Inspirasi Tanpa Batas

Benua yang Hilang Jutaan Tahun Kini Ditemukan Di Bawah Mauritius

0 34

Lyceum science. Seperti yang kita tahu, bahwa samudra Hindia memang menyimpan banyak misteri. Samudra Indonesia atau Samudra India adalah kumpulan air terbesar ketiga di dunia, yang meliputi sekitar 20% permukaan air Bumi. Dengan Luas: 73,56 juta km² dan Kedalaman rata-rata: 3.890 m. Di samudra ini sebuah benua yang hilang jutaan tahun lalu kini ditemukan, tersembunyi di wilayah tujuan wisata favorit, kepulauan Mauritius.

Dari jurnal Populer Nature Communication, yang menerbitkan hasil penelitian ini, benua tersebut diberi nama Mauritia, Dahulu Mauritia merupakan bagian dari superbenua Gondwana. Namun, 200 juta tahun lalu, Gondwana terpecah menjadi Benua Afrika, benua Australia, benua India, Antartika dan salah satunya Ialah Mauritia.

Potongan kerak, yang kemudian ditutupi oleh lava muda selama letusan gunung berapi di pulau itu, tampaknya menjadi sepotong kecil dari benua kuno, yang memisahkan diri dari pulau Madagaskar. Benua ini tepatnya terbentuk  ketika Afrika, India, Australia dan Antartika berpisah dan membentuk Samudera Hindia.

Kami sedang mempelajari proses break-up dari benua, untuk memahami sejarah geologi planet ini,” kata Wits ahli geologi. Dengan mempelajari mineral zirkon, yang ditemukan dalam batuan muntah lava selama letusan gunung berapi. Di kawasan Mauritius itu pula. Tidak ada zircon yang usianya melebihi 9 juta tahun di sana,” ungkap Ashwal seperti dikutip wits.ac.za.

Maurita Bagian dari Gondwana Yang Pecah Dampak dari Peristiwa Kompleks

Benua Baru Di temukan, Benua yang Hilang Jutaan Tahun Kini Ditemukan Di Bawah Mauritius, Maurita Bagian dari Gondwana Yang Pecah Penelitian Benua Baru
Proses Pemisahan daratan di sekitar samudra hindia

Ashwal dan rekan-rekannya Michael Wiedenbeck dari Pusat Penelitian Jerman untuk Geosciences (GFZ) dan Trond Torsvik dari University of Oslo, ilmuwan tamu di GFZ menegaskan, telah ditemukan bahwa sisa-sisa mineral ini terlalu tua  jika di sebut batuan milik pulau Mauritius.

Mauritia merupakan bukti bahwa pemisahan Gondwana menjadi daratan-daratan kecil tidak terjadi lewat proses yang sederhana. Itu terjadi lewat peristiwa kompleks, menjadi sejumlah fragmen kerak benua yang ukurannya bervariasi dan lalu berkembang seiring evolusi basin Samudra Hindia.

http://[googlemaps https://www.google.com/maps/embed?pb=!1m18!1m12!1m3!1d14877112.548275836!2d56.93461615001277!3d-14.105255665353106!2m3!1f0!2f0!3f0!3m2!1i1024!2i768!4f13.1!3m3!1m2!1s0x217c504df94474c9%3A0x4203d9c2116bd031!2sMauritius!5e1!3m2!1sid!2sid!4v1486176700111&w=600&h=450]

 

Penemuan yang dipublikasikan di jurnal bergengsi Nature Communication ini, ternyata bukan hanya luarbiasa, namun beberapa ilmuan mengkritik atas penemuan tersebut. Bantahan sejumlah ilmuwan mengatakan, zircon berumur 3 miliar tahun itu bisa jadi dari tempat lain dan dibawa angin. Namun Prof. Ashwal yakin, zircon analisisnya bukan bawaan angin. Beliau menegaskan, data yang diperoleh menunjukkan dengan jelas adanya benua di bawah Mauritius. [al/dariberbagai sumber]

Komentar
Memuat...