequensi dia, nanti dia marahnya tidak akan mereda.

Beri waktu untuk sama-sama menenangkan diri

Ketika kamu lagi berantem atau lagi dimarah-marahin orang, maka tidak ada salahnya untuk take a break for a while. Kamu harus berusaha menenangkan diri sementara waktu. Tenangkan diri dulu sekitar dua-tiga hari, merenung, supaya kondisi sama-sama enak.

Kalau tidak, nanti berbahaya karena emosi bisa sama-sama naik. Biasanya kunci orang sukses ketika sedang punya masalah dengan atasan atau client, mereka suka mengambil jeda waktu untuk istirahat sejenak untuk menenangkan diri. Dengan demikian kamu bisa berpikir lebih jernih.

Kalau tidak, masalah akan runyam. Apalagi sering kali ketika kamu menghadapi pemarah, kamu mengeluarkan bahasa-bahasa yang tidak bijak dan tidak seharusnya diucapkan dan akhirnya berakibat fatal. Ujung-ujungnya masalah yang tadinya spele menjadi besar.

Saling memaafkan

Setelah kondisi membaik, tidak ada salahnya untuk saling memaafkan dan kembali menjalin komunikasi yang baik setelah situasi dingin. Kalau si pemarah itu susah untuk memaafkan, maka maafkan saja, diam,  gak usah diladeni dan gak usah dianggap.

Sebenarnya sesekali marah itu enggak apa-apa, asal jelas sebabnya, tapi kalau setiap hari, itu tidak baik. Umurnya bisa pendek loh, karena enggak baik buat kesehatan. Jadi yang terpenting ketika menghadapi kondisi seperti ini adalah jadilah diri sendiri yang lebih baik, tidak perlu terpancing atau mengikuti siapapun, dan berusahalah untuk tetap bersikap lemah lembut, sabar, tenang dan mudah memaafkan orang lain.

Komentar
Memuat...