Menikah Muda Atau Hamil di Luar Nikah?

0 53

Cinta memang lah sebuah anugrah yang kuasa untuk setiap insan  manusia. Namun hakikatnya cinta kepada manusia itu tidak lah tunggal karena hati manusia mudah berbolak –balik terpengaruh oleh nafsu. Fenomena yang terjadi di kalangan remaja hari ini memang sangat di sayangkan, kita dapat melihat perbandingan dalam pergaaulan anak muda di era dulu dan sekarang. Ambil contoh kecil tentang ‘’pacaran’’, di zaman dulu payacaran hanya sebatas kirim-kiriman surat saja.  Bahkan bila bertemu hanya bertatap muka tanpa bicara dengan tingkah laku malu-malu kucing,  begitulah sedikit gambarannya.

Masuk pada Era 2000an ini kita dapat melihat pergaulan anak muda dalam konteks ‘’pacaran’’ saat ini. Jika dibandingkan dengan zaman dahulu sepertinya sudah diluar batas kewajaran.  Anak muda sekarang berani tampil mesra di tempat umum bahkan ‘’bercumbu’’ pun mereka tak malu. Terjadi degradasi moral yang sangat jauh sekali hari ini, entah siapa yang harus bertanggung jawab atas fenomena ini. Apakah dunia pendidikan yang kurang memmeberikan pemahaman tentang norma dan moral? atau dari lingkungan yang mempengaruhinya? ataukah pula tidak adanya pengawasan dari keluarga?  Padahal dalam hal ini pendidik dan orang tua sangat berperan penting atas pertumbuhan pola pikir anak khususnya remaja.

Pengantar dalam deskripsi diatas mengajak untuk merenung sejenak tentang maraknya krimilalitas yang berkaitan denga seksual. Misalnya pelecehan seksual dan hamil di luar nikah yang akhirnya menuju pada praktek aborsi. Beberapa fenomena tersebut pada dasarnya dapat di di minimalisir dengan suatau ikatan yang sakral dan syah yaitu dengan menikah. Lalu bagaimana dengan penghasilan untuk menafkahi pasca menikah nanti? ini seperti benang kusut yang sulit di urai.

Menikah Mudalah Jika Tak Mampu Membendung Syahwat

Bisa saja fenomena buruk diatas ini di antisipasi lebih dini dengan memperketat pendidikan moral dan pendidikan Norma, lalu dalam orang tua aktif hingga ini menjadi pondasi atas perkembangan anak. Namun jika masuk pada usia dewasa, kadang kita di hadapkan pada masalah penghasilan yang belum mapan untuk menikah. Padahal penghasilan tidak lah masuk dalam rukun menikah. Tegasnya adalah maenikah muda atau hamil di luar nikah ??. Karena dampak hamil di luar nikah yang di sebabkan oleh suatu perzinahan akan terus menerus menghantui keluarga. Ini seperti aib yang  akan berimbas pada nama baik, dampak sosial bahkan para tetangga sekitar yang ikut menanggung malu. Dalam sebuah refrensi dari ahmadzain.com tentang hukum menikah yaitu hukum menikah menurut kondisi pelakunya dapat di jabarkan sebagai berikut;

Nikah hukumnya wajib

Nikah hukumnya wajib, bagi orang yang mempunyai hasrat yang tinggi untuk menikah karena syahwatnya bergejolak sedangkan dia mempunyai kemampuan ekonomi yang cukup. Dia merasa terganggu dengan gejolak syahwatnya, sehingga dikawatirkan akan terjerumus di dalam perzinaan.

Begitu juga seorang mahasiswa  atau pelajar, jika dia merasa tidak bisa konsentrasi di dalam belajar, karena memikirkan pernikahan, atau seandainya dia terlihat sedang belajar atau membaca buku, tapi ternyata dia hanya pura-pura, pada hakekatnya dia sedang melamun tentang menikah dan selalu memandang foto-foto perempuan yang diselipkan di dalam bukunya, maka orang seperti ini wajib baginya untuk menikah jika memang dia mampu untuk itu secara materi dan fisik, serta bisa bertanggung jawab, atau menurut perkiraannya pernikahannya akan menambah semangat dan konsentrasi dalam belajar.

Nikah Hukumnya Sunah

Nikah hukumnya sunah  bagi orang yang mempunyai syahwat, dan mempunyai harta, tetapi tidak khawatir terjerumus dalam maksiat dan perzinaan. Imam Nawawi di dalam Syareh Shahih Muslim menyebutkan judul dalam Kitab Nikah sebagai berikut : “Bab Dianjurkannya Menikah Bagi Orang Yang Kepingin Sedangkan Dia Mempunyai Harta “.

Nikah Hukumnya Mubah

Nikah hukumnya mubah, bagi orang yang mempunyai syahwat, tetapi tidak mempunyai harta. Atau bagi orang yang mempunyai harta tetapi tidak mempunyai syahwat.

Nikah hukumnya Makruh

Nikah hukumnya makruh bagi orang yang tidak punya harta dan tidak ada keinginan untuk menikah (lemah syahwat). Dikatakan makruh, karena dia tidak membutuhkan perempuan untuk dinikahi, tetapi dia harus mencari harta untuk menafkahi istri yang sebenarnya tidak dibutuhkan olehnya. Tentu akan lebih baik, kalau dia mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhannya terlebih dahulu. Selain itu, istrinya akan sedikit tidak terurus, dan kemungkinan tidak akan mendapatkan nafkah batin, kecuali sedikit sekali, karena sebenarnya suaminya tidak membutuhkannya dan tidak terlalu tertarik dengan wanita ahmadzain.com

Dari beberapa penjelasan tentang menikah,kita dapat memilih yang mana kategori yang pas untuk diri kita sendiri untuk menghindari suatu perzinahan atau hamil di luar nikah. Selain itu pula kadang seorang lelaki masih tetap minder karena penghasilan yang kecl jadi tidak berani menikah, padahal dengan kita berfikiran seperti itu sama halnya kita meragukan kuasa Tuhan yang Maha Segalanya.

Untuk Menikah Rezeki Dari Tuhan Yang Tidak Bisa di Matematikakan oleh Manusia

Percayalah dalam konteks rezeki dari Tuhan itu tidak bisa di matematikakan oleh manusia. Alkisah seorang pemuda rantau yang berusia 22 tahun dengan gaji yang masih recehan.  Ia membaranikan diri untuk menikahi gadis pujaannya yang lama pula gadis itu menunggu kepastian. Dalan proses sebelum menikah pemuda itu hanya bermodal niat dan doa dari kedua orang tuanya saja. Karena dalam hal ini orang tuanya pun hanya bisa mendoakan karena harta serupiahpun mereka tak bisa memberikan kepada pria itu untuk modal menikah.

Namun stelah tekad itu bulat dan matang terjadilah kuasa Tuhan yang menurunkan malaikat-malaikatNya dalam bentuk manusia untuk menolong pria itu dalam memperlancar proses pernikahan. Singkat cerita pria itu pun menikah dengan di kawal oleh berapa mobil mewah dan patwal untuk pengamanan jalan serta beberapa kerabat yang jumlahnya ratusan. Allah Maha besar,  Allah dengan segala kuasa-Nya.

Maka dari itu mari niatkan dengan tulus untuk mengharap riddhonya dan laksanakan untuk memuliakan dan menyempurnakan agama. Kebahagiaan itu sebuah komitmen, bukan pacaran baru menikah atau menikah tanpa pacaran karena keduanya hanya pembenaran saja. Jadi masih bingung memilihkah wahai kalian antara menikah muda atau hamil di luar nikah nantinya? (apandi Galapagos)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.