Inspirasi Tanpa Batas

Menghimpun Taubat di Arafah | Mencari Tuhan Di Kaki Ka’bah Part- 19

43 66

Konten Sponsor

Menghimpun Taubat di Arafah. Waktu yang ditunggu-tunggu jama’ah haji, akhirnya datang juga. Prosesi pelaksanaan ibadah haji, di mana kami sudah berada di jazirah Arab selama kurang lebih 16 hari, akan segera dimulai. Jumlah hari dimaksud, tentu jika kami menghitung jarak waktu ketika kami mulai tinggal di Medinah.

Hari itu, tepat tanggal 08 Dzul Hijjah. Seluruh jama’ah haji sudah memakai pakaian ihram. Pakaian yang secara keseluruhan berwarna putih. Pakaian yang menandakan kehidupan kita di alam kubur. Pakaian yang mengharamkan untuk menggunakan kain berjahit, kecuali bagi wanita. Inilah pakaian yang mendorong manusia menuju alam primordial yang sesungguhnya alam. Pakaian yang konon tidak akan pernah pupus terbakar terkaman panasnya api neraka.

Tidak ada menteri, tidak ada pengusaha. Tidak ada petani dan tidak ada pedagang. Tidak ada nelayan, tidak ada pegawai serabutan. Tidak ada artis dan tidak ada olah ragawan. Semua sama! Mereka memperoleh tempat dan kedudukan yang sama.  Symbol-nya pakaian yang digunakan sama, yakni putih. Tidak ada jama’ah yang tidak menangis. Cucuran air mata meleleh di pipi kiri kanan jama’ah. Dalam soal ini, termasuk Crhonos, menangis. Sambil meneteskan air mata, Crhonos berkata:

“Allahumma inni uharrimmu nafsi min kulli ma harramta ala al muhrimi farhamni ya arhamarrahimiin, [Ya Allah ya rabbi, dengan memakai pakaian ihramku ini, aku mengharamkan apapun yang Kau haramkan atas ihram. Rahmati dan sayangi kami ini Ya Allah dengan sebenar-benarnya rahmat].

Ya Allah perkenankanlah, saat kami mati nanti, jadikanlah pakaian ihram ini sebagai pembalut tubuhku. Ya Allah dengan pakaian ini, aku seolah tak lagi membutuhkan apapun, karena ternyata yang kubawa hanya pakaian-pakaian yang tak berharga ini. Ya Allah sejak detik ini, jadikanlah dan kawallah aku dalam kedudukanku sebagai Muslim yang benar-benar tunduk dan patuh terhadap-Mu.”

Ia kemudian memakaikan pakaian ihram untuk Shofi. Tubuhnya semakin tampak sangat kurus. Ia juga sedikitpun tidak menunjukkan rasa sehatnya dengan baik. Ia menghela nafas dan tarikan nafasnya semakin terdengar sengau. Ia memakainkan satu persatu pakaian ihram itu, dan ia terus berdo’a dan bermunajat kepada Allah, agar Shofi dapat melaksanakan rukun haji ini. Akhirnya, pakaian ihram Shofipun terpakaikan. Shofi berbisik:

“Anak-ku, berjanjilah padaku bahwa kelak ketika aku mati, meninggalkanmu bersama dengan kakak dan adik-adikmu, serta seluruh cucuku, pakaikanlah pakaian ini sebagai pembalut kain kafanku. Kini, aku tak memiliki kuasa atas apapun. Tampaknya aku semakin dekat dengan kematianku. Aku hanya berharap, aku tidak dimatikan di sini. Aku masih ingin menjumpai keturunanku, karena aku belum berwasiat ketakwaan kepada mereka semua. Kamu harus tahu, inilah pakaian yang kuyakini tidak akan pernah terkena api neraka.

Shofi dan Crhonos menangis. Ia bercucuran air mata. Inilah sosok yang sangat dikagumi Crhonos. Seorang aki-laki yang demikian gagah dan tegas, kini menjadi layu. Seorang suami yang sangat baik bagi istrinya dan seorang bapak yang demikian bijaksana. Tidak ada kata kotor yang ke luar dari mulutnya untuk anak-anaknya. Ia meneteskan air air mata dan hanya air mata, saat kami masih kecil, khususnya ketika tahu anaknya nakal.

Berjejer di Pelataran Maktab

Setelah semua jama’ah memakai pakaian ihram, mereka duduk di pelataran teras Maktab. Berjejer seperti jejeran para ahli kungfu dengan stelan semua serba putih. Wajah-wajah berseri tampak di mata mereka, meski tampak juga secara fisik sangat lelah. Pancaran wajah penuh harap akan maghfirah Allah terlihat.

Buku kecil yang diberikan petugas haji, dijinjing dan dibuka mereka. Kadang mereka melafalkannya karena takut nanti salah membuat niat. Sal berwarna-warna melingkar di leher seluruh jama’ah. Para jama’ah berkumpul seperti sebuah koloni yang berbeda-beda, namun tetap sama. Tidak sedikit, di antara mereka komat-kami membaca berbagai bacaan.

Berjam-jam jama’ah menunggu mobil yang akan berangkat ke Arafah.  Banyak orang tua yang terpaksa bolak balik menuju wc baik untuk keperluan hajat besar maupun hajat kecil. Tidak sedikit yang mengalami mencret. Suara batuk-batuk jama’ah dengan dahak-dahak yang agak membiru, bersahutan antara satu jama’ah dengan jama’ah lain. Tampak jama’ah sudah sangat lelah.

Di Syari Syuhada Kota Mekkah, mobil-mobil bus mewah melintasi kami. Jama’ah asal Iran, Irak, Quwait, Malaysia, Brunai Darussalam sudah melewati kami. Jama’ah duduk di kursi mobil yang kelihatan sangat empuk dan mewah. Berjejer secara tertib dua orang jama’ah per set jok. Mereka begitu tertib dan terlihat sangat terdidik. Setiap mobil yang lewat, kami berharap itulah mobil yang akan mengangkut kami. Tetapi, ternyata bukan.

Dengan speaker kecil, kepala rombongan akhirnya mengumumkan kepada seluruh jama’ah untuk mempersiapkan diri. Mobil yang akan kami tumpangi, beberapa menit lagi akan segera datang. Dan benar juga, mobil itu datang menjemput kami. Mobil yang sudah sangat dekil dan kotor, menjadi kendaraan istimewa yang kami mampu bayar.  Di mobil itulah, kami menumpangi kendaraan ini.

Impian untuk menaiki kendaraan yang biasa digunakan jama’ah asal negara-negara lain, pupus sudah. Dengan menghela nafas, crhonos berkata: “Ya inilah Indonesia. Negeri besar dengan potensi alam yang luar bisa, tidak pernah terpelihara dengan baik. Inilah salah satu alat buktinya. Kadang aku kasin menyaksikan, bagaimana jama’ah asal Indonesia ini, dengan tulus menjalani ibadah. Mereka berangkat dengan keimanan yang tinggi. Ya Allah ampunilah kami”.

Perjalanan yang Sangat Macet

Lama sekali kami sampai ke tempat wukup itu. Mobil yang kami tumpangi berjalan sangat pelan. Sehingga sampainya mobil ke tempat wukuf, saat hari berganti menjadi malam. Ratusan ribu bus terpanggang macet. Bahkan jika diperkenankan jalan kaki dari Tan’im ke tempat wukup dimaksud, jauh akan lebih cepat sampainya dibandingkan dengan naik bus.

Malam hari, saat kami berjalan melintasi bukit-bukit berdebu, Shofi berdiri dan diam. Dia menyaksikan sebuah lampu pijar raksasa yang menerangi hampir sebagian besar bukit yang kami lewati. Crhonos begitu bersemangat memungut batu-batu kerikil yang beberapa hari ke depan akan digunakan untuk melakukan jumrah. Ia memungut batu-batu kecil itu, untuk keperluan empat jama’ah.

Di perjalanan malam itulah, waktu malam akhirnya berubah menjadi dini hari. Jama’ah terus berjalan menurungi suatu bukit menuju titik tertentu, sebab nanti siang, mulai pukul 12.00 sampai dengan pukul 18.00 waktu setempat pelaksaan wukuf akan kami lakukan.

Sampailah kami ke tenda yang relative besar. Suatu tenda yang agak mirip dengan tenda anak pramuka. Kapasitasnya mampu menampung  150 sampai 200 jama’ah. Kami sudah sampai dan berada di tempat untuk melaksanakan wukuf.

Dini hari tanggal 09. Dzul Hijjah, semua jama’ah asal Indonesia sudah berada di Arafah. Crhonos ke luar dari tenda. Ia melihat alam demikian teduh. Meski tidak mengandung makna akan turun hujan. Ia menyaksikan langit seperti sedang turun ke bumi. Ia kaget dan agak sedikit histeria. Ia melihat pelataran Arofah yang ternyata di sekitarnya ada Jabal rahmah dan Masjid Namirah. Inilah dua tempat bersejarah umat manusia, yang diprakarsai oleh Adam dan Ibrahim.

Kuhimpunkan Do’a Pertaubatanku di Arafah

Saat itu, Crhonos ingat bagaimana para kyai desa menyampaikan kepada dirinya bahwa saat pelaksanaan wukuf di Arafah, trilyunan Malaikat turun ke bumi. Mereka akan memohonkan kepada Allah atas apa yang diminta manusia . Manusia yang sedang melaksanakan wukuf di Arafah ini. Sambil menengadah ke langit, Crhonos menyampaikan do’a sebagai berikut:

“Ya Allah di tempat inilah, Kau berjanji akan mengampuni dosa manusia, tentu jika itu diminta manusia. Kau juga menyatakan bahwa mereka yang melakukan wukuf di tempat ini, akan dijauhkan darinya siksa api neraka. Kau juga menyatakan siapapun yang berwukuf di tempat ini dengan cara yang benar dengan niat yang juga benar, akan dikabulkan semua do’anya. Di sini aku berdo’a apa yang terdapat di hatiku. Terimalah do’a kami .. Amiiin “

Padang Arafah, secara historis adalah tempat yang menjadi petunjuk untuk Nabi Adam dan Hawa. Menurut cerita, setelah Adam dan Hawa ke luar dari Syurga, keduanya hidup terpencar. Lalu Malaikat yang disuruh Allah untuk mengarahkan Adam dan Hawa menuju tempat ini.

Di tempat inilah, Adam dan Hawa bertaubat. Keduanya memohon ampun atas segala dosa yang dilakukannya. Setelah keduanya bertemu, mereka tidak pernah berpisah sampai akhir hayat.  Di tempat inilah, “Keduanya sebagaimana terekam dalam al Qur’an surat Al-A’raf [70]: 23 yang artinya:

Ya … Tuhan, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan tidak memberi rahmat kepada kami, pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi. Crhonos melamun panjang setelah mengingat ayat ini. Lalu  membuat ilustrasi sendiri. Ia menyatakan:

Mungkin, tempat ini disebut Arafah, bukan hanya sekedar keduanya dipertemukan ulang di sini, tetapi, sangat mungkin, keduanya baru sadar telah berbuat dosa sehingga keduanya mengetahui (‘arafa) dosanya. Di tempat inilah, mereka mengetahui caranya bertaubat. Ya Allah perkenankanlah kami sadar atas dosa kami. Dan berilah kami jalan ke luar bagaimana cara kami melakukan pertaubatan atasnya.

Akhirnya, waktu untuk wukuf-pun datang. Seluruh jama’ah melaksanakan shalat dhuhur dan ashar dengan cara di jama’ takdzin dilakukan secara berjama’ah. Inilah suatu moent istimewa dan sangat indah, saat di mana semua permintaan dan do’a yang dipanjatkan hamba-hamba Tuhan akan terus menyambung kehadirat Allah Swt. By. Charly Siera –bersambung.

  1. Lenny Erdiani Choerun Nissa berkata

    Padang arafah adalah tempat bertemunya adam dan hawa dipertemukan di muka bumi ini. Setelah sekian lama berpisah, di tempat ini juga lah adam dan hawa bertaubat, keduanya memohon ampun kepada Allah SWT. Atas dosa yg twlah dilakukannya.

  2. Elok Firdausiana berkata

    Manusia tempatnya salah dan dosa, tetapi dalam hal ini tidak dijadikan alasan untuk tetap berbuat baik dan terus meminta ampun kepada Allah. Seperti halnya Adam dan Hawa yang bisa berintropeksi diri atas kesalahan yang telah diperbuatnya, dan langsung meminta ampun kepada Allah

  3. Amalia Fitriyanti berkata

    Memang benar setinggi apapun dosa yang kita perbuat sebanyak apapun dosa itu Allah selalu mengampuninya. Tetapi, bukan berarti kita sebagai hamba-Nya malah selalu menambah dosa. Jagalah ucapan, perilaku, hati agar kita tak berdosa. Memang manusia tak luput dari dosa tetapi alangkah baiknya kita selalu memohon ampunan kepada Allah baik dalam kondisi sehat maupun tidak.

  4. Intan Sulistiani MPI-B/SMT III berkata

    Memang manusia tempat nya salah dan dosa namun itu semua tidak dijadikan alasan untuk berbuat baik maupun beribadah khusyu kepada Allah dan merendahkan hati dengan penuh ikhlas dan tulus.
    Sekian.

  5. Siti Hayyun berkata

    maha penyayangnya Allah telah mempersatukan Adam dan Hawa di padang Arafah ini, sehingga Adam dan Hawa bisa ber intropeksi diri atas kesalahan yang mereka telah perbuat dan langsung meminta ampun kepada Allah. jadi dapat kita pahami bahwa karunia Allah, ampunan Allah dan kasih sayang Allah kpda hambanya itu sangat besar sekali. akan tetapi jangan dijadikan alasan maha pengampun nya Allah itu dijadikan untuk sarana kita melakukan dosa terus menerus.

  6. fajar maulana berkata

    Sungguh menyentuh sekali karena shofi berbicara kepada chronos tentang uaianya dan meminta jika kelak shofi mendinggal ingin di baluti dengan kain ihram. “bahwa seperi ini lah pakaian yang akan di pakai di akhirat nanti dan kain inilah yang tahan dengan panasnya api neraka. Padang arafah merupakan tempat suci lainnya, yang dimana di sana terdapat triliunan malaikan yang meminta mengabulkan orang-orang yang berdo’a di padang arafah. Dan kemungkinan juga do’a kita terkabul oleh Allah semakin besar.

  7. dezidni MPI3 berkata

    part 19 ini sangat tegas sekali.
    kata yang simple tapi susah di realisasikan yakni kata “TAUBAT”
    Kebanyakan manusia lupa akan dosa yang mereka perbuat dan enggan bersimpuh meminta ampun kepada alloh.
    bagaimana manusia hidup di dunia yang sifatnya hanya sementara tapi enggan meminta ampun pada sang kholiq.
    wahai manusia bersegeralah kamu sekalian meminta ampun kepada tuhan mu sebelum kematian menjemputmu karena hartamu,jabatanmu dan semua yang kau miliki tidak akan menolong mu kecuali hanya satu yakni amal sholeh mu.
    maka dadari itu hendaklah kita segera meninta ampunan alloh swt karena kematian telah menanti kita.
    semoga kita semua senantiasa mendapat ampunan alloh swt aamiin..

  8. Siti Hamidah Tadris IPS A / 1 berkata

    Dalam novel part 19 ini yang berjudul “Menghimpun Taubat di Arafah”.
    Seperti yang dipaparkan dalam part ini bahwa saat pelaksanaan wukuf di Arafah, trilyunan Malaikat turun ke bumi. Mereka akan memohonkan kepada Allah atas segala permohonannya. Begitupun chronos dan sofi, mereka dengan khusyu berdo’a kepada Allah SWT.

  9. Hasanatun Nadia berkata

    Bismillah..
    Dengan penuh kesungguhan chronos melakukan ritual haji ini, yaitu wukuf di Arafah. Dimana di tempat ini orang-orang dianjurkan untuk banyak berdzikir dan berdoa.
    Wukuf di Arafah merupakan salah satu rukun haji, jadi orang yang berhaji tidak boleh melewatkan atau mensia-siakan kesempatan ini. Karena memang tempat ini adalah tempat dimana semua doa akan diijabah.

  10. Fariz maulana ibrahim tadris ips a/1 berkata

    Assalamualaikum wr.wb
    Part 19
    Amanat yang bisa di ambil dalam cerita kali ini adalah kita harus selalu ingat akan dosa dan kesalahan kita,terkadang manusia hanya ingat terhadap kebaikan yang ia perbuat,sedangkan dosa dan kesalahannya mereka lupakan.Pada cerita novel di atas padang arafah tempat dimana malaikat turun dan meminta mengabulkan doanya kepada Allah SWT,semua dosa yang telah diperbuat akan teringat disitu,subhanallah.
    Wassalamualaikum wr.wb

  11. Isah Siti Khodijah berkata

    Bismilahirahmanirahim
    Asalamualaikum wr wb
    Pada part ini, seluruh jamaah melaksanakan wuquf di Arafah, saat mereka memakai pakaian ihram semuanya sama, tidak ada materi, pengusaha, petani, buruh, dsb. Semua tempat dan kedudukan sama di mata Allag Swt.
    Moment mengharukan selalu terjadi antara Shofi dan Chronos dimana Chronos memakaikan pakaian ihram kepada Shofi. Kalau dahulu Bapak lah yang memakaikan pakaian kepada anak, kalau sekarang sebaliknya. Sangat mengharukan.
    Terimakasih
    Wasalamualaikum wr wb

  12. Farrin nurul aina berkata

    Pada part 19 shofi seperti mendapatkan firasat bahawa kematiannya semakin dekat, dan menyeruh crhnos untuk memakai kan kain ihram karena kain itu akan kekal neraka pun tdk akan bisa membakarnya,. Pada part 19 ini juga menjelaskan tentang ibadah wuquf d arafah yaitu tanggal 19 dzulhijah dmna ibadah puncak dr ibadah haji. Tempat pertemuan adam dan hawa.

  13. Aida Nur Aisyah berkata

    Assalamu’alaikum wr.wb
    Bismillahirahmanirahim
    Pada part 19, rasa senang dan sedih bercampur menjadi satu. Chronos dan Shofi senang karena pada akhirnya mereka semua dapat melaksanakan ibadah haji, namun di sisi lain kesehatan Shofi kian memburuk bahkan Shofi berdo’a agar ajal tak menjemputnya di sini. Dan yang sangat saya suka dari tokoh Shofi adalah semangatnya untuk berhaji masih tinggi, bahkan Shofi tidak ingin menemui ajalnya di sini karena Shofi belum menuntaskan kewajibannya untuk menyampaikan nasihat-nasihat taqwa kepada generasi-generasi penerusnya.
    Sekian
    Terima kasih
    Wassalamu’alaikum wr.wb

  14. Silmy Awwalunnis
    Silmy Awwalunnis berkata

    Wuquf di arafah. merupakan kewajiban ibadah haji yang pada part ini sedang di bahas, di mana tidak ada perbedaannya tahta manusia dalam wuquf ini yang ada hanya kesetaraan manusia. sujud di arafah dan berdoa merupakan doa yang paling di ijabah.

  15. dhini apriliani berkata

    Asalamualaikum
    pada part 19. Sangat menghrukan karena keadaan shofi, ia meminta kepada chronos agar pakaian ihram ini di pakaikan ketika ia sudah meninggal dunia. Chronos pun semangat sekali mengumpulkn krikil untuk keperluan keluarganya. Chronos dan keluarga akan melakukan wukuf di padang arafah

  16. Fifit Fitri Nur'aeni/Ips/1B berkata

    Assalamualaikum
    Pada part 19 ini akhirnya semua jamaah haji melaksanakan wuquf dimana tidak ada perbedaan di antara petani dengan pejabat, miskin dan kaya . Wukuf dimana semua doa keinginan yanng ingin kita capai terkabulkan . Arafahlah tempat manusia bertaubat kepada allah .

  17. Fifit Fitri Nur'aeni/Ips/1B berkata

    Assalamualaikum
    Pada part 19 ini akhirnya semua jamaah haji melaksanakan t

  18. Muhamad Udin berkata

    Bismillahirahmanirohim
    pada part ini semua jamaah haji akan melakasanakan wukuf di arafah, padang arafah, secara historis adalah tempat yang menjadi petunjuk untuk Nabi Adam dan Hawa ketemu dan bertoubat kepada Allah. dan
    chronos dan sofi, mereka dengan penuh derai air mata memohon taubat kepada Allah agar kelak di akhirat dihindarkan dari panasnya api neraka dengan dibalut kain ihram.

  19. Indah kusumawati (mpi-4) berkata

    Part 19, berataubat di padang arafah.
    Para jamaah haji bersiap untuk wukuf di padang arafah, dimana manusia berkumpul dengan mengenakan kain yang sama yaitu kain ihram yang mana kain itu tidak akan terbakar oleh panasnya api neraka. Kain ihram menandakan arti kesucian dan semua manusia dimata Allah sama, tidak pembeda antara si kaya dan si miskin, yang punya jabatan dan yang tidak punya jabatan, yang memedakan hanyalah ketaqwaan masing-masing. Padang arafah adalah tempat doa manusia di kabulkan dan merupakan tempat bertaubat.

  20. Siti Sutihatin MPI/4 berkata

    Arafah adalah tempat di mana nabi Adam dan Hawa bertemu setelah keluar dari surga. Kemudia mereka berdo’a dan memohon ampun kepada Allah atas dosa yang tela mereka perbuat. Di padang arafah inilah diyakini sebagai tempat yang paling mustajab untuk memohon ampun.

  21. Rahmat Maulana (MPI-4) berkata

    Ketika Crhonos dan shofi melaksanakan wukuf di arafah mereka berdo’a dan memohon ampun kepada Allah sembari meneteskan air mata. Supaya dosa-dosanya diampuni oleh Allah SWT. Serta dijauhkan dari api neraka. Disamping itu crhonos tak henti-hentinya bersikap ta’dziman dan melakukan kepatuhan terhadap orang tuanya.
    Somoga kita termasuk orang-orang yang senantiasa ber-taubat kepada Allah SWT.

  22. Koko Santoso (MPI/4) berkata

    Part 19
    Menghimpun Taubat di Arafah
    Pada part ini Crhonos & keluarga beserta rombongan yg lainnya melakukan wukuf di Arofah. Konon tempat ini merupakan tempat yg dengan cara yg benar sebagai tempat diijabahnya do’a2 & bisa menjauhkan dari siksa api neraka~

  23. MAFTUHAH MPI/4 (1415109011) berkata

    keesokan harinya, crhonos dan jama’ah haji yang lainnya berkumpul di maktab untuk memakai kain ihram yang kemudian menuju ke padang arafah. crhonos pun memakaikan kain ihram kepada shofi, sosok yang dulu gagah dan sekarang layu, merekapun tiba-tiba menangis. sesampainya di padang arafah, jama’ah haji melaksanakan wukuf, disinilah tempat malaikat-malaikat turun ke bumi. di tempat itu crhonos dan jama’ah haji lainnya memanjatkan do’a dengan kekhusyuan.

  24. Menghimpun taubat diarafah. yaAllah begitu banyaknya dosa yang aku perbuat, masih pantas kah aku menghimpun taubatku diarafah

  25. siti halimah MPI/4 berkata

    Part 19
    Bismillahirrahmanirrahim, ,
    Padang arafah adalah tempat yang menjadi petujuk antara adam dan hawa, dimana mereka dipertemukan sekaligus bertaubat atas dosa-dosanya. Begitupun dengan chronos dia melamun akan ayat mengenai hal ini, ditempat ini dia senantiasa berdoa dan mohon ampunan terhadap dosa-doa manusia.

  26. Sri Rahayu MPI/4 (1415109025) berkata

    Bismillah ……
    Pada part 19 adalah suka, cita dan do’a yang sangat indah yang terpancar pada diri Shofi dan Crhonos karena akan menuju tempat yang mulia yaitu Arofah, tempat inilah yang mengisahkan pertemuan antara nabi Adam dengan Siti Hawa setelah sekian lama berpisah, di tempat ini juga do’a jutaan umat Islam di panjatkan kepada Allah SWt, termasuk do’a Nabiyullah Adam sehingga nabi Adam mendapatkan ampunan dari Allah atas dosa yang pernah terjadi, begitu juga dengan jutaan umat Islam termasuk Shofi, Chronos dan keluarga yang ikut memohon akan ampunan dosa-dosa yang pernah terjadi pada diri mereka dengan penuh harapan agar semuanya mendapatkan ampunan sebagaimana Nabi Adam AS. Aamiiinn.
    Barakallah……..

  27. Winda Dwi Nurrachmawati (1415109032) MPI-4 berkata

    Dalam part 19 ini, menggambarkan bagaimana puncak rangkaian ibadah haji yang dijalnkan chronus dan keluarga. Sungguh mengharukan dalam puncak pelaksanaan haji ini kondisi kesehatan shofi terus menurun yang membuat chronus dan anggota keluarga lainnya merasa sedih akan keadaan shofi. Namun semuanya mereka balut dengan rasa kebahagiaan dan semangat melaksanakan ibadah haji. Dalam part ini digambarkan bagaimana filosofi penggunaan kain ihram dalam melaksanakan haji maupun saat kematian kelak sungguh mengharukan.

  28. Fera Agustina/ MPI/ 4 berkata

    Bismillahirahmanirohim
    dalam part ini akan dilaksanakannya wukuf, tetapi melihat kondisi ayah chronos (shofi) yang semakin melemah membuat chronos semakin sedih, namun shofi tetap bijak dalam mengambil resikonya dengan baaik melaksanakan ibadah haji.
    dan Para jama’ah lain disediakan tenda untuk beristirahat disekitar arafah. Di pelantaran arafah disekitar nya terlihat ada jabal rahmah dan masjid namirah yang merupakan tempat sejarah umat islam yang diprakarsai oleh nabi adam dan nabi ibrahim.

  29. Firman Maulana mpi smt 4 berkata

    Part 19
    Pada bagian ini dapt diambik pelajaran bahwa kedudukan manusia didunia itu tidak ada apa apanya, bahkan sebelum matipun kedudukan atau jabatan manusia terbukti tidak ada apa apanya ketika manusia melakukan pertaubatan dipadang arafah. Semua manusia sama.

  30. dinny alfiana s. MPI/4 berkata

    pelaksanaan wukuf di padang arafah yang ditunggu-tunggu kini tiba sudah, dengan menggunakan pakaian ihram ribuan bahkan jutaan manusia berbondong-bondong berkumpul ditempat bersejarah itu, begitu pun Chronos dan keluarga. tak ada manusia yang tak menangis saat itu, termasuk Chronos. dalam tangis itu ia berdoa ” Ya Allah perkenankanlah, saat kami mati nanti, jadikanlah pakaian ihram ini sebagai pembalut tubuhku. Ya Allah dengan pakaian ini, aku seolah tak lagi membutuhkan apapun, karena ternyata yang kubawa hanya pakaian-pakaian yang tak berharga ini. Ya Allah sejak detik ini, jadikanlah dan kawallah aku dalam kedudukanku sebagai Muslim yang benar-benar tunduk dan patuh terhadap-Mu.” Subhnallah, wallahua’lam.

  31. Asiro MPI/4 (1415109002) berkata

    Bismillahirrahmaanirrahiim…
    Dalam novel part 19 ini yang berjudul “Menghimpun Taubat di Arafah”. Seperti yang dipaparkan dalam part ini bahwa saat pelaksanaan wukuf di Arafah, trilyunan Malaikat turun ke bumi. Mereka akan memohonkan kepada Allah atas segala permohonannya. Arafah dipercaya dengan histori nabi adam dan siti hawa dengan melalui taubatnya mereka bersatu sampai akhir hayat. Begitupun chronos dan sofi, mereka dengan penuh derai air mata memohonkan taubat kepada Allah agar kelak di akhirat dihindarkan dari panasnya api neraka dengan dibalut kain ihram.

  32. Muhammad Yasir Arafah MPI/4 (1415109012) berkata

    Bismillahirrahmanirrahim, dalam part ini besar harapan chronos untuk doa-doa yang akan ia panjatkan pada saat pelaksanaan wukuf di padang arafah. Semua kegiatan haji memiliki makna masing-masing, chronos berharap semua doa yang dipanjatkan bisa dikabulkan oleh Allah SWT.
    Dalam part ini juga masih dijelaskan betapa berbaktinya seorang chronos kepada bapaknya, chronos sangat patuh dan taat kepada sang ayah.

  33. Sri Hardianti-MPI/4-1415109024 berkata

    bismillah…
    dalam part sembilan belas yang berjudul “menghimpun taubat di arafah”.. aku jadi semakin ingin pergi ke tanah suci, ya alloh ijinkanlah aku, keluarga dan seluruh umat nabi muhammad untuk bisa ke sana seperti yang di alami oleh keluarga chronos dan shofi, aamiin

  34. Siti Nurbaeti (1415109022)-MPI/4 berkata

    Arafa diambil dari kata bahasa Arab yang berarti mengetahui, dari part 19 ini saya mengambil pelajaran bahwa semua muslim muslimat yang tidak mengetahui apa kesalahannya, akan sadar dan mengetahui semuanya dengan jelas disini (di padang arafa), otomatis dengan izin Allah. Secara reflex akan memohon ampun yang tulus kepada Sang Pencipta.

  35. Nur Aliffah/ MPI-4 berkata

    saya merasa sangat terharu setelah membaca parat ini, dan saya merasa sedang melaksanakan ibadah haji, semoga agan saya dalam membaca novel ini dapat menjadi kenyataan.
    dalam part ini mengambarkan bagaimana indahnya melaksanakan ibadah haji dan merayakan hari raya idul adha dengan melaksanakan ibadah haji. chronos dan keluarganya dan para jamaa’ah haji yang lain sudah bersiap-siap melaksanakan towaf. mereka menggunakan pakaian yang serba putih. tidak ada satupun yang membedakan umat manusia, yang membedakan hanyalah tingkat keimanan dan ketakwaannya saja.

  36. umar faruq mpi 4 berkata

    Ya Allah perkenankanlah, saat kami mati nanti, jadikanlah pakaian ihram ini sebagai pembalut tubuhku. Ya Allah dengan pakaian ini, aku seolah tak lagi membutuhkan apapun, karena ternyata yang kubawa hanya pakaian-pakaian yang tak berharga ini. Ya Allah sejak detik ini, jadikanlah dan kawallah aku dalam kedudukanku sebagai Muslim yang benar-benar tunduk dan patuh terhadap-Mu.
    semoga pakaian kain tanpa benang chronos menjadi pakaian kita semua.amiin…

  37. Yunita Nur RahmawatiMPI/4 (1415109034) berkata

    Pada part 19 ini kondisi ayah chronos melemah namun beliau masih tetap semangat untuk melaksanakan ibadah haji sungguh mulianya hati shofi walaupun dalam keadaan sakit namun beliau tetap memakai baju ihram untuk melaksanakan ibadah haji, dialah sosok ayah yang di kagumi oleh istri dan anak2nya bagaimana tidak beliau sosok ayah yang tegas dan gagah yang sangat menyayangi keluarganya

  38. Ega Sugandi (1415109003) MPI/4 berkata

    Menghimpun Taubat di Arafah, Hari itu, tepat tanggal 08 Dzul Hijjah. Seluruh jama’ah haji sudah memakai pakaian ihram. Pakaian yang secara keseluruhan berwarna putih. Pakaian yang menandakan kehidupan k di alam kubur. Tidak ada jama’ah yang tidak menangis. Cucuran air mata meleleh di pipi kiri kanan jama’ah. Dalam soal ini, termasuk Crhonos, menangis. Sambil meneteskan air mata.

  39. pujiati MPI/4 berkata

    bissmillahirohmanirokhim,
    keadaan shofi pun masih melemah sampai pada saat pelaksanaan wukuf dipadang arofah, namun semangatnya untuk terus melaksanakan ibadah haji masih begitu berkobar dengan sekuat tenaga shofi terus menjalankan satu demi satu rangkaian ibadah haji, chronos yang dengan telaten selalu mendapmingi shofi kemanapun shofi pergi, dengan bantuan chronos dan semangat dari anaknya itu shofi mencoba terus kuat demi terlaksananya rangkaian ibadah haji itu sampai selesai walaupun tubuhnya mulai melemah.

  40. Asyifa Nuraeni Kartika Ali/MPI/4 berkata

    Bismillahirrahmanirrahim
    Dalam part 19 ini menceritakan pada saat akan melaksanakan wukuf, melihat kondisi ayah Crhonos yang semakin lemah, Chronos dan keluarga sangat sedih. tanggal 9 Dzulhijah tiba, para jamaah haji melakukan wukuf di padang Arafah. Padang Arafah, secara historis adalah tempat yang menjadi petunjuk untuk Nabi Adam dan Hawa, setelah Adam dan Hawa ke luar dari Syurga, keduanya hidup terpencar. Lalu Malaikat yang disuruh Allah untuk mengarahkan Adam dan Hawa menuju tempat ini. Di padang Arafahlah Adam dan Hawa bertaubat. Keduanya memohon ampun atas segala dosa yang dilakukannya. Itu latar belakang mengapa para jamaah haji harus melakukan wukuf. MasyaAllah

  41. Lu'lu Atul alawiyah (1415109010) MPI/4 berkata

    Bismillahirrohmanirrohim…
    chronos menghawatirkan shofi yang sudah terlihat kurus kering tetap semangat melaksanakan ibadah haji. Pada tanggal 9 dzulhijah para jamah haji melakukan wukuf di arafah. Dalam rangkaian rukun ibadah haji, wukuf di padang Arafah merupakan ritual terpenting yang wajib dilakukan oleh setiap jamaah haji sebagai puncak dari ritual ibadah haji. Sebab tidak sah ibadah haji apabila rukun haji ini tidak dilakukan.
    Wukuf di padang Arafah seperti sedang mengingatkan para jamaah haji akan hari kebangkitan itu. Ini merupakan kejadian yang maha dahsyat yang akan dihadapi oleh seluruh umat manusia setelah melalui tidur panjang dari kehidupan yang sebelumnya mereka jalani di dunia ini untuk mempertanggung-jawabkan sekecil apapun amal perbuatan yang telah dilakukan selama ini, amal perbuatan yang baik maupun amal perbuatan yang buruk.

  42. Ririn Nur'aeni berkata

    bismillah di part 19 ini..
    kesehatan shofi semakin melemah, badanya terlihat semakin kurus dan wajahnya semakin layu namun tetap semangat untuk melaksanakan ibadah haji, dan cronos tidak pernah lelah untuk mengurusi ayahnya ia terus menemani ayahnya dan terus berdo’a agar allah memberi kesehatan untuk ayahnya agar dapat melaksanakan rukun hajinya. mereka tiba di padang arafah tempat dimana triliunan malaikat turun untuk memohon kepada allah untuk mengabulkan do’a umat islam yang berd0’a di padang arafah.

  43. uyunurrohmah MPI semester4 berkata

    Assalamualaikum wr.wb
    Para jamaah haji melaksanakan wukuf di arafah pada tanggal 9 dzulhijjah. Para jamaah disediakan tenda untuk istirahat disekitar arafah. Di pelantaran arafah disekitarnya ada jabal rahmah dan masjid namirah yang merupakan tempat sejarah umat islam yang diprakarsai oleh nabi adam dan nabi ibrahim. Padang Arafah, secara historis adalah tempat yang menjadi petunjuk untuk Nabi Adam dan Hawa. Setelah Adam dan Hawa ke luar dari Syurga, keduanya hidup terpencar. Lalu Malaikat yang disuruh Allah untuk mengarahkan Adam dan Hawa menuju afarah.
    Di tempat inilah, Adam dan Hawa bertaubat. Keduanya memohon ampun atas segala dosa yang dilakukannya. Setelah keduanya bertemu, mereka tidak pernah berpisah sampai akhir hayat.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar