Take a fresh look at your lifestyle.

Menguak Lebih Dalam Makar Terhadap Pemerintahan

0 107

SAAT ini media sedang ribut-ribut memberitakan soal isu Makar. Isu itu mencuat bersamaan dengan ramainya perbincangan tentang aksi Demo Damai terkait kasus penistaan agama yang menyeret nama Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok sebagai tersangka oleh pihak kepolisian RI. Isu itu dilontarkan Kapolri Jenderal Tito Karnavian terkait rencana aksi Bela Islam Jilid III yang akan digelar pada 2 Desember mendatang. Sontak isu itu menjadi viral dan mendapat respons dari berbagai elemen masyarakat dan pejabat publik.

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo merespon bahwa Kapolri dinilai tidak asal bicara dalam menyikapi situasi nasional. Gatot juga menganggap bahwa semua informasi yang disampaikan oleh kapolri pasti berdasarkan infromasi yang ada.

“Semua yang disampaikan (Kapolri) pasti berdasarkan informasi yang ada,” ujar Gatot. Bandung, Rabu (23/11/2016).

Jika kita telaah lebih dalam lagi dari pernyataan Kapolri di atas, tidak semua orang tahu tentang makar tersebut. Oleh karena itu kami mencoba untuk menjabarkan lebih rinci pengertian dan definisi kata dimaksud menurut para ahli, hukum agama dan hukum pidana.

Menurut Dr. Mudzakir, SH., MH Makar adalah suatu tindakan yang membuat pemerintah tidak dapat menjalankan fungsi dan tugasnya sesuai Undang-undang. Tindakan dimaksud menurut pasal 107 KUHP terdiri dari 4 macam yaitu tindakan makar terhadap pemerintah, wilayah, ideologi, dan terhadap Presiden atau Kepala Negara.

Makar Dalam Kamus Bahasa Indonesia

Istilah ini seringkali diidentikan dengan istilah kudeta yang berarti tindakan pemberontakan untuk melengserkan kekuasaan yang sah seperti yang terjadi di Mesir, Thailand, Myanmar, dan negara-negara lainnya. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, istilah dimaksud mempunyai arti yang jauh dan luas. Setidaknya, terdapat dua pengertian yang berkaitan dengan istilah ini, yaitu:

  1. Makar adalah Akal Busuk atau Tipu Muslihat

Makar (ma·kar) 1 akal busuk; tipu muslihat: segalanya itu sudah diketahui lawannya; 2 perbuatan (usaha) dengan maksud hendak menyerang (membunuh) orang, dan sebagainya: karena menghilangkan nyawa seseorang atau individu, ia dihukum; 3 perbuatan (usaha) menjatuhkan pemerintah yang sah: ia dituduh melakukan.

Makar diartikan sebagai akal busuk ataupun tipu muslihat seseorang yang berniat jahat pada individu atau kelompok lain. Contohnya seseorang yang memfitnah rekan kerjanya melancarkan pencurian dengan menaruh barang orang lain di tas rekan kerjanya tersebut. Ulah ini merupakan tipu muslihat untuk menjatuhkan rekan kerjanya dan tindakan ini disebut makar.

Kata dimaksud juga berarti membunuh. Individu ataupun sekelompok orang yang melancarkan usaha pembunuhan baik dengan cara menyerang atau cara-cara lainnya dapat disebut melancarkan makar. Selain itu, ia juga berarti tindakan menggulingkan pemerintahan yang sah.

  1. Makar adalah Kaku dan Keras (tentang buah-buahan) atau Bangkar

Dalam versi kedua ini ditujukan untuk buah-buahan ataupun makanan yang keras ataupun kaku atau disebut bangkar. Buah-buahan yang muda biasanya masih keras dan rasanya belum manis. Atau makanan yang belum matang dengan sempurna hingga belum empuk sehingga sulit untuk dimakan.

Makar Perspektif Hukum Islam

Definisi makar adalah tindak pidana yang dikategorikan sebagai kejahatan. Dalam perspektif hukum Islam disebut sebagai jarimah atau jinayat yaitu perbuatan- perbuatan yang dilarang oleh Syara’ yang diancam oleh Allah dengan hukuman hadd atau ta’zir (Baca: Imam Al Mawardi). Pendek kata, makar adalah suatu perbuatan jahat yang dilarang oleh syariat Islam.

Dalam Al Quran di jelaskan bahwa jarimah atau jinayat (Baca: Fiqih Jinayah) adalah suatu tindakan yang dilakukan oleh individu atau sekelompok orang yang merasa keberatan atas sebuah keputusan yang diberikan oleh orang yang mereka percaya sebagai hakim atau pemimpin untuk mengambil sebuah keputusan terhadapa perkara yang mereka perselisihkan.

“Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan. Kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan dan mereka menerima dengan sepenuhnya”. (QS. An-Nisa:65).

Makar Menurut Hukum Pidana

Dari sisi hukum pidana, pengertian kata dimaksud adalah bentuk kejahatan yang dapat mengganggu keamanan negara yang dilakukan kepada Presiden dan Wakil Presiden, wilayah negara, dan pemerintahan seperti yang diatur dalam KUHP pasal 104, 106, dan 107.

Berikut ini bunyi pasal 104, 106, dan 107 Tentang Kejahatan Terhadap Keamanan Negara

Pasal 104 “Makar dengan maksud untuk membunuh, atau merampas kemerdekaan, atau meniadakan kemampuan Presiden atau Wakil Presiden memerintah, diancam dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara sementara paling lama dua puluh tahun”

Sebuah tindakan kejahatan dapat disebut makar jika kejahatan itu ditujukan kepada pemimpin negara seperti Presiden dan Wakil Presiden. Jika pelaku kejahatan tidak tahu atau tidak dengan sengaja menyerang pemimpin negara maka, tindakannya tidak dapat disebut makar dan jatuh pada kejahatan biasa.

Pasal 106 “Makar dengan maksud supaya seluruh atau sebagian dari wilayah negara, diancam dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara sementara paling lama dua puluh tahun”.

Dalam pasal 106 dijelaskan mengenai makar yang berhubungan dengan wilayah sebuah negara. Usaha untuk mengambil alih sebagian atau seluruh wilayah sebuah negara dan menjadikannya di bawah pemerintah asing atau pemisahan sebagian wilayah sudah termasuk dalam perbuatan dimaksud.

Pasal 107 (1) Makar dengan maksud untuk menggulingkan pemerintah, diancam dengan pidana penjara paling lama lima belas tahun. (2) Para pemimpin dan pengatur makar tersebbut dalam ayat 1, diancam dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara sementara paling lama dua puluh tahun.

Dalam pasal 107 dijelaskan mengenai makar yang dilakukan dengan cara menggulingkan pemerintahan yang sah. Tindakan ini dapat dikenai sanksi hukuman maksimal 15 tahun penjara. Sementara pimpinannya dapat dihukum pidana penjara seumur hidup atau selama-lamanya 20 tahun. Baca: UU Pidana  Kejahatan Terhadap Keamanan Negara. Semoga bermanfaat. **(AML)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar