Inspirasi Tanpa Batas

Menilik Kembali Sistem Pendidikan Indonesia di Masa Penjajahan Belanda

0 48

Konten Sponsor

Tahukah kalian bahwa Sistem Pendidikan Indonesia yang dikenal sekarang ini berawal dari pendidikan masa Belanda yang sudah mengalami beberapa perubahan. Perubahan-perubahan yang terjadi dalam pendidikan Indonesia tersebut, disebabkan oleh beberapa kepentingan dalam setiap periode sejarah yang mewarnai Indonesia. Mulai dari periode Kolonial sampai Periode Reformasi.

Sebelum dilain waktu penulis menguraikan perubahan-perubahan pendidikan yang ada di Indonesia ini. Penulis akan menjelaskan terlebih dahulu tentang pendidikan masa Belanda.

Seperti apa yang telah dikutip di laman WordPress Helmi Hakim yang berjudul pendidikan Indonesia dari masa kemasa (Masa Kolonial-Reformasi). Diantaranya adalah :

1.  Pendidikan rendah (Lager Onderwijs)

  • Sekolah rendah Eropa, ELS (Europese Largere School) untuk para pribumi Blasteran, dan pribumi yang terkemuka. Lamanya pendidikan adalah tujuh tahun.
  • Sekolah Cina Belanda, HCS (Hollands Chinese School) sekolah untuk Pribumi keturunan Cina. Lamanya pendidikan adalah tujuh tahun.
  • Sekolah Bumi Putera Belanda, HIS (Hollands Inlandse School). Sekolah ini dikhususkan bagi Pribumi asli Indonesia yang terkemuka seperti Bangsawan dan anak-anak dari pegawai negeri. Lamanya pendidikan adalah tujuh tahun.

2. Sekolah Rendah berbahasa pengantar Bahasa Belanda untuk golongan Pribumi

  • Sekolah Bumi Putera Kelas II (tweede Klasee) Lamanya pendidikannya adalah 7 tahun.
  • Sekolah Desa (Volksschool) lamanya pendidikannya adalah 3 tahun.
  • Sekolah Lanjutan (vorvoglschool) merupakan lanjutan sekolah desa. Lamanya pendidikan di sekolah ini adalah 2 tahun.
  • Sekolah Peralihan (Schakelschool) Lama pendidikannya adalah 5 tahun.

3. Pendidikan lanjutan menengah berbahasa pengantar Bahasa Belanda

  • MULO (Meer Uit gebreid lager school), Lama pendidikan di sekolah ini adalah 3-4 Tahun. Diperuntukan bagi peribumi dan keturunan timur asing.
  • AMS (Algemene Middelbare School) Lama pendidikannya adalah tiga tahun. Terdiri dari dua jurusan. Bagian A (pengetahuan kebudayaan) dan Bagian B (pengetahuan alam ).
  • HBS (Hoobere Burger School) untuk golongan Eropa, pribumi golongan bangsawan atau tokoh-tokoh terkemuka. Sekolah ini berorentasi lebih ke Eropa Barat. Lama pendidikannya adalah tiga sampai lima tahun.

Seiring berjalannya waktu, Belanda mencari cara lain untuk memperoleh keuntungan yang lebih besar di Indonesia. Tidak lain adalah dengan cara memperbanyak tenaga-tenaga ahli yang khusus dalam tiap bidangnya. Dari mulai bidang pertukangan sampai kepada bidang teknik. Maka, Belanda mendirikan beberapa pendidikan khusus, diantanya adalah :

1. Pendidikan kejuruan (vokonderwijs)

  • Sekolah pertukangan (Amachts leergang) yaitu sekolah berbahasa daerah  dan menerima sekolah lulusan bumi putra kelas III (lima tahun). Untuk mendidik tukang-tukang.
  • Sekolah pertukangan (Ambachtsschool) adalah sekolah pertukangan berbahasa pengantar Belanda dan lamanya sekolah tiga tahun. Sekolah ini didirikan untuk mendidik dan mencetak mandor montir mobil, mesin, listrik, kayu dan piñata batu
  • Sekolah teknik (Technish Onderwijs) berbahasa Belanda, lama pendidikannya adalah 3 tahun. Sekolah tersebut bertujuan untuk mencetak pengawas atau mandor, semacam tenaga teknik menengah dibawah insinyur.
  • Pendidikan Dagang (Handels Onderwijs).

2. Pendidikan pertanian (landbouw Onderwijs)

Pada tahun 1903 didirikan sekolah pertanian. Sekolah ini diperuntukan bagi murid yang lulus dari sekolah berbahasa Belanda.

  • Sekolah yang lebih dikenal sebagai sekolah pertanian cultureschool didirikan pada tahun 1911. Terdiri dari jurusan pertanian dan jurusan kehutanan. Lama pendidikannya adalah 3 sampai 4 tahun.
  • Sekolah pertanian menengah atas (Middelbare Landbouwschool) didirikan pada tahun 1911. Sekolah ini hanya menerima lulusan MULO atau HBS. Lama pendidikannya adalah 3 tahun.

3. Pendidikan kejuruan Wanita (Meisjes Vakonderwijs)

Kejuruan Wanita ini merupakan kejuruan yang paling muda. Dan sekolah swastanya dinamakan Sekolah Rumah Tangga (Huishoudschool). Lama pendidikannya adalah tiga tahun.

4. Pendidikan keguruan (Kweekschool).

Lembaga keguruan yang tertua ini sudah didirikan sejak permulaan abad ke-19. Tepatnya didirikan pada tahun 1852 di Surakarta.

Sebelum itu pemerintah telah menyelenggarakan kursus-kursus guru yang diberi nama Normal Cursus. Kursus-kursus tersebut dipersiapkan pemerintah untuk menghasilkan guru-guru sekolah desa. Pada abad ke-20 terdapat tiga macam pendidikan guru, yaitu:

  • Normalschool, lamanya pendidikannya adalah empat tahun. Sekolah ini menerima lulusan sekolah dasar lima tahun yang berbahasa pengantar bahasa dearah.
  • Kweekschool, lama pendidikannya adaah empat tahun. Sekolah ini menerima khusus lulusan berbahasa belanda.
  • Hollandschool Indlandschool kweekschool, lamanya pendidikan ini adalah 6 tahun. sekolah ini menerima murid yang lulusan berbahasa pengantar Belanda dan bertujuan menghasilkan guru bagi sekolah HIS dan HCS.

5. Pendidikan Tinggi (Hooger Onderwijs)

  • Sekolah Tehnik Tinggi (Technische Hoge School).

Sekolah Tehnik Tinggi ini didirikan atas usaha yayasan pada tahun 1920 di Bandung. sekolah ini adalah sekolah Tinggi yang pertama ada di Indonesia.  Lama pendidikannya adalah lima tahun. Sekolah ini sekarang dikenal sebagai ITB.

  • Sekolah Hakim Tinggi (Rechskundige Hoge school).

sekolah ini didirikan pada tahun 1924 di Jakarta. Lama pendidikannya adalah 5 tahun. Sekolah ini menerima lulusan AMS. Tamatan sekolah hakim ini dijadikan jaksa atau hakim pada pengadilan yang ada di Indonesia.

  • Pendidikan tinggi kedokteran.

Lembaga sekolah ini berbahasa pengantarnya adalah bahasa Melayu. Pada tahun 1902 sekolah dokter ini diubah menjadi STOVIA (School Tot Opleiding Voor Indische Artsen). Sekolah inimenerima lulusan ELS, dan berbahasa pengantar Belanda. Lama pendidikannya adalah 7 tahun.

Kemudian syarat penerimaannya ditingkatkan menjadi lulusan MULO. Pada tahun 1913 disamping STOVIA di Jakarta didirikan sekolah tinggi kedokteran (Geneeskundige Hogeschool) Yang lama belajaranya 6 tahun dan menerima lulusan AMS  dan HBS.

Kesimpulan Penulis

Perlu diingatkan kembali. Bahwa Belanda sangat selektif memberikan semua pendidikan yang  kepada Pribumi. Bisa dilihat dari kebijakan Belanda atas semua pendidikannya yang hanya diperuntukan bagi golongan elit. Ataupun bagi golongan pribumi campuran (Pribumi-Belanda, Pribumi-China, Pribumi-Timur, Pribumi-Eropa). Oleh karena itu pendidikan yang dibuat oleh Belanda hanya melahirkan dikotomi-dikotomi dikalangan masyarakat pribumi.

Selain itu pelajaran yang diberikan kepada pribumi. Seperti Bahasa Belanda, hafalan kota-kota yang ada di Belanda, dan segala hal mengenai Belanda. Membuat pribumi semakin jauh mengenal Indonesia. Akibatnya pribumi sukar mencintai tanah air Indonesia dan sukar pula merasakan kepentingannya dalam mencapai kemerdekaan.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar