Inspirasi Tanpa Batas

Mengungkap Arti Ngabuburit yang Khas di Bulan Ramadhan

0 14

Konten Sponsor

Dengan datangnya Bulan Ramadan maka kita tidak asing jika mendengar kata ngabuburit, kata ini selalu identik dan khas terdengar di bulan puasa.

Selain itu, kata ngabuburit kini telah dikenal bukan hanya di daerah Jawa Barat namun, sebagian besar masyarakat Indonesia melalui dunia maya, media televisi, radio.

Contoh sederhanaya, kadang setiap bulan Ramadhan, banyak channel televisi akan menayangkan acara-acara dengan menggunakan topik dari istilah Ngabuburit. Sehingga istilah Ngabuburit itu sendiri menjadi kata yang baku dan sudah tidak asing bagi masyarakat muslim di Indonesia.

Nah, Dengan begitu Sebenarnya apa ngabuburit itu? dan dari mana kegiatan ngabuburit itu berasal? yukk cari tahu..

Secara Bahasa Ngabuburit dapat diartikan sebagai menunggu sore

Dari beberapa sumber buku, Ngabuburit berasal dari bahasa sunda yang asal katanya dari burit. Dalam bahasa Sunda sendiri burit artinya ‘sore’.

Dalam bahasa sunda awalan nge dan suku kata bu bermakna melakukannya berulang kali. Sehingga dapat kita diartikan bahwa ngabuburit sebagai kebiasaan menunggu sore.

Ngabuburit berasal dari Bahasa Sunda

Isitlah kata Ngabuburit itu sendiri berasal dari Bahasa Sunda, Jawa Barat, yang berasal dari kata “burit” yang merepresentasikan waktu yang berarti sore, senja, atau menjelang Maghrib. Istilah Ngabuburit juga umum diucapkan banyak orang ketika menunggu waktu berbuka puasa, tepatnya setelah ba’da Ashar.

Kebanyakan orang juga mengenal istilah Ngabuburit sebagai menunggu waktu berbuka puasa. Kata “menunggunya” itu yang lebih ditekankan dengan cara melakukan aktivitas / kegiatan tak rutin sambil menunggu Adzan Maghrib tiba untuk berbuka puasa.

Namun jika diteliti lebih mendalam, istilah kata “burit” tidak ada hubungannya dengan puasa saja. Mungkin karena buka puasa itu dilakukan saat petang (Maghrib), dimana peralihan antara sore dan malam. Maka pada akhirnya istilah Ngabuburit pun digunakan, diucapakan oleh dan dikenal banyak orang, karena artinya dipersempit menjadi menunggu saatnya berbuka puasa.

Ngabuburit Sangat Identik Dengan Ramadhan

Ngabuburit sendiri dapat saya katakan sudah menjadi tren atau sebuah tradisi yang tak bisa dilepaskan begitu saja dari bulan puasa Ra­ma­dhan. Karena fenomena Ngabuburit saat bulan puasa Ramadhan sudah begitu memasyarakat.

Ngabuburit telah lama menjadi kebiasaan masyarakat di Jawa Barat. Dahulu kala para ibu-ibu akan keluar rumah selepas asar bertandang ke rumah tetangga sambil menganyam dan bersenda gurau.

Sedangkan anak-anaknya akan bermain keluar rumah menyisir alun-alun hingga matahari terbenam. Kegiatan tersebut dilakukan sambil menunggu bapak mereka pulang dari ladang.

Kebiasaan tersebut masih terbawa dan berlaku saat bulan Ramadan. Tidak hanya masyarakat Jawa Barat, tetapi hampir setiap orang Indonesia melakukannya. Terlebih ngabuburit menjadi hiburan bagi anak-anak yang baru belajar puasa untuk menunggu iftar.

Hakekat Dari Ngabuburit

Jika kita merujuk kegiatan ini dari asalnya yaitu dari daerah Jawa Barat. Hakekat kata tersebut yang dijalani oleh masyarakat Sunda masa lalu, kebanyakan masyarakatnya menghabiskan waktu Ngabuburit di dalam surau atau masjid.

Ada banyak kegiatannya, seperti mengaji umum, membaca kitab suci Al-qur’an, mendengarkan ceramah dengan berbagai macam kegiatan baik bertujuan untuk menuai berkah dalam selama bulan puasa Ramadhan.

Saat ini ngabuburit menjadi istilah yang umum di kalangan umat muslim di Indonesia. Ngabuburit di era modern juga identik dengan keuar rumah untuk sekedar mencari menu takjil, berkumpul, dan kegiatan ainya.  Seakan puasa tanpa ngbuburit terasa hampa. [aL]

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar