Mengubah Haluan Hidup, Nothing To Something

0 47

Mengubah Haluan Hidup, Nothing To Something – Dari nothing menjadi something. Itulah label yang biasa disematkan untuk mereka yang sukses jadi pengusaha. Dulunya mereka bukanlah siapa-siapa, namun setelah terjun di dunia bisnis, spontan semua orang akan mengagumi.

Di media massa banyak sekali mengulas orang-orang yang banting stir dari dulunya seorang pegawai rendahan jadi pengusaha kelas kakap. Omzetnya pun terbilang sudah di puluhan juta sampai miliaran rupiah per bulan.

Sekarang berkaca sejenak. Berpredikat sebagai pegawai menengah serta gaji yang rutin tapi tak dapat mengimbangi naiknya kebutuhan bulanan. Hampir tidak punya investasi karena gaji habis untuk sehari-hari.

Jangan sekadar hanya meratapi. Cobalah lihat dari sisi lain. Ini tanda nyata untuk keluar dari zona nyaman sebagai pegawai menjadi pengusaha. Memang sulit untuk bisa melangkah, namun kalau tak ada langkah pertama kita tak akan kemana-mana.

Tentunya mengubah haluan hidup jadi pengusaha tersebut bukan tanpa strategi. Tetap dibutuhkan perhitungan sekaligus pertimbangan matang. Apa sajakah itu?

Nilai diri sendiri

Cobalah berkaca dan ukur kesiapan diri sendiri. Perkirakan sejauh mana mental siap terima kritikan atau pun akibat dari resign dari kantor.

Selain itu, nilai juga kesiapan finansial. Sejauh mana perubahan yang terjadi jika berhenti dari pekerjaan dan juga menggeluti bisnis. Pengetahuan serta jaringan juga mesti dinilai karena penting sebagai modal awal berbisnis.

Jangan buru-buru

Jangan gegabah dalam mengambil keputusan. Bila belum siap dengan keputusan keluar dari zona nyaman, tak mengapa ditunda dulu.

Saran

Ini hal penting sebagai bahan masukan. Pandangan orang lain dapat membuka paradigma atau pun memperkaya pengetahuan.

Punya rencana cadangan

Rencana A namun bila gagal masih ada rencana B. Biasanya itu yang dilakukan orang-orang sukses.

Jadi tetaplah menyusun rencana cadangan jika rencana utama mentok di tengah jalan. Konkretnya, tetap perhitungkan balik jadi karyawan lagi jika gagal pada langkah awal dalam berbisnis. Susun lagi strategi melangkah ke depannya bila hendak terjun lagi di bisnis.

Setidaknya hal-hal itu diperhatikan dulu sebelum memutuskan keluar dari label pegawai atau juga karyawan. Toh, tujuan dari semua aktivitas itu pada ujungnya adalah soal kesejahteraan. Tinggal memutuskan mau menggunakan pilihan mana. Jalur pegawai atau jalur bisnis?

Jalur bisnis dapat mempersingkat tujuan dalam mencapai kemerdekaan finansial. Hanya, jalan yang dilalui pasti tidak mulus yang diduga sebelumnya. Bagaimana pun, mencoba itu tetap jadi rumus yang pasti.

Komentar
Memuat...