Connect with us

Politik Budaya

Mengurai Kegagalan Islam Politik di Indonesia| Part – 1

Cecep Sumarna

Published

on

Soekarno dan Islam

Pernahkah Indonesia dipimpin oleh mereka yang bukan Muslim? Jawabannya tidak pernah! Pernahkan ada Presiden Indonesia, yang tidak dipilih mayoritas Muslim? Jawabannya, juga hampir sama, tidak ada!

Pertanyaan di atas, memang menyisakan pertanyaan lain, yakni pernahkan ada Presiden Indonesia yang benar-benar diakui sebagai sosok Muslim dan mewakili Islam? Jawabannya hampir tidak ada! Kecuali mungkin KH. Abdurachman Wachid [berakar di NU] atau BJ. Habibie yang telah “diislamkan” ICMI satu dasawarsa sebelum dia diangkat menjadi Presiden menggantikan Jenderal Soeharto.

Nasib Soekarno

Saat proklamasi kemerdekaan RI dikumandangkan [1945], gegap gempita umat Islam seantero Nusantara, menyambut kehadiran Soekarno, pemimpin besar yang secara mitos telah lama dinantikan. Disebutlah dia sebagai pemimpin besar, baginda, pemimpin revolusi dan penyelamat umat Islam.

Semua pemimpin spiritual Islam, yang kyai daratan, lautan dan langitan, dari Timur sampai Barat dan dari Utara sampai Selatan Indonesia, berduyun-duyun mendorong tampilnya Soekarno, sebagai pemimpin besar Indonesia.  Ia dipuja bukan saja oleh wanita-wanita cantik kelas dunia, tetapi, juga dielukan hampir meyoritas penduduk Indonesia sebagai pemimpin revolusioner.

Ketika Soekarno melewati jalan, anak-anak sekolah, guru, petani, buruh dan nelayan, semua berdesakkan, merangsek dan berjejer di pinggir jalan. Dengan mobil yang pelan Soekarno berjalan, dengan lambaian penuh khidmat, masyarakat hadir dengan histerianya yang tak berperi.

Bagaimana nasib mereka ketika memimpin Indonesia dalam perspektif Islam Politik di Indonesia? Ternyata sama! Mereka selalu diidentikkan tidak mewakili Islam. Meski tidak seperih apa yang dialami Ir. Jokowie Widodo saat menjadi Presiden, atas berbagai tudingan “anti Islam”. Hampir semua Presiden Indonesia, ternyata dihujat dalam substansi yang relatif mirip sama. Yakni “anti Islam” di awal, di tengah atau di akhir pemerintahannya.

Cukup menarik juga untuk disebut bahwa, ketika para pemimpin Indonesia dianggap berjarak dengan Islam, mereka malah selalu lebih kuat kedudukannya dalam konstelasi politik nasional.

Dalam kasus tertentu, mereka malah cenderung menjadi rapuh memimpin Indonesia, ketika apiliasi politiknya bergeser dari apa yang disebut sekularis menjadi Islamis. Hal ini mengecualikan apa yang dialami Presiden Soekarno, yang secara massif di awal pemerintahannya, didukung komunitas dan aktivis Muslim.

Lyceum akan menghadirkan tulisan ini, mengurai Relasi pemimpin Indonesia dengan Islam Politik di Indonesia. Tulisan ini akan memuat mulai dari Ir. Soekarno sampai ke Ir. Jokowie dengan mengecualikan KH. Abdurachman Wachid dan BJ. Habibie. Alasannya, karena dua tokoh dimaksud, dianggap merefresentasikan kekuatan Islam Politik Indonesia, meski dalam soal ini, tentu sangat subjektif.

Soekarno: Santri atau Sekularis

Kita mulai dari Ir. Soekarno. Ia diangkat sebagai Presiden pertama Indonesia [1945] dengan gegap gempita mayoritas bangsa Indonesia. Dan karena penduduk Indonesia mayoritas Muslim, maka, secara mayoritas ia dikehendaki umat Islam Indonesia. Soekarno dipuja buka saja sebagai pemimpin penuh mitos, tetapi, juga dianggap sebagai juru selamat Indonesia.

Soekarno yang diangkat menjadi Presiden di usia yang sangat muda, tampil dalam keunikannya sendiri, Ia bukan saja patut dianggap sejajar dengan pemimpin kelas atas dunia, tetapi, dalam banyak kasus, ia terkesan mampu mengalahkannya.

Kemesraan antara Soekarno dengan “Islam politik”, selanjutnya hanya bertahan sebentar, Sejak awal kemunculannya, ia kemudian memperoleh hujatan karena dianggap tidak mampu menampilkan refresentasi masyarakat Muslim, khususnya, dalam mempertahankan Piagam Jakarta.

Karena itu sepuluh tahun pertama, masa pemerintahannya selalu berjalan dalam dinamika yang penuh intrik. Sampai M. Hatta undur diri dari jabatannya sebagai Wakil Presiden, disusul beberapa tahun setelahnya pembubaran Partai Masyumi, aktivis Muslim, balik menyerang Soekarno dan berada di barisan paling depan dalam berbagai upaya untuk menggantikannya. .

Soekarno yang dulu dianggap hebat dan penuh mistis, tiba-tiba harus jatuh dan tersungkur. Kejatuhannya dipicu karena menguatnya anggapan bahwa Soekarno membawa gagasan “ambisius” yang hendak menyatukan kaum nasionalis, agamis dan Komunis [Nasakom] di Indonesia.

Gagasan ini, sebagaimana dapat dibaca dalam Biografi Soeharto, disebut Ir. Soekarno kepadanya, karena gagasannya ini telah disampaikan dalam forum – forum multinasional. Bahkan disinyalir telah disampaikan Soekarno dalam Sidang Umum PBB.

Gagasan ini tentu saja ideal dan dinantikan publik dunia. Gagasannya dianggap dapat menurunkan ketegangan perang dingin antara Barat versus Eropa Timur. Tepatnya antara Amerika Serikat dengan Rusia. Hanya saja, gagasan ini, tentu saja berhadapan bukan saja dengan TNI, tetapi juga dengan pemikir dan aktivis Muslim

Penggerak anti Soekarno dengan segenap dinamika politiknya, juga didukung secara mayoritas oleh aktivis Muslim. Beberapa tahun sebelum Soekarno jatuh, ia akhirnya berhadapan dengan sebagian perwira TNI dan aktivis politik Islam.

Dalam soal ini, penulis kira Jenderal Soeharto, tidak mungkin berani mengambil alih kekuasaan, jika dirinya tidak didukung masyarakat Indonesia, yang didalamnya otomatis aktivis Muslim. Bersambung …

Continue Reading
2 Comments

2 Comments

  1. Avatar

    Miftahul Jannah

    21-03-2019 at 20:47

    Miftahul janah tadris IPS semester 4/B
    Hujatan “anti Islam” yg di alami oleh hampir semua presiden Indonesia baik di awal,pertengahan, atau akhir masa jabatannya. Itu terjadi karena ada kelompok yg tidak suka terhadap presiden indonesia,dan memanfaatkan masyarakat Indonesia yang mayoritas beragama Islam dengan tuduhan presiden “anti Islam”. Dan masyarakat pun terpengaruh karena masyarakat Indonesia yang mayoritas beragama Islam tidak mau presidennya yang beragama Islam,yang telah masyarakat pilih, malah “anti Islam”.

  2. Avatar

    indriani rachmawati

    20-03-2019 at 21:57

    Pas zaman penjajahan belanda sama jepang, indonesia belum terbentuknya pemerintahan, makanya indoenesia di jajah oleh jepang dan belanda. Dulu di indonesia itu belum terbentuknya pengetahuan pendidikan jadi orang asing bisa membodohi orang indonesia, setelah Ir. Soekarno mendirikan sekolah kepada anak-anak agar anak itu tahu tentang pengetahuan. Dan setelah itu Ir soekarno merancang membuat orang asing itu pergi dan tidak kembali akhirnya Ir sokarno membaca naskah proklamasi yang di laksanakan pada tanggal 17 agustus 1945 jatuh pada hari jumat.
    Setelah indonesia merdeka Ir soekarno di angkat menjadi presiden pertama di indonesia. Dan Ir Soekarno juga bersahabat dengan negara-negara lain seperti Rusia, Mesir Dll. Ir Soekarno membatasi ekspor dan impor kenapa karena Ir Soekarno tidak mau indonesia terpangruhi dengan luar negeri.
    Ir Soekarno juga membatasi agama. Agar di indonesia memiliki berbagai agama dan mempercayai agamanya satu sama lain.
    Setelah Ir Soekarno geser digantikan oleh Soeharto, pada zaman penjabat Suharto (1921-2008), Presiden kedua Indonesia, meraih kekuasaan di tengah periode krisis darurat dan pertumpahan darah. Pendahulunya, Soekarno, telah menciptakan komposisi pemerintahan antagonistik yang sangat berbahaya dan terdiri dari fraksi-fraksi nasionalis, komunis, dan agama yang saling mencurigakan. Pihak lain yang bersemangat untuk memegang kekuatan politik adalah pihak tentara, yang berhasil menjadi lebih berpengaruh dalam politik Indonesia pada tahun 1950an waktu perlu menghancurkan sejumlah pemberontakan yang mengancam kesatuan Indonesia.
    Ini menandai munculnya era baru yang disebut ‘Orde Baru’ dan berarti bahwa kebijakan-kebijakan pemerintah diubah dengan drastis. Pemerintah Suharto ini berfokus pada pembangunan ekonomi. Hubungan dengan dunia Barat, yang telah dihancurkan Soekarno, dipulihkan sehingga memungkinkan mengalirnya dana bantuan asing yang sangat dibutuhkan masuk ke Indonesia. Manajemen fiskal yang penuh kehati-hatian mulai dilaksanakan oleh para teknokrat dan konfrontasi yang berbahaya dan mahal melawan Malaysia dihentikan.
    Lalu Suharto merancangkan depolitisasi Indonesia. Para menteri tidak diizinkan membuat kebijakan mereka sendiri. Sebaliknya, mereka harus mengimplementasikan kebijakan-kebijakan yang diformulasikan oleh atasannya. Golkar (akronim dari Golongan Karya, atau kelompok-kelompok fungsional) digunakan sebagai kendaraan parlementer yang kuat milik Suharto. Golkar ini mencakup beberapa ratus kelompok fungsional yang lebih kecil (seperti persatuan-persatuan buruh, petani dan pengusaha) yang memastikan bahwa masyarakat Indonesia tidak bisa lagi dimobilisasi oleh partai-partai politik.
    Setelah Soeharto lengser, di ganti oleh jusuf habibe. habibe itu orang yang cerdas, membuat kapal terbang tetapi pada zaman habibe itu masyarakat itu demo agar habibe ada masalah jadi B.J Habibe diturunkan pada tahun 1998. Lalu di ganti dengan presiden Abdurrahman Wahid atau di kenal dengan Gus Dur lalu setelah lenser dari jabatanya di ganti dengan Megawati yang mana megawati pernah menjual pulau indonesia tanpa persetujuan dari bumi. Setelah itu di ganti dengan Susilo Bambang Yudhoyono dimana saat pemerintaha beliau sangat membantu indonesia membayar utang ke indonesia. Lalu pas masa presiden Jokowi itu indonesia mulai di kembangkan oleh beliau mesti pas kebakaran hutan di daerah kalimantan presiden tidak datang. Tapi presiden masih perduli dengan indonesia.
    Perkembang politik pada masa jokowi. Pada masa itu ada Pumli lalu presiden itu nangkap sampe akarnya, bukan pumli juga masih banyak yang lain.
    Kenapa di indonesia presiden itu harus agama islam. Agar yang jadi presiden bisa jadi contoh pemimpin yang baik, jangan jadi orang yang tidak amanah. Kalo kita di pegang sama Non agama bangsa kita jadi apa? Akan hancur, cara mengurai kegagalan politik itu gimana? Cara nya itu dari diri kita sendiri kenapa, karena dari diri kita sendiri mencoba tatangan yang kita alamin. Kita jalan ajah proses. Jadi kegagalan itu wajar yang, engga wajar itu kita tidak mau mencoba hal yang baru tersebut. Bila kegagalan itu kita alami gimana cara kita mengurainya, dengan cara kita jujur dengan fakta yang ada dan kita bangkit dari yang nol menjadi berkembang-kembang jangan kita mengeluh atau gimana. Karena kita juga kadang diatas kadang dibawah . kita tidak mungkin jadi dratis begitu ajah. Kita butuh proses. Dari situ juga pemerintahan harus mengecek anggota yang licik pikirannya, bagimana? Melihat skill dia di bidang itu agar politik di indonesia itu tidak gagal lagi

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.